Wamenko Pangan tekankan penguatan industri susu dari hulu ke hilir

Wamenko Pangan Tekankan Penguatan Industri Susu dari Hulu ke Hilir

Wamenko Pangan tekankan penguatan industri susu nasional sebagai langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan. Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa pembangunan industri susu harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup seluruh rantai nilai dari hulu hingga hilir. Pernyataan ini disampaikan setelah beliau melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Susu SAE Pujon di Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Kamis, 16 Juli. Kunjungan tersebut menjadi momen penting untuk mengevaluasi kemajuan sektor peternakan dan pengolahan susu di tingkat daerah.

Strategi Penguatan dari Hulu ke Hilir

Pendekatan hulu ke hilir merupakan kunci utama dalam membangun industri susu yang mandiri. Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan bahwa setiap tahap produksi harus diperkuat secara bersamaan, mulai dari pemeliharaan sapi perah, pengumpulan susu segar, proses pengolahan, hingga distribusi ke konsumen. Tanpa sinergi di setiap level, target pengurangan impor susu akan sulit tercapai. Ketergantungan terhadap produk susu impor selama ini menjadi tantangan serius yang perlu diatasi melalui penguatan produksi domestik.

Koperasi Susu SAE Pujon hadir sebagai representasi nyata dari upaya penguatan di tingkat hulu. Lembaga ini berperan vital dalam mengumpulkan susu segar dari peternak lokal dan memastikan kualitas produk yang dihasilkan. Kehadiran Wamenko Pangan di lokasi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung peran koperasi dalam pengembangan industri susu. Dengan dukungan kebijakan dan fasilitas yang memadai, koperasi-koperasi serupa dapat berkembang dan berkontribusi signifikan terhadap swasembada susu nasional.

Tantangan dan Prospek Pengembangan

Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi produsen susu mandiri, namun masih menghadapi berbagai kendala. Efisiensi produksi masih perlu ditingkatkan agar setara dengan negara-negara produsen susu terkemuka. Infrastruktur pendukung seperti cold chain dan teknologi pengolahan juga memerlukan investasi lebih besar. Wamenko Pangan tekankan penguatan industri melalui perbaikan bertahap pada aspek-aspek tersebut, sehingga industri susu dapat bersaing secara global.

Di sisi lain, peluang pengembangan industri susu di Indonesia sangat menjanjikan. Pertumbuhan populasi dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya nutrisi mendorong permintaan produk susu yang terus meningkat. Jika produksi dalam negeri dapat dioptimalkan, tidak hanya ketergantungan impor yang menurun, tetapi juga nilai ekonomi bagi peternak dan pelaku usaha di sektor ini akan meningkat secara signifikan.

Kunjungan ke Koperasi Susu SAE Pujon juga berfungsi sebagai sarana monitoring terhadap efektivitas program-program yang telah dilaksanakan. Dengan memahami kondisi lapangan secara langsung, pemerintah dapat menyusun strategi yang lebih tepat dan responsif. Hal ini sejalan dengan visi Wamenko Pangan untuk memastikan keberlanjutan industri susu nasional dan kemampuannya memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Sebagai penutup, Hanif Faisol Nurofiq mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam memperkuat industri susu nasional. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, koperasi, dan peternak akan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui penguatan produksi susu dari hulu hingga hilir.

(Achmad Saif Hajarani/Andi Bagasela/Ludmila Yusufin Diah Nastiti)