New Policy: Buku “Presiden Solusi” ungkap langkah Prabowo perkuat postur hankam

Buku “Presiden Solusi” Torehkan Langkah Strategis Prabowo untuk Perkuat Postur Hankam

New Policy – Dalam upaya meningkatkan kemampuan pertahanan dan keamanan nasional, Presiden Prabowo Subianto menorehkan sejumlah kebijakan yang terungkap melalui buku “Presiden Solusi: Problem Solving Ala Prabowo Subianto.” Buku ini diluncurkan pada Senin di University Club, Jakarta Selatan, dan ditulis oleh tiga penulis, yaitu Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM) M. Qodari, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan Digayuza Setiawan, serta Asisten Khusus Presiden Bidang Analisa Data Strategis Agung Gumilar Saputra. Karya ini menyajikan analisis terperinci tentang tiga masalah utama dalam sistem pertahanan dan keamanan, serta solusi yang telah diambil oleh Presiden dalam 18 bulan terakhir.

Kebijakan Kebangsaan dan Pertahanan

Menurut buku tersebut, Presiden Prabowo mengidentifikasi tiga tantangan utama dalam postur pertahanan dan keamanan (hankam) yang memerlukan tindakan cepat. Problem pertama terkait dengan ketertinggalan TNI Angkatan Udara (TNI AU) dibandingkan negara-negara tetangga. Untuk mengatasi hal ini, Presiden langsung mengambil langkah pembelian pesawat angkut, jet tempur, dan peralatan pendukung terbaik secara masif. Langkah ini mencakup pengadaan pesawat angkut A400 dari Airbus dan jet tempur Rafale dari Dassault Aviation, yang diharapkan mampu meningkatkan kemampuan operasional TNI AU di berbagai skenario pertahanan.

Problem kedua berfokus pada kurangnya jumlah Komando Daerah Militer (Kodam) di 17 provinsi. Solusi yang diusulkan adalah memerintahkan pembangunan 17 Kodam tersebut dengan tahap demi tahap hingga 2029. Dalam upaya ini, Presiden juga menargetkan penambahan anggota TNI baru secara bertahap untuk memperkuat kekuatan pertahanan di daerah-daerah yang rentan terhadap ancaman luar.

Kegiatan Strategis untuk Perkuat Hankam

Masalah ketiga terkait kekurangan kapal patroli oleh TNI Angkatan Laut (TNI AL), yang menjadi perhatian utama dalam pengamanan laut Indonesia. Untuk menangani ini, Presiden menyetujui pembelian kapal patroli dari galangan terbaik dalam dan luar negeri. Salah satu contoh adalah KRI Brawijaya (320), kapal eks Angkatan Laut Italia yang dianggap masih layak untuk dioperasikan. Selain itu, pembelian kapal patroli baru diharapkan dapat memperkuat kehadiran TNI AL di perairan strategis.

Buku ini tidak hanya mengupas tiga problem utama, tetapi juga menyajikan 108 isu besar yang telah dijawab oleh Presiden dalam waktu singkat. Dari jumlah tersebut, 13 tema utama mengemuka, meliputi: pangan, energi dan sumber daya alam, kesehatan, pendidikan, hilirisasi serta industrialisasi, infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, penurunan kemiskinan, pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola kekayaan negara, digitalisasi, serta diplomasi dan hubungan internasional. Setiap tema dijelaskan secara rinci dengan strategi yang diterapkan oleh Presiden dalam memastikan keseimbangan antara kinerja sektor pertahanan dan pembangunan nasional.

Upaya Membangun Kemampuan Hankam

Dalam penjelasannya, buku ini menyoroti kebijakan Prabowo yang menekankan pada penguatan kekuatan militer melalui modernisasi peralatan. Untuk TNI AU, kebijakan ini melibatkan peningkatan kualitas armada dengan memperhatikan efisiensi dan kecepatan respons. Pesawat A400, misalnya, memiliki kemampuan pengangkutan besar dan perangkat pendukung yang canggih, sehingga bisa mendukung operasi militer dan bantuan darurat secara lebih efektif.

Di sisi lain, pengadaan Rafale dari Prancis diharapkan meningkatkan kemampuan tempur TNI AU. Pesawat ini dikenal memiliki sistem radar canggih dan kecepatan tinggi, yang menjadi keunggulan dalam menangani ancaman udara. Selain itu, pembentukan 17 Kodam akan memperkuat koordinasi dan respons cepat di berbagai wilayah Indonesia, terutama daerah yang memiliki potensi konflik atau ancaman teroris. Jumlah anggota TNI yang diperkirakan ditambah hingga 2029 akan memberikan sumber daya manusia yang lebih memadai untuk menjalankan tugas-tugas pertahanan dan keamanan.

Pengembangan Kebijakan Hankam

Langkah modernisasi TNI AL dalam buku ini juga menjadi fokus utama. Kapal patroli yang dibeli dari galangan domestik maupun internasional diharapkan mampu menutupi kekurangan dalam pengamanan laut, termasuk perairan strategis yang sering menjadi sengketa. Contoh nyata adalah KRI Brawijaya (320), yang merupakan kapal perang bekas dari Angkatan Laut Italia. Kapal ini diperkirakan bisa dioperasikan hingga 2029 dan memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia.

Presiden Prabowo menekankan bahwa setiap problem yang dihadapi dalam hankam harus dijawab dengan solusi yang berkelanjutan dan berbasis data. Dalam buku ini, analisis terperinci disajikan untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil tidak hanya mengatasi masalah saat ini, tetapi juga mengantisipasi tantangan di masa depan. Selain itu, upaya pengembangan digitalisasi dan tata kelola kekayaan negara menjadi bagian dari strategi integrasi antara pertahanan dan pembangunan ekonomi, sehingga memperkuat stabilitas nasional secara holistik.

Dalam keseluruhan isu yang disebutkan, buku ini menunjukkan bahwa Presiden Prabowo memiliki visi jangka panjang dalam membangun postur hankam yang tangguh. Dengan membagi 108 problem menjadi 13 tema besar, langkah-langkah ini dirancang untuk memastikan bahwa penyelesaian masalah tidak bersifat terpisah, tetapi saling terkait dan mendukung satu sama lain. Hal ini menegaskan komitmen Prabowo untuk menggabungkan kebijakan pertahanan dengan kebijakan pembangunan, sehingga menciptakan lingkungan yang aman dan makmur bagi rakyat Indonesia.

Buku “Presiden Solusi” juga menyoroti peran diplomasi dalam memperkuat kemitraan internasional untuk mendukung kemampuan hankam. Dengan meningkatkan hubungan dengan negara-negara tetangga dan mitra global, Indonesia diharapkan bisa mengakses teknologi pert