Metro

Resmi dilantik, ini tujuh arah khidmat PCNU Tangsel periode 2026-2031

khrisna-edit-1786277554-a97d33a551
Foto : Robert Martinez - indocrowdfunding.com
Daftar Isi
  1. PCNU Tangsel Umumkan Tujuh Arah Khidmat Baru untuk Periode 2026-2031
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

PCNU Tangsel Umumkan Tujuh Arah Khidmat Baru untuk Periode 2026-2031

Indocrowdfunding.com – Kota Tangerang Selatan kembali menjadi sorotan dalam dunia keorganisasian Islam Indonesia setelah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama resmi mengumumkan tujuh arah khidmat yang akan menjadi pedoman kerja selama lima tahun ke depan. Pengumuman ini menyusul pelantikan pengurus baru yang dipimpin oleh KH Abdullah Mas’ud atau yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Mas’ud sebagai Ketua Tanfidziyah.

Tujuh arah khidmat tersebut mencakup berbagai aspek penting mulai dari penguatan struktur organisasi, pemberdayaan jamaah, kemandirian ekonomi, revolusi pendidikan, transformasi digital, penguatan pesantren, hingga penegasan peran NU sebagai rumah besar kebangsaan Indonesia. Seluruh arah khidmat ini ditetapkan bersamaan dengan pembacaan baiat yang dipimpin langsung oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Pelantikan dan Baiat Pengurus Baru

Pelantikan pengurus PCNU Tangsel periode 2026-2031 berlangsung di Graha Aswaja II, Kota Tangsel, pada hari Minggu. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dan pejabat daerah termasuk Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie. Pembacaan baiat menjadi momen penting dalam tradisi keorganisasian NU sebagai bentuk komitmen para pengurus terhadap visi dan misi organisasi.

Gus Mas’ud menyampaikan pesan kuat dalam sambutan perdananya usai dilantik. Ia menekankan pentingnya penyatuan tekad dan komitmen seluruh kader untuk terus berkhidmah di PCNU Kota Tangerang Selatan. Menurut beliau, memasuki abad kedua NU, para kader tidak boleh berhenti hanya menjadi pengguna perubahan melainkan harus menjadi pencipta perubahan.

“Kami tidak cukup menjadi user. Kami harus menjadi creator, innovator, dan problem solver,” tutur Gus Mas’ud.

Tiga Agenda Besar Organisasi

PCNU Tangsel telah merumuskan arah khidmat 2026-2031 yang bertumpu pada tiga agenda besar. Pertama, menguatkan jamiyah atau organisasi. Kedua, memberdayakan jamaah. Ketiga, membangun peradaban bangsa. Ketiga agenda ini menjadi fondasi bagi seluruh program kerja yang akan dijalankan selama periode kepemimpinan baru.

Dalam konteks penguatan jamiyah, Gus Mas’ud menekankan bahwa NU yang besar membutuhkan organisasi yang kuat sehingga konsolidasi organisasi menjadi agenda prioritas. Ia menginginkan PCNU Tangsel menjadi organisasi yang modern, profesional, transparan, dan akuntabel, tetapi tetap berakar kuat pada tradisi pesantren dan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.

“Kami ingin membangun PCNU Tangsel menjadi organisasi yang modern, profesional, transparan, akuntabel, tetapi tetap berakar kuat pada tradisi pesantren dan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Modernitas tidak boleh membuat NU kehilangan ruhnya,” kata dia.

Pemberdayaan Jamaah dan Kemandirian Ekonomi

Kedua, untuk pemberdayaan jamaah, kekuatan organisasi dinilai harus dirasakan oleh jamaah sehingga ukuran keberhasilan PCNU bukan berapa banyak kegiatan seremonial, melainkan kemampuan untuk membuat kehidupan jamaah menjadi lebih baik. Pendekatan ini menekankan bahwa organisasi harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ketiga, dalam membangun kemandirian ekonomi, Gus Mas’ud menilai jamiyah yang besar harus memiliki kemandirian finansial. Ia menargetkan lima tahun ke depan sebagai periode serius untuk membangun ekosistem ekonomi NU Tangerang Selatan. Berbagai elemen ekonomi harus dihubungkan mulai dari pengusaha NU, profesional, UMKM, pesantren, koperasi, lembaga keuangan syariah, filantropi, wakaf produktif, dan potensi ekonomi jamaah.

“Karena itu, lima tahun ke depan, kami harus serius membangun ekosistem ekonomi NU Tangerang Selatan. Kami harus menghubungkan pengusaha NU, profesional, UMKM, pesantren, koperasi, lembaga keuangan syariah, filantropi, wakaf produktif, dan potensi ekonomi jamaah,” urai Gus Mas’ud.

Revolusi Pendidikan dan Transformasi Digital

Arah khidmat selanjutnya adalah revolusi pendidikan dan SDM karena abad kedua NU akan ditentukan oleh kualitas manusianya. Gus Mas’ud menginginkan anak-anak NU tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi harus hadir di kampus-kampus terbaik. Hal ini sejalan dengan upaya NU untuk meningkatkan kualitas pendidikan formal dan non-formal di wilayah Tangsel.

Transformasi digital juga menjadi salah satu arah khidmat yang tidak bisa diabaikan. Di era digital, NU harus mampu memanfaatkan teknologi untuk memperluas jangkauan dakwah, pendidikan, dan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini termasuk pengembangan platform digital untuk kegiatan keagamaan, pendidikan, dan ekonomi.

Penguatan Pesantren dan Peran Kebangsaan

Aswaja dan pesantren tetap menjadi pilar utama dalam arah khidmat PCNU Tangsel. Gus Mas’ud menegaskan bahwa pesantren harus tetap menjadi jantung peradaban NU. Majelis taklim harus hidup, Lailatul Ijtima’ harus kuat, dan tradisi keagamaan harus diwariskan kepada generasi mendatang.

“Pesantren harus tetap menjadi jantung peradaban NU. Majelis taklim harus hidup. Lailatul Ijtima’ harus kuat. Tradisi keagamaan harus diwariskan. Sanad keilmuan harus dijaga. Aswaja An-Nahdliyah harus terus ditanamkan kepada generasi muda,” katanya.

Selain itu, NU juga dituntut untuk terus memperkuat perannya sebagai rumah besar kebangsaan. Hal ini penting mengingat NU telah lama berkontribusi dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini.

Dukungan Pemda Tangsel

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie memberikan apresiasi terhadap kontribusi NU sebagai ormas keagamaan terbesar. Ia mengatakan NU telah memberikan kontribusi tidak hanya sebagai penjaga Islam tapi juga menjaga kebangsaan dan harmoni sosial.

“Pemkot meyakini pembangunan tak hanya fisik tapi juga karakter masyarakat, SDM dan spiritual masyarakat. Kami harap sinergi akan terjalin erat dalam berbagai program pembangunan pendidikan kesehatan, pembinaan generasi muda dan kemasyarakatan,” kata dia.

Dukungan pemerintah daerah ini diharapkan dapat memperkuat implementasi tujuh arah khidmat PCNU Tangsel. Sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah akan menjadi kunci keberhasilan pembangunan di berbagai sektor.

Implikasi dan Masa Depan

Pengumuman tujuh arah khidmat PCNU Tangsel periode 2026-2031 ini memiliki implikasi luas bagi masyarakat Tangerang Selatan. Dengan pendekatan yang holistik dan terintegrasi, PCNU Tangsel diharapkan dapat menjadi model organisasi keagamaan yang modern namun tetap berakar pada tradisi. Hal ini akan memberikan manfaat tidak hanya bagi jamaah NU, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Tangsel dalam berbagai aspek kehidupan.

Periode lima tahun ke depan akan menjadi masa penting bagi PCNU Tangsel untuk membuktikan komitmen dan kemampuannya dalam menjalankan tujuh arah khidmat tersebut. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah, PCNU Tangsel optimis dapat mencapai visi dan misinya untuk menjadi organisasi yang kuat, mandiri, dan relevan di era modern.

Frequently Asked Questions

What is Resmi dilantik ini tujuh arah khidmat?

Resmi dilantik ini tujuh arah khidmat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Resmi dilantik ini tujuh arah khidmat matter?

Resmi dilantik ini tujuh arah khidmat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Robert Martinez - indocrowdfunding.com

Robert Martinez - indocrowdfunding.com

Robert Martinez adalah business development specialist yang berfokus pada kolaborasi antara sektor bisnis dan sosial. Ia telah membantu banyak organisasi membangun kemitraan strategis untuk mendukung kampanye crowdfunding. Di IndoCrowdfunding, Robert membahas peluang kolaborasi dan model pendanaan inovatif.