BPBD Buol imbau warga tetap tenang setelah gempa magnitudo 5,1
Guncangan Gempa 5,1 di Buol: BPBD Minta Warga Tetap Waspada Tanpa Panik
BPBD Buol imbau warga tetap tenang – Kabupaten Buol yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah kembali merasakan guncangan kuat akibat aktivitas seismik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat segera mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat agar tidak terburu-buru dan tetap tenang menghadapi situasi. Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,1 telah mengguncang wilayah tersebut, memicu respons cepat dari berbagai instansi terkait.
Detail Gempa dan Lokasi Episenter
Direktur Gempabumi dan Tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Wijayanto, menyampaikan informasi mengenai waktu terjadinya guncangan. Gempa tersebut terjadi pada pukul 21.05 WIB dengan kedalaman hiposenter mencapai 21 kilometer di bawah permukaan bumi. Hasil pemodelan yang dilakukan menunjukkan bahwa gempa ini termasuk dalam kategori dangkal, sehingga getarannya terasa cukup kuat di permukaan.
Lokasi episenter gempa berada pada koordinat 1,31 derajat Lintang Utara dan 121,36 derajat Bujur Timur. Secara geografis, titik ini terletak di perairan laut sekitar 37 kilometer arah timur laut dari pusat kota Buol. Berdasarkan analisis seismik yang dilakukan, aktivitas subduksi lempeng menjadi penyebab utama terjadinya gempa ini. Mekanisme sumber gempa menunjukkan adanya pergerakan naik geser atau yang dikenal sebagai oblique-thrust.
“Hasil pemodelan menunjukkan gempa yang terjadi merupakan kategori dangkal dan tidak berpotensi tsunami,” ucapnya.
Intensitas Guncangan di Berbagai Wilayah
Berdasarkan peta tingkat guncangan atau shakemap yang diterbitkan BMKG, gempa dirasakan dengan skala intensitas IV MMI di beberapa wilayah. Daerah-daerah yang merasakan getaran tersebut meliputi Karamat, Biau, Lakea, Kota Tolitoli, dan Kota Buol. Intensitas IV MMI menunjukkan bahwa getaran cukup kuat dirasakan oleh banyak orang.
Wijayanto menjelaskan lebih lanjut mengenai dampak yang dirasakan masyarakat pada intensitas tersebut. Getaran cukup kuat sehingga banyak orang di dalam rumah merasakannya dengan jelas. Sebagian orang yang berada di luar rumah juga merasakan guncangan. Selain itu, getaran dapat menyebabkan gerabah pecah, pintu dan jendela berderik, serta dinding berbunyi akibat getaran yang merambat melalui struktur bangunan.
“Pada intensitas tersebut getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah, sebagian orang di luar rumah, serta dapat menyebabkan gerabah pecah, pintu dan jendela berderik, serta dinding berbunyi,” tutur Wijayanto.
Respons BPBD dan Koordinasi Lintas Sektor
Kepala BPBD Buol, Moh Khacfy Mardjuni, melalui keterangan tertulis yang diterima di Palu pada hari Minggu tanggal 12 Juli, menyampaikan pesan penting kepada warga. Ia menekankan bahwa kewaspadaan harus tetap dijaga, namun kepanikan tidak perlu muncul. Hingga pukul 22.40 WITA, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai sektor terkait guna memastikan kondisi pasca-gempa tetap kondusif dan aman bagi masyarakat.
BPBD juga telah mengerahkan tim reaksi cepat atau TRC untuk melakukan kajian cepat terhadap dampak guncangan. Tim ini berkolaborasi erat dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk mengetahui tingkat kerusakan yang terjadi. Moh Khacfy Mardjuni meminta para Kepala Desa membantu proses pendataan apabila ada kerusakan yang terjadi di wilayah masing-masing. Pendataan ini penting untuk mengetahui skala kerusakan dan kebutuhan bantuan yang diperlukan.
“Waspada tetap, namun jangan panik,” kata Kepala BPBD Buol Moh Khacfy Mardjuni melalui keterangan tertulisnya diterima di Palu, Minggu (12/7).
“Kami meminta para Kepala Desa membantu proses pendataan bila ada kerusakan terjadi di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Infrastruktur yang Mengalami Kerusakan
Data sementara yang dihimpun oleh pemerintah setempat menunjukkan sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan akibat guncangan gempa. Kantor Mall Pelayanan Publik tercatat mengalami kerusakan pada beberapa bagian bangunan. Selain itu, sebagian ruang perawatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buol juga terdampak. Kantor Inspektorat dan beberapa rumah warga di Kelurahan Kali juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Kerugian material ini masih dalam tahap pendataan lebih lanjut. BPBD terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan tidak ada korban jiwa dan semua fasilitas publik dapat berfungsi kembali dalam waktu terdekat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
