Makassar perkuat posisi sebagai pusat riset global melalui PAIR 2026

Makassar perkuat posisi sebagai pusat riset global melalui PAIR 2026

indocrowdfunding.com – Kota Makassar perkuat posisi sebagai pusat riset internasional dengan menjadi tuan rumah penyelenggaraan PAIR (Partnership for Australia-Indonesia Research) Annual Meeting pada tahun 2026. Inisiatif strategis ini menandai langkah penting dalam mengukuhkan Makassar sebagai destinasi utama bagi para peneliti dan akademisi dari berbagai negara. Melalui acara bergengsi ini, kota di Sulawesi Selatan tersebut tidak hanya menampilkan potensi akademik, tetapi juga komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan yang berbasis ilmu pengetahuan.

Prof Dr Jamaluddin Jompa, Rektor Universitas Hasanuddin, menjelaskan bahwa pertemuan tahunan ini menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan vital. Para akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, serta mitra pembangunan dari Indonesia dan Australia akan berkumpul untuk membangun sinergi yang berdampak nyata terhadap penyusunan kebijakan publik. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan solusi inovatif bagi berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi bersama.

Wadah Strategis untuk Membahas Isu Pembangunan Kritis

PAIR Annual Meeting 2026 berfungsi sebagai platform strategis untuk membahas beragam isu pembangunan yang relevan bagi kedua negara. Mulai dari perubahan iklim, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam, hingga penguatan tata kelola pemerintahan berbasis bukti ilmiah menjadi topik utama yang akan dibahas. Makassar perkuat posisi sebagai pusat diskusi internasional dengan menyediakan ruang bagi para ahli untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.

“Pertemuan tahunan ini mempertemukan akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan mitra pembangunan dari Indonesia serta Australia untuk memperkuat sinergi riset yang berdampak langsung pada penyusunan kebijakan publik dan pembangunan berkelanjutan,” kata Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Jamaluddin Jompa di Makassar, Minggu.

Melalui kemitraan yang terjalin erat, hasil-hasil penelitian diharapkan tidak hanya berhenti di ranah akademik semata. Lebih dari itu, temuan-temuan ilmiah tersebut mampu diterjemahkan menjadi kebijakan yang efektif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas. Hal ini sejalan dengan upaya Makassar perkuat posisi sebagai pusat inovasi yang menghubungkan riset dengan implementasi nyata di masyarakat.

Kontribusi Kawasan Timur Indonesia dalam Ekosistem Riset Nasional

Penyelenggaraan PAIR Annual Meeting 2026 di Kampus Unhas Makassar mencerminkan semakin besarnya kontribusi kawasan timur Indonesia dalam pengembangan riset dan inovasi nasional. Kota ini memiliki ekosistem pendidikan tinggi dan jejaring penelitian yang terus berkembang, sehingga menjadi lokasi yang tepat untuk mempertemukan para pemangku kepentingan dari kedua negara. Kehadiran Makassar sebagai tuan rumah menunjukkan kepercayaan internasional terhadap kapasitas akademik dan infrastruktur penelitian di wilayah ini.

“Kota ini memiliki ekosistem pendidikan tinggi dan jejaring penelitian yang terus berkembang, sehingga menjadi lokasi yang tepat untuk mempertemukan para pemangku kepentingan dari kedua negara,” katanya.

Dalam forum yang akan digelar pada 21-23 Juli 2026 tersebut, para peserta akan berdiskusi mengenai pentingnya memperkuat hubungan antara peneliti, pemerintah, dan masyarakat. Tujuannya jelas, yaitu agar setiap hasil riset mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Makassar perkuat posisi sebagai pusat kolaborasi dengan memastikan bahwa riset yang dilakukan relevan dengan kondisi lokal maupun global.

Momentum untuk Memperluas Jaringan Kerja Sama Internasional

Kolaborasi peneliti Indonesia–Australia juga diharapkan dapat melahirkan berbagai inovasi yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Selain mempererat hubungan akademik kedua negara, pertemuan tahunan ini menjadi momentum untuk memperluas jaringan kerja sama riset. Makassar perkuat posisi sebagai pusat ilmu pengetahuan dengan menjadi jembatan bagi para peneliti dari berbagai belahan dunia.

Upaya ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas peneliti muda serta mendorong lahirnya berbagai proyek kolaboratif yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional. Kepercayaan yang diberikan menjadikan Makassar khususnya Unhas sebagai tuan rumah PAIR Annual Meeting 2026 sekaligus memperkuat citra kota ini sebagai salah satu pusat ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi internasional di Indonesia.

“Kepercayaan menjadikan Makassar khususnya Unhas sebagai tuan rumah PAIR Annual Meeting 2026 sekaligus memperkuat citra kota ini sebagai salah satu pusat ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi internasional di Indonesia,” ujarnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Prof Dr Jamaluddin Jompa berharap hasil diskusi dan rekomendasi yang dihasilkan dalam forum tersebut dapat menjadi landasan bagi penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan pada masa mendatang. Hal ini sejalan dengan visi Makassar untuk terus berkembang sebagai kota yang berorientasi pada riset dan inovasi global. Dengan demikian, Makassar perkuat posisi sebagai pusat riset yang tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga memiliki pengaruh global dalam dunia akademik dan pembangunan.