Hukum

Polisi temukan selongsong dua kaliber di lokasi penembakan ASN

1002767862
Foto : Richard Davis - indocrowdfunding.com
Daftar Isi
  1. Selongsong Dua Kaliber Ditemukan dalam Olah TKP Penembakan ASN di Jayawijaya
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Selongsong Dua Kaliber Ditemukan dalam Olah TKP Penembakan ASN di Jayawijaya

Indocrowdfunding.com – Petugas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter dari lokasi penembakan yang menewaskan tiga aparatur sipil negara Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Temuan itu diperoleh saat penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Kamis.

Keberadaan selongsong dari dua kaliber tersebut menjadi bagian penting dalam penyelidikan karena menunjukkan adanya indikasi penggunaan lebih dari satu jenis senjata api. Selongsong 5,56 milimeter memperkuat keterangan saksi yang melihat pelaku membawa senjata laras panjang. Sementara itu, selongsong kaliber 9 milimeter mengarah pada dugaan penggunaan senjata api laras pendek.

“Penyidik, Kamis ini, sudah melakukan olah TKP dan menemukan sejumlah barang bukti,” kata Kombes Pol. Yusuf Sutejo di Jayapura, Kamis malam.

Petugas Dalami Keterangan Para Saksi

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo menyampaikan bahwa saksi-saksi memberikan keterangan mengenai dua pucuk senjata laras panjang yang dibawa pelaku ketika penembakan terjadi. Keterangan tersebut kini memiliki penguat berupa temuan selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter di area kejadian.

Namun, penyidik masih perlu mengurai asal selongsong kaliber 9 milimeter yang juga ditemukan. Para saksi belum menerangkan adanya pelaku yang membawa senjata laras pendek. Perbedaan antara keterangan saksi dan barang bukti di lapangan menjadi salah satu hal yang terus diperiksa oleh aparat.

Olah TKP dilakukan untuk mengumpulkan dan menelaah setiap barang bukti yang dapat membantu menjelaskan rangkaian serangan. Dalam perkara penembakan, temuan selongsong dapat menjadi petunjuk penting bagi penyidik untuk menelusuri jenis senjata yang dipakai serta menghubungkannya dengan informasi yang dihimpun dari para saksi.

Penyelidikan masih berjalan untuk memastikan siapa saja yang terlibat dalam serangan tersebut. Aparat belum menetapkan identitas pelaku penembakan yang menyebabkan tiga ASN meninggal dunia.

Dugaan Keterlibatan KKB Masih Didalami

Sebelumnya, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Pol. Faizal Ramadhani menyatakan hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata Kodap III Ndugama. Meski demikian, dugaan itu belum mengakhiri proses pendalaman yang dilakukan petugas terhadap identitas dan peran pihak-pihak terkait.

Pendalaman identitas pelaku menjadi bagian utama dari penanganan perkara ini. Aparat juga terus mencocokkan temuan di lapangan dengan keterangan yang telah diperoleh agar konstruksi peristiwa dapat disusun secara utuh dan akurat.

Perkara ini menarik perhatian karena korban merupakan pegawai pemerintah daerah yang sedang menjalankan perjalanan pulang setelah kegiatan penyaluran bantuan pangan. Rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya sebelumnya mengantar bantuan berupa ternak babi kepada warga di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima.

Serangan Terjadi dalam Perjalanan Menuju Wamena

Penembakan berlangsung pada Rabu, 9 September, ketika rombongan kembali menuju Wamena. Saat memasuki Distrik Muliama, sekitar 20 kilometer dari Wamena, rombongan tersebut dihadang dan tiga ASN menjadi korban tembakan.

Tiga korban meninggal adalah Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik. Peristiwa itu menghentikan perjalanan mereka setelah pelaksanaan penyerahan bantuan pangan kepada masyarakat di Kampung Kimbim.

Jarak lokasi kejadian yang berada sekitar 20 kilometer dari Wamena menjadi salah satu konteks penting dalam penanganan kasus. Setelah penembakan, fokus aparat mencakup pengamanan lokasi, pengumpulan barang bukti, pemeriksaan saksi, serta pendalaman dugaan mengenai kelompok yang terlibat.

Penyidikan tidak hanya bertujuan mengungkap identitas penyerang, tetapi juga menelusuri keseluruhan kejadian sejak rombongan berangkat, menyelesaikan kegiatan bantuan, hingga memasuki Distrik Muliama dalam perjalanan pulang. Keterangan saksi dan bukti fisik di tempat kejadian akan menjadi unsur yang saling melengkapi dalam proses tersebut.

Jenazah Willi Mbuik Diberangkatkan ke Kupang

Di tengah proses penyelidikan, pemulangan jenazah korban juga dilakukan. Jenazah Willi Mbuik telah diberangkatkan ke kampung halamannya di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Willi dijadwalkan tiba di Kupang pada Jumat, 11 September, dengan rute perjalanan melalui Jakarta. Sementara itu, aparat masih melanjutkan penyelidikan terhadap penembakan yang merenggut nyawa tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tersebut.

Temuan selongsong 5,56 milimeter dan 9 milimeter kini menjadi salah satu bukti utama yang sedang ditelaah. Hasil pendalaman atas barang bukti, kesaksian di lapangan, dan dugaan sementara terkait pelaku akan menentukan arah lanjutan pengungkapan kasus penembakan di Distrik Muliama.

Frequently Asked Questions

What is Polisi temukan selongsong dua kaliber di lokasi?

Polisi temukan selongsong dua kaliber di lokasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Polisi temukan selongsong dua kaliber di lokasi matter?

Polisi temukan selongsong dua kaliber di lokasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Richard Davis - indocrowdfunding.com

Richard Davis - indocrowdfunding.com

Richard Davis adalah pakar komunikasi publik dengan fokus pada transparansi dan trust building dalam kampanye donasi. Ia sering membantu organisasi dalam membangun kredibilitas melalui komunikasi yang jujur dan terbuka. Tulisan Richard membantu pembaca memahami pentingnya kepercayaan dalam crowdfunding.