Program MBG diharapkan jadi momentum perkuat industri pengolahan susu

Program Makan Bergizi Gratis Sebagai Peluang Pengembangan Industri Susu Nasional

Program MBG diharapkan jadi momentum perkuat – Jakarta — Inisiatif pemerintah melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipandang memiliki potensi besar untuk mengakselerasi pertumbuhan sektor pengolahan susu di dalam negeri. Manfaat yang diharapkan tidak hanya terbatas pada para produsen keju, namun juga mencakup peternak sapi perah serta koperasi susu yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut pandangan para pelaku industri, adanya dukungan positif dari pemerintah dalam mengembangkan susu domestik akan memberikan dampak signifikan bagi peternak. Selama ini, banyak peternak yang masih bergantung pada penjualan susu mentah sebagai sumber pendapatan utama. Dengan adanya program ini, mereka memiliki kesempatan untuk bergerak lebih jauh ke hulu, yaitu menuju proses pengolahan yang menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi.

Keunggulan Keju sebagai Menu Gizi Anak

Muhammad Najmi, yang dikenal juga sebagai Jamie dan merupakan pendiri Mazaraat Artisan Cheese, menyampaikan pandangannya dalam sebuah diskusi yang ditayangkan melalui kanal YouTube Hendri Satrio Official. Ia menjelaskan bahwa produk olahan susu lokal seperti keju dan mentega layak menjadi pertimbangan dalam penyusunan menu program MBG.

“Kalau ada goodwill untuk mengembangkan susu domestik, peternak tidak hanya bergantung menjual susu mentah. Mereka bisa sampai ke pengolahan, sampai menghasilkan produk yang punya nilai tambah,” ujar Najmi.

Salah satu keunggulan utama keju dibandingkan susu segar adalah aspek kepadatan nutrisi dan daya simpannya. Dalam perbandingan sederhana, mengirim sepuluh kilogram keju dianggap lebih efisien daripada mengirim seratus liter susu. Meskipun volumenya jauh lebih kecil, kandungan nutrisi dalam keju justru lebih tinggi. Sementara susu murni hanya bertahan selama beberapa hari saja, keju memiliki umur simpan yang bisa mencapai satu tahun atau bahkan lebih lama untuk beberapa jenis tertentu.

Pentingnya Keju Natural dalam Program MBG

Ardani Yusuf Prawira, pendiri Naaya Artisan Butter, menambahkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap kualitas bahan pangan terus meningkat. Hal ini membuka peluang bagi produk mentega lokal untuk berkembang lebih pesat. Ia berharap produk-produk semacam ini tidak hanya dipandang sebagai barang premium, tetapi juga menjadi bagian integral dari pengembangan industri susu Indonesia secara keseluruhan.

“Harapannya produk-produk seperti ini bisa semakin dikenal, bukan hanya sebagai produk premium, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan industri susu Indonesia,” kata Ardani.

Di sisi lain, masih terdapat kesalahpahaman di kalangan masyarakat mengenai perbedaan antara keju natural dan keju olahan yang banyak beredar di pasaran. Komposisi keduanya sebenarnya sangat berbeda. Banyak orang terbiasa mengonsumsi keju komersial yang sebenarnya tidak mengandung 100 persen keju murni. Kandungan keju dalam produk komersial tersebut umumnya hanya berkisar antara sepuluh hingga dua puluh persen, sedangkan sisanya merupakan campuran bahan tambahan lainnya.

Najmi menekankan bahwa apabila keju maupun mentega nantinya dimasukkan ke dalam menu MBG, maka produk yang digunakan sebaiknya merupakan produk natural yang dibuat sepenuhnya dari susu. Hal ini penting agar kandungan gizi yang diterima anak-anak tetap optimal. Klaim bahwa seratus gram keju setara dengan satu liter susu hanya dapat diterapkan pada keju natural yang benar-benar diproduksi dari susu, bukan yang dicampur tepung.

“Kalau ada klaim seratus gram keju setara satu liter susu, klaim itu hanya bisa disematkan pada keju natural yang benar-benar diproduksi dari susu, bukan yang dicampur tepung. Jadi kalau nanti keju atau mentega masuk sebagai menu MBG, yang digunakan sebaiknya memang produk yang seratus persen berasal dari susu,” jelas Najmi.

Latar Belakang Perusahaan

Mazaraat Artisan Cheese telah memulai aktivitas produksinya sejak tahun 2015 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sementara itu, Naaya Artisan Butter merupakan kolaborasi antara Najmi dan Ardani yang dikembangkan di Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kedua perusahaan ini memiliki komitmen kuat untuk menghadirkan produk olahan susu berkualitas tinggi yang dapat berkontribusi pada ketahanan pangan dan gizi masyarakat Indonesia.

Dengan mempertimbangkan keju dan mentega sebagai bagian dari menu MBG, pemerintah tidak hanya mendukung program gizi anak, tetapi juga memberikan dorongan positif bagi industri susu nasional. Produk dalam negeri yang telah melalui proses produksi, standardisasi, hingga sertifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan memiliki potensi besar untuk menjadi pilihan utama dalam penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak Indonesia.