Qatar tahan imbang Swiss 1-1 lewat gol masa “injury time”

Qatar Tahan Imbang Swiss 1-1 Lebih Banyak Berkat Gol di Masa Injury Time

Qatar tahan imbang Swiss 1 1 lewat – Di Santa Clara, Amerika Serikat, laga Grup B Piala Dunia 2026 antara Qatar dan Swiss berakhir imbang 1-1 setelah gol pembuka dari Boualem Khoukhi pada menit ke-93. Hasil ini memberi dampak besar pada persaingan grup, karena semua tim di kualifikasi sekarang memiliki jumlah poin yang sama setelah pertandingan serupa antara Kanada dan Bosnia-Herzegovina juga berakhir dengan skor identik, demikian dilaporkan oleh situs resmi FIFA. Pertandingan ini tidak hanya menjadi momen krusial dalam babak penyisihan grup, tetapi juga memperlihatkan kekompakan tim-tim yang berlaga di kompetisi paling bergengsi sepak bola dunia.

Pertandingan yang Menentukan

Sejak awal pertandingan, Qatar menunjukkan intensitas tinggi, tetapi Swiss menguasai jalannya pertandingan. Tim asuhan Murat Yakin mencoba menemukan celah di pertahanan Swiss, namun pertahanan lawan yang disiplin membuat mereka kesulitan mencetak gol. Kesalahan Manuel Akanji di menit ke-2 menjadi peluang bagi Edmilson Junior, yang berusaha memanfaatkan situasi tersebut dengan tembakan mengarah ke gawang Gregor Kobel. Namun, kiper Swiss berhasil melakukan penyelamatan dengan tangan dingin, menghentikan serangan Qatar.

Swiss merespons dengan beberapa peluang emas. Dan Ndoye, yang dikenal sebagai pemain sayap berbakat, menciptakan tiga kali insiden di babak pertama, tetapi kegagalan penyelesaian akhir membuatnya tak bisa membawa timnya unggul. Pada menit ke-17, timnas Qatar memecah kebuntuan setelah penalti diberikan oleh wasit setelah Abunada menjatuhkan Remo Freuler di area terlarang. Breel Embolo, yang menjadi algojo penalti, dengan cepat memanfaatkan kesempatan tersebut dan mencetak gol pertama, mengubah skor menjadi 1-0.

Sementara itu, Qatar terus mencoba menekan. Pada babak pertama, Edmilson Junior memiliki peluang emas di menit ke-40, tetapi Kobel kembali melakukan penyelamatan mengagumkan. Kesabaran Qatar akhirnya membuahkan hasil, karena mereka mampu bertahan hingga pertandingan memasuki babak kedua. Di babak kedua, Swiss tampil dominan, terus menekan pertahanan Qatar. Namun, barisan belakang Qatar menunjukkan performa yang solid, menghentikan banyak peluang dari Granit Xhaka dan rekan-rekannya. Meski demikian, Swiss tetap menunjukkan kualitasnya, dengan beberapa tembakan mengancam yang terlewatkan oleh pemain bertahan Qatar.

Kemenangan Terancam di Detik-detik Akhir

Pada menit ke-75, Ruben Vargas memilih menembak dari sudut sempit meski ada opsi mengoper bola kepada rekan setimnya. Tembakan tersebut melesat ke gawang, tetapi masih terlalu lemah untuk merobek kawasan pertahanan Qatar. Saat itu, banyak penggemar Swiss berharap timnya bisa memperoleh kemenangan, tetapi Qatar tetap bersikeras untuk mengubah skor.

Dalam situasi yang semakin menegangkan, Qatar melancarkan serangan terakhir dan berhasil mencetak gol. Boualem Khoukhi, yang berposisi sebagai penyerang, mencetak gol melalui sundulan berkat umpan silang yang sempurna. Gol ini tidak hanya menutup pertandingan dengan skor imbang, tetapi juga memastikan bahwa Qatar tidak akan pulang dengan tangan kosong. Hasil ini menjadi kejutan besar bagi Swiss yang sempat mengungguli Qatar hingga menit ke-92.

Pertandingan ini menunjukkan bahwa Qatar mampu mengatasi tekanan berat di babak akhir. Meski tidak mendominasi permainan sepanjang pertandingan, tim berjuluk “Nati” berhasil meraih satu poin berharga, mengubah skenario kompetisi di Grup B. Sementara itu, Swiss, yang sebelumnya diunggulkan, harus puas dengan hasil imbang yang memicu perdebatan tentang keputusan wasit di masa injury time.

Susunan Pemain dan Impak ke Kejuaraan

Susunan pemain Qatar untuk pertandingan ini adalah: Abunada di posisi kiper, dengan bek Al-Oui, Pedro Miguel, Khoukhi, dan Ahmed di lini pertahanan. Pemain tengah Gaber, Madibo, dan Abdurisag menjadi pilar tengah tim, sementara Edmilson dan Afif berperan di lini depan. Dalam babak kedua, terjadi beberapa substitusi, dengan Alaa, Fathy, dan Boudiaf masuk untuk menggantikan pemain yang kelelahan.

Di sisi lain, Swiss mengandalkan susunan 3-4-3 yang melibatkan Kobel sebagai kiper, Akanji, Elvedi, dan Ricardo Rodríguez di lini belakang. Pemain tengah seperti Zakaria, Freuler, dan Xhaka bermain dominan, sementara Ndoye dan Vargas menjadi ujung tombak. Di menit ke-65, terjadi perubahan susunan dengan Rieder dan Manzambi masuk, memperkuat tekanan di babak kedua.

Hasil imbang ini memicu persaingan ketat di Grup B, karena semua tim sekarang memiliki poin yang sama. Dengan satu poin untuk setiap tim, hasil akhir pertandingan akan sangat bergantung pada pertemuan mendatang antara Kanada, Bosnia-Herzegovina, dan tim lain. Pertandingan Qatar-Swiss menjadi salah satu laga yang paling dinanti, karena hasilnya memengaruhi kemungkinan Qatar mengamankan posisi di babak grup berikutnya. Dalam konteks ini, tahan imbang melawan Swiss memperlihatkan bahwa Qatar mampu beradaptasi dengan tekanan dan menunjukkan mentalitas bertahan yang kuat.

Bagi Qatar, hasil ini menjadi bukti bahwa mereka memiliki potensi untuk mengikuti kompetisi piala dunia. Sementara bagi Swiss, meski mereka hampir meraih kemenangan, gol di masa injury time mengubah keadaan. Dengan skor 1-1, hasil ini memperlihatkan bahwa pertandingan grup bisa