Prabowo nilai NU institusi bersejarah dan berjasa besar bagi Indonesia
Daftar Isi
Prabowo Nilai NU Institusi Bersejarah: Pesan Patriotisme di Muktamar ke-35
Indocrowdfunding.com – Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan organisasi yang memiliki akar sejarah panjang dan kontribusi besar terhadap kemerdekaan Indonesia. Dalam pidato pembukaannya di Muktamar ke-35 NU, Prabowo nilai NU institusi bersejarah yang perannya tidak dapat dipisahkan dari perjuangan bangsa. Ia menyoroti lagu “Syubbanul Wathon” sebagai bukti konkret semangat patriotik yang telah diwariskan organisasi tersebut sejak era pra-kemerdekaan.
“Nahdlatul Ulama adalah institusi yang bersejarah, yang sangat besar jasanya dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Bukti yang jelas adalah lagu Syubbanul Wathon yang sekarang menjadi lagunya Nahdlatul Ulama,” ujar Prabowo di hadapan ribuan peserta muktamar.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Prabowo secara resmi membuka Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Kamis. Presiden menekankan bahwa lagu ciptaan KH Abdul Wahab Chasbullah itu lahir belasan tahun sebelum Proklamasi Kemerdekaan, ketika bentuk negara yang hendak dibangun masih belum terdefinisi dengan jelas. Bagi Prabowo, keberanian para pemimpin religius merumuskan visi kebangsaan melalui karya seni pada masa itu merupakan warisan yang patut dihormati.
Makna Lirik dan Cita-Cita Kebangsaan
Prabowo menjelaskan bahwa lirik Syubbanul Wathon mengandung aspirasi agar bangsa Indonesia mampu bangkit dan berdiri sejajar dengan negara-negara lain di dunia. Ia mengaitkan pesan tersebut dengan prinsip keadilan dan kemakmuran sebagai dua pilar kebangsaan yang saling melengkapi.
“Bangsa yang terhormat adalah bangsa yang adil dan makmur. Tidak ada bangsa yang dihormati kalau dia tidak makmur, dan tidak ada kemakmuran tanpa keadilan,” tegas Kepala Negara.
Prabowo kemudian menyampaikan rasa bangganya terhadap NU serta mengucapkan selamat bermuktamar kepada salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia. Ia menutup sambutan singkatnya dengan pesan agar forum permusyawaratan tertinggi NU berjalan lancar dan produktif.
Dalam prosesi pembukaan, Presiden didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua Panitia Muktamar Ke-35 NU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Ketua Umum PBNU H. Yahya Cholil Staquf, Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, serta Pengasuh PP Bahrul Ulum KH. M. Hasib Wahab Hasbullah. Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug, dilanjutkan dengan penyerahan serban hijau dari Rais Syuriyah PBNU KH. Ali Akbar Marbun kepada Presiden.
Muktamar Ke-35 NU berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 dan menjadi ruang konsolidasi warga NU untuk merumuskan agenda organisasi serta merespons tantangan keumatan, kebangsaan, dan dinamika zaman. Kehadiran Presiden dalam acara ini menegaskan posisi NU sebagai pilar sosial-keagamaan yang terus relevan dalam kehidupan berbangsa.
FAQ: Prabowo Nilai NU Institusi Bersejarah
Di mana Prabowo menyampaikan pidato tentang peran sejarah NU? Pernyataan tersebut diucapkan saat pembukaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Lagu apa yang disebut Prabowo sebagai bukti jasa NU? Prabowo merujuk pada lagu “Syubbanul Wathon” ciptaan KH Abdul Wahab Chasbullah, yang menurutnya mencerminkan semangat patriotik NU sejak belasan tahun sebelum kemerdekaan.
Kapan Muktamar ke-35 NU digelar? Muktamar berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 dan menjadi forum tertinggi NU untuk membahas arah organisasi serta isu strategis kebangsaan.