BMKG: Gempa M5,6 di Gayo Lues tidak berpotensi tsunami

Gempa Tektonik M5,6 di Gayo Lues: BMKG Pastikan Tidak Ada Ancaman Tsunami

Indocrowdfunding.com – BMKG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Gayo Lues, Aceh pada siang hari Rabu lalu tidak memiliki potensi untuk memicu tsunami. Peristiwa gempa ini terjadi dengan kekuatan Magnitudo 5,6 dan telah dipantau secara intensif oleh tim ahli seismologi Indonesia.

Menurut penjelasan resmi yang disampaikan melalui keterangan pers di Medan, hasil pemodelan matematis dan analisis data menunjukkan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menyebabkan gelombang tsunami. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menegaskan temuan ini dalam pernyataannya.

“Dari hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi itu tidak berpotensi menyebabkan tsunami,” ujar Wijayanto dalam keterangan yang diterima di Medan pada hari Rabu.

Detail Parameter Gempa dan Lokasi Episenter

Hasil analisis komprehensif yang dilakukan BMKG mengungkapkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki parameter yang telah diperbarui. Magnitudo tercatat sebesar 5,5 dengan kedalaman hiposenter mencapai 9 kilometer dari permukaan bumi. Posisi episenter gempa berada pada koordinat 4,24 derajat lintang utara dan 97,56 derajat bujur timur.

Lokasi episenter ini secara tepat berada di daratan, tepatnya pada jarak 36 kilometer menuju arah timur laut dari pusat kota Gayo Lues. Berdasarkan pertimbangan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal. Penyebab utamanya diduga kuat berasal dari aktivitas sesar Oreng yang aktif di wilayah tersebut.

Analisis mekanisme sumber lebih lanjut menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan geser atau yang dikenal sebagai strike slip. Jenis pergerakan ini terjadi ketika dua blok batuan bergerak saling bergeser secara horizontal satu sama lain.

Intensitas Guncangan di Berbagai Wilayah

Berdasarkan laporan yang dikumpulkan dari masyarakat serta estimasi peta guncangan yang telah disusun, gempa bumi ini dirasakan dengan intensitas yang bervariasi di beberapa daerah. Di Gayo Lues, guncangan mencapai intensitas V pada skala MMI. Pada level ini, getaran dirasakan oleh hampir seluruh penduduk, banyak orang terbangun dari tidur, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, serta tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang. Bandul lonceng juga dapat berhenti berayun akibat guncangan ini.

Sementara itu, di wilayah Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Lhoksumawe, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah, guncangan dirasakan pada skala IV MMI. Intensitas ini ditandai dengan getaran yang dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, sementara di luar hanya beberapa orang yang merasakannya. Gerabah pecah, jendela dan pintu berderik, serta dinding berbunyi menjadi ciri khas guncangan pada skala ini.

Getaran juga terasa hingga ke wilayah Medan, Deli Serdang, Sibolga, Aceh Jaya, Aceh Selatan, dan Aceh Tamiang dengan skala III MMI. Pada tingkat ini, getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang berlalu di dekat bangunan.

Aktivitas Gempa Pendahuluan dan Susulan

Hingga pukul 11.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa bumi pendahuluan atau foreshock dengan Magnitudo 3,8. Selain itu, tercatat dua aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock dengan magnitudo terbesar mencapai 4,3.

BMKG berkomitmen untuk terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan secara berkala. Institusi ini juga akan menyampaikan pemutakhiran informasi kepada para stakeholder dan masyarakat secara berkala melalui berbagai saluran komunikasi yang tersedia.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, warga disarankan untuk menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi demi keselamatan mereka.