BMKG: 4 kabupaten di Sulawesi Utara kategori Awas kekeringan
Daftar Isi
Peringatan Kekeringan Meteorologis Melanda Sebagian Besar Wilayah Sulawesi Utara
Indocrowdfunding.com – BMKG – Memasuki awal September 2026, sebagian besar wilayah Sulawesi Utara menghadapi ancaman kekeringan yang cukup serius. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menerbitkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis (PDKM) untuk Dasarian I September, yakni rentang tanggal 1 hingga 10 September 2026. Peta peringatan ini mencakup hampir seluruh kabupaten dan kota di provinsi kepulauan tersebut, dengan tingkat kewaspadaan yang bervariasi mulai dari kategori terendah hingga tertinggi.
Keputusan penerbitan peringatan ini didasarkan pada proyeksi curah hujan yang berada jauh di bawah normal untuk periode tersebut. Kondisi atmosfer yang kering, diperkuat oleh hembusan angin kencang, menciptakan lingkungan yang sangat rentan terhadap kebakaran lahan serta penurunan drastis pasokan air bersih bagi masyarakat.
Empat Kabupaten Masuk Kategori Tertinggi
Empat wilayah di Sulawesi Utara ditetapkan pada tingkat peringatan tertinggi, yakni kategori Awas. Keempat daerah tersebut adalah Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, dan Kabupaten Kepulauan Sitaro. Penempatan pada level ini menandakan bahwa potensi kekeringan di kawasan tersebut sangat tinggi dan memerlukan penanganan segera dari pemerintah daerah serta kesiapsiagaan penuh dari warga setempat.
“PDKM kategori Siaga mencakup Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, dan Kabupaten Kepulauan Sitaro,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Manado Sulawesi Utara Aris Yunatas di Manado, Selasa.
Sebelas Empat Daerah pada Kategori Siaga
Di bawah level tertinggi, empat belas kabupaten dan kota lainnya diklasifikasikan pada kategori Siaga. Rincian wilayah yang tercakup meliputi Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kota Kotamobagu, Kota Bitung, Kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Kategori Siaga mengindikasikan bahwa kondisi meteorologis di daerah-daerah tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda kekeringan yang nyata. Masyarakat di kawasan ini perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran, terutama di area perkebunan, lahan kosong, dan permukiman yang berdekatan dengan vegetasi kering.
Sepuluh Daerah pada Kategori Waspada
Tingkat peringatan terendah dalam peta PDKM kali ini adalah kategori Waspada, yang mencakup sepuluh wilayah. Daerah-daerah tersebut terdiri atas Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kota Bitung, Kota Manado, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Tenggara, dan Kabupaten Minahasa Utara.
Walaupun berada pada level terendah, kategori Waspada tetap menjadi pengingat bahwa kondisi cuaca kering sudah mulai terasa. Warga di wilayah-wilayah ini disarankan untuk mulai mengatur ulang pola penggunaan air dan menghindari aktivitas yang dapat memicu percikan api di luar ruangan.
Imbauan dan Langkah Pencegahan bagi Masyarakat
Aris Yunatas menekankan bahwa peringatan dini ini bukan sekadar informasi teknis, melainkan panggilan untuk bertindak. Ia meminta seluruh warga di wilayah terdampak untuk mematuhi rekomendasi yang telah disusun guna menghadapi kondisi meteorologis yang tidak menguntungkan.
“Kami berharap warga mematuhi sejumlah rekomendasi menyikapi kondisi meteorologis di sejumlah kabupaten dan kota,” ajak Aris.
Di antara langkah pencegahan yang paling krusial adalah larangan membakar sampah maupun membuka lahan pertanian dengan cara pembakaran. Pada periode dengan angin kencang dan kelembapan udara yang sangat rendah, api kecil dapat dengan cepat menjalar dan berubah menjadi kebakaran lahan yang sulit dikendalikan. Selain itu, kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan harus dihilangkan sepenuhnya, karena satu puntung yang belum padam total dapat menjadi pemicu kebakaran di area kering.
Aspek lain yang tidak kalah penting adalah pengelolaan air bersih. Dengan prediksi curah hujan yang sangat rendah untuk dasarian tersebut, warga sangat dianjurkan untuk menggunakan air secara bijak dan hemat. Menunda aktivitas yang membutuhkan banyak air, menampung air hujan yang masih tersisa, serta menghindari pemborosan dalam kegiatan sehari-hari merupakan langkah konkret yang dapat dilakukan setiap rumah tangga. Ketersediaan cadangan air untuk kebutuhan minum, memasak, dan sanitasi harus dijaga agar tidak mengalami kekurangan mendadak.
Bagi sektor pertanian dan perkebunan di Sulawesi Utara, periode kekeringan seperti ini membawa konsekuensi langsung terhadap jadwal tanam dan irigasi. Petani di daerah yang masuk kategori Awas maupun Siaga perlu berkoordinasi dengan dinas pertanian setempat untuk menyesuaikan pola tanam dan memastikan akses terhadap sumber air irigasi tetap terjaga.
Akses Informasi Iklim dan Cuaca
BMKG membuka kanal informasi bagi masyarakat yang membutuhkan data lebih rinci terkait prakiraan cuaca, kondisi iklim,
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is BMKG?
BMKG is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does BMKG matter?
BMKG matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.