Meeting Results: Mendagri: Parade budaya lokal bangkitkan pariwisata dan ekonomi daerah
Mendagri: Parade Budaya Lokal Bangkitkan Pariwisata dan Ekonomi Daerah
Meeting Results – Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, menjadi sorotan setelah penyelenggaraan acara Parade Tenun yang diadakan di Pelataran Mal Pelayanan Publik Timor-Atambua. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menilai acara ini bukan hanya sebagai bentuk pelestarian seni tradisional, tetapi juga membawa dampak luas terhadap perekonomian dan pengembangan pariwisata daerah. Ia mengungkapkan bahwa parade budaya lokal seperti ini menjadi katalisator utama dalam membangkitkan kehidupan ekonomi, kreativitas, serta daya tarik wisatawan.
Kegiatan yang Diadakan di Belu
Dalam kesempatan yang diadakan pada Jumat, Mendagri menghadiri acara Exotic Tenun: Parade Tenun dan Fashion Show di kawasan pelataran tersebut. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Belu Willybrodus Lay, serta perwakilan dari negara-negara lain seperti Timor-Leste dan Australia. Dalam pidatonya, Mendagri menyampaikan apresiasi tinggi terhadap partisipasi semua pihak dalam menjadikan acara ini sebagai ajang promosi budaya dan ekonomi.
“Saya yakin dengan adanya kegiatan ini, hotel-hotel akan penuh. Penerbangan juga akan penuh. Dengan demikian, restoran mungkin akan penuh pula. Banyak sekali yang bisa dibangkitkan,” ujar Tito dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Dalam wawancara, Mendagri menekankan bahwa kegiatan seperti parade tenun tidak hanya menunjukkan kekayaan budaya lokal, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan ekonomi. Ia menyatakan bahwa sektor pariwisata budaya dapat menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan, terutama jika dibarengi dengan promosi yang intensif. Hal ini bisa melengkapi potensi wisata alam yang sudah ada di daerah Belu, sekaligus menciptakan daya tarik baru yang lebih unik.
Manfaat Parade Tenun untuk Masyarakat
Menurut Mendagri, ada lima manfaat utama yang diperoleh dari acara ini. Pertama, parade tenun membantu mempertahankan seni menenun sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. Bupati Belu Willybrodus Lay menyampaikan bahwa masyarakat Belu memiliki keahlian khusus dalam pembuatan tenun, yang tidak semua daerah di Indonesia memiliki. “Jangan sampai nanti seni tenun kita diambil oleh orang luar negeri. Harus mempertahankan budaya, melalui festival dan acara-acara seperti ini,” kata Mendagri.
Kedua, kegiatan ini mendorong kreativitas para desainer dan seniman. Ia menekankan bahwa para peserta, termasuk siswa dari jenjang SD hingga SMA, menunjukkan inisiatif dalam mengkreasikan pakaian dari bahan tenun. Keempat, acara ini juga menjadi hiburan yang menyegarkan bagi warga setempat. “Biasanya hiburan dari daerah seperti ini berasal dari alam, tetapi kali ini ada hiburan yang lain—musik, fashion show, dan kesempatan bagi para jagoan seni untuk mengaktualisasikan diri,” ujar Mendagri.
Ketiga, festival tenun mampu menggerakkan perekonomian melalui transaksi pembelian produk kerajinan. Peserta parade tidak hanya memamerkan keahlian mereka, tetapi juga mengakui bahwa kerajinan tenun bisa menjadi daya tarik ekonomi bagi masyarakat setempat. “Ini mengundang kreativitas dan keberanian, terutama dari generasi muda,” lanjut Mendagri.
Partisipasi Siswa dan Keterlibatan Lintas Generasi
Salah satu hal yang menarik dari acara ini adalah partisipasi siswa dari berbagai tingkatan pendidikan. Peserta SD dan SMP menunjukkan kepercayaan diri yang luar biasa ketika tampil dengan pakaian buatan lokal. Mendagri menyebutkan bahwa hal ini membantu menciptakan rasa bangga pada orang tua dan institusi pendidikan, karena siswa mampu menampilkan kemampuan mereka di depan publik.
Keempat, acara ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan keahlian seni dan kreativitas. Kedua, dari sisi pariwisata, Mendagri berharap bahwa festival seperti ini bisa menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. “Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat dapat melihat potensi ekonomi yang tersembunyi di balik budaya lokal,” kata Tito. Ia juga menambahkan bahwa paradigma wisatawan semakin berkembang, sehingga acara seperti ini menjadi ajang yang tepat untuk memperkaya pengalaman wisata.
Keempat, acara ini menawarkan hiburan yang tidak biasa bagi masyarakat setempat. Mendagri mengungkapkan bahwa kehadiran fashion show dan pertunjukan musik memberikan dimensi baru dalam aktivitas rekreasi dan sosial. “Ini bisa menjadi tempat bagi para seniman dan desainer untuk menunjukkan karya terbaik mereka,” ujarnya. Selain itu, ia menekankan bahwa parade tenun juga bisa meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri para peserta, terutama generasi muda.
Lebih Jauh tentang Keterlibatan Masyarakat
Selain meninjau stand pameran yang menampilkan kerajinan tenun dan produk UMKM dari masyarakat Belu, Mendagri juga menyoroti peran aktif seluruh lapisan masyarakat dalam kegiatan ini. Dalam sesi wawancara, ia menyampaikan bahwa masyarakat tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pembangunan daerah. “Ini memperlihatkan bahwa kegiatan bud
