New Policy: Dubes: Kemitraan RI-Inggris dorong lapangan kerja dan ekonomi
Dubes: Kemitraan RI-Inggris dorong lapangan kerja dan ekonomi
New Policy – Di Jakarta, Duta Besar Inggris, Dominic Jermey, menjelaskan bahwa kerja sama strategis antara Indonesia dan Inggris bertujuan meningkatkan peluang kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua negara. Ia menekankan bahwa inisiatif ini menawarkan contoh nyata dari upaya kolaboratif yang dapat menciptakan dampak jangka panjang. Pada perayaan hari ulang tahun Raja Inggris yang berlangsung Rabu malam, Jermey menyampaikan bahwa program kemitraan maritim menjadi salah satu proyek yang memperlihatkan potensi kerja sama tersebut.
Kolaborasi di Bidang Industri Galangan Kapal
Jermey menyoroti bahwa program kemitraan maritim tidak hanya memberi kontribusi pada sektor industri perkapalan nasional, tetapi juga menciptakan keseimbangan yang lebih baik dalam keberlanjutan sektor perikanan. “Contoh konkret dari kerja sama ini adalah program kemitraan maritim yang akan menghasilkan ratusan hingga ribuan kapal penangkap ikan di galangan kapal nasional,” ujarnya dalam
pernyataan yang disampaikan selama acara King’s Birthday Party.
Dalam konteks ini, Jermey menegaskan bahwa peningkatan kapasitas industri galangan kapal tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberi manfaat terhadap keberlanjutan sumber daya alam dan kehidupan nelayan. Kemitraan tersebut, menurutnya, menjadi jembatan untuk memperkuat industri lokal sambil memastikan kebutuhan masyarakat sekitar tetap terpenuhi.
Dukungan untuk Ketahanan Pangan
Sebagai bagian dari komitmen strategis, kemitraan ini juga diharapkan menjadi dorongan bagi keberlanjutan ketahanan pangan Indonesia. Jermey menyebutkan bahwa salah satu program yang mendapat perhatian adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), yang ditujukan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap nutrisi seimbang. “Program ini membantu mengurangi risiko kelaparan, sekaligus menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat daerah,” imbuhnya.
Dalam menghadapi tantangan global, seperti kenaikan harga bahan pokok dan perubahan iklim, Jermey menilai bahwa kemitraan ini menjadi solusi yang efektif. Dukungan Inggris dalam hal teknologi dan investasi diperkirakan akan mempercepat proses pengembangan infrastruktur yang mendukung pertanian, perikanan, dan industri makanan. Hal ini juga diharapkan memberi peluang ekspor bagi produk-produk lokal, terutama ke pasar Eropa.
Komitmen yang Diakui dalam Pertemuan Januari 2026
Kemitraan strategis antara Indonesia dan Inggris resmi diumumkan pada Januari 2026, saat Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke London. Kesepakatan tersebut melibatkan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dan dianggap sebagai langkah penting dalam memperkuat hubungan bilateral. Menurut Jermey, empat pilar utama kemitraan ini dirancang untuk mencakup berbagai sektor kritis, termasuk ekonomi, lingkungan, pertahanan, dan kesejahteraan sosial.
Salah satu pilar utama yang menjadi fokus adalah penguatan pertumbuhan ekonomi. “Kerja sama ini membuka peluang baru bagi investasi dan ekspor,” jelasnya. Selain itu, pilar iklim, energi, dan lingkungan menawarkan keberlanjutan dalam pembangunan sambil menjaga lingkungan bumi. “Ini penting untuk menghadapi perubahan iklim yang semakin memperparah dampak di daerah pesisir,” tambah Jermey.
Perbaikan Infrastruktur dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Kemitraan ini juga termasuk dalam upaya meningkatkan ketahanan pertahanan dan keamanan, terutama melalui teknologi canggih yang dapat memperkuat kemampuan militer kedua negara. Di sisi lain, pilar pengembangan sumber daya manusia dan masyarakat mencakup program pelatihan serta pembangunan desa-desa nelayan. “Inggris mendukung rencana Indonesia membangun sekitar 1.500 kapal ikan, sekaligus memperbaiki desa-desa nelayan melalui transfer teknologi dan investasi,” kata Jermey.
Program pembangunan desa-desa nelayan diperkirakan akan memberi dampak pada kesejahteraan masyarakat daerah pesisir. Jermey menambahkan bahwa dukungan Inggris dalam hal infrastruktur dan teknologi dapat mengurangi ketergantungan pada impor, sekaligus memastikan hasil laut dijadikan sumber penghidupan yang stabil. “Dengan demikian, sektor perikanan tidak hanya menjadi bagian dari ekonomi nasional, tetapi juga menjadi aset untuk keberlanjutan hidup masyarakat,” tegasnya.
Perayaan King’s Birthday Party dan Tema Kolaborasi
Perayaan King’s Birthday Party yang digelar oleh Kedutaan Besar Inggris di Jakarta pada Rabu malam memperkenalkan tema “UK Celebrates Innovation and Five Years as an ASEAN Dialogue Partner.” Acara ini menjadi momen penting untuk menyoroti komitmen Inggris dalam menjalin hubungan erat dengan Indonesia. Jermey mengatakan bahwa kemitraan ini menunjukkan keinginan Inggris untuk terus mendukung inisiatif ekonomi dan inovasi yang sesuai dengan visi Indonesia.
Dalam penjelasannya, Jermey menekankan bahwa inisiatif kemitraan ini tidak hanya terfokus pada sektor maritim, tetapi juga mencakup berbagai bidang lain. “Kerja sama antara Indonesia dan Inggris adalah upaya untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan,” ujarnya. Ia menilai bahwa dengan menggabungkan keahlian dan sumber daya masing-masing, kedua negara dapat mencapai tujuan yang lebih luas, seperti peningkatan kualitas hidup masyarakat, pembangunan berkelanjutan, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Komitmen kemitraan ini juga diharapkan dapat memberi dampak positif pada ekspor Indonesia, khususnya dalam produk-produk maritim. Jermey menyebutkan bahwa dengan meningkatkan kapasitas industri perkapalan, Indonesia akan memiliki kekuatan untuk menyaingi negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. “Ini adalah langkah awal dalam meningkatkan daya saing ekonomi nasional,” katanya.
Di samping itu, Jermey menyoroti bahwa kemitraan ini menjadi jembatan bagi kolaborasi antara dua negara yang ber
