Inggris, Swedia akan pasok 16 jet tempur Gripen ke Ukraina

Inggris dan Swedia Perkuat Dukungan Militer dengan Pengiriman Pesawat Tempur

Inggris Swedia akan pasok 16 jet tempur – Kiev, Ukraina — Langkah penting dalam dukungan militer internasional terhadap Ukraina telah diumumkan melalui kolaborasi strategis antara Inggris dan Swedia. Kedua negara tersebut berkomitmen untuk menyediakan serangkaian jet tempur Gripen produksi Swedia yang bernilai 300 juta euro atau setara dengan Rp6,184 triliun. Pengumuman resmi ini disampaikan oleh Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, pada hari Kamis selama kunjungannya ke ibu kota Ukraina. Dengan paket bantuan ini, Inggris Swedia akan pasok 16 jet tempur canggih yang akan memperkuat kemampuan pertahanan udara Ukraina.

Detail Lengkap Paket Bantuan Militer

Dalam pernyataannya di Kiev, Starmer menjelaskan bahwa kontribusi Inggris akan bekerja sama erat dengan Swedia untuk menghadirkan 16 pesawat tempur canggih. Tujuannya adalah memperkuat kemampuan pertahanan wilayah udara Ukraina dalam menghadapi ancaman yang terus berlanjut. “Saya mengumumkan bahwa Inggris akan memberikan dukungan senilai 300 juta euro bekerja sama dengan Swedia untuk menyediakan 16 pesawat canggih baru guna membantu mempertahankan wilayah udara Ukraina,” tegas Starmer. Paket bantuan ini mencakup berbagai komponen penting untuk operasional penuh.

Kantor Perdana Menteri Inggris kemudian merilis rincian lebih lanjut mengenai jadwal pengiriman. Jet-jet tempur tersebut dijadwalkan akan sepenuhnya diserahkan kepada Kiev pada tahun 2029. Paket bantuan ini tidak hanya mencakup pesawat itu sendiri, tetapi juga komponen pendukung lainnya. Laporan menyebutkan bahwa pelatihan komprehensif bagi pilot dan teknisi akan menjadi bagian integral dari paket ini. Selain itu, penyediaan simulator terbang, suku cadang, serta berbagai peralatan penunjang lainnya akan memastikan operasional pesawat di garis depan berjalan optimal.

Konteks dan Latar Belakang Perjanjian

Keputusan ini merupakan kelanjutan dari komitmen yang telah diungkapkan sebelumnya. Pada tanggal 8 Juli, Perdana Menteri Swedia, Ulf Kristersson, telah menyatakan bahwa negaranya akan memasok total 32 jet tempur Gripen ke Ukraina. Dari jumlah tersebut, 16 unit merupakan pesawat bekas pakai yang telah dimodifikasi untuk keperluan operasional. Sementara itu, pada awal Juli, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga mengonfirmasi bahwa Ukraina dan Swedia telah menyelesaikan perjanjian pembelian 16 jet tempur tipe Gripen E baru. Pesawat-pesawat baru ini dijadwalkan tiba untuk memperkuat angkatan bersenjata Ukraina pada awal tahun 2027.

Respons dan Kekhawatiran Rusia

Di sisi lain, Rusia secara konsisten menyampaikan keberatannya terhadap aliran senjata dari negara-negara Barat. Moskow berulang kali menegaskan bahwa pasokan senjata tersebut hanya akan menghambat upaya penyelesaian konflik secara damai. Lebih jauh, Rusia khawatir hal ini akan melibatkan negara-negara NATO secara langsung dalam pertikaian. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, kembali mengeluarkan peringatan keras bahwa setiap pengiriman yang membawa pasokan senjata untuk Ukraina akan dianggap sebagai target militer yang sah bagi Rusia. Sikap tegas ini mencerminkan kekhawatiran Moskow terhadap eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Eropa Timur.

“Pendanaan ini akan membantu Ukraina mengerahkan satu skuadron berisi 16 jet tempur Gripen E pada 2029,” sebut pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri Inggris.

Kolaborasi antara Inggris dan Swedia ini menunjukkan konsolidasi dukungan internasional terhadap Ukraina. Dengan kombinasi pesawat baru dan bekas, serta dukungan logistik yang komprehensif, Ukraina diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas udara mereka secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Pengiriman 16 jet tempur ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan stabilitas regional di Eropa Timur.