Internasional

BRICS desak upaya lebih besar dalam penyelesaian konflik dunia

IMG_4BB269CCB134-1_1
Foto : Rachmat Razi - indocrowdfunding.com
Daftar Isi
  1. BRICS Tekankan Diplomasi untuk Meredakan Konflik Global
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

BRICS Tekankan Diplomasi untuk Meredakan Konflik Global

Indocrowdfunding.com – Para pemimpin BRICS menyerukan penguatan langkah diplomasi dan pencegahan konflik di tengah situasi keamanan dunia yang memburuk, termasuk perang di Iran dan Ukraina serta kekerasan yang masih berlangsung di Jalur Gaza. Sikap bersama itu disepakati dalam Deklarasi New Delhi pada hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi BRICS yang digelar selama dua hari di ibu kota India, Sabtu.

Dalam pernyataan tersebut, negara-negara anggota BRICS memandang bahwa dunia saat ini menghadapi polarisasi dan rasa saling tidak percaya yang semakin kuat. Karena itu, penanganan ancaman keamanan dinilai perlu mengutamakan jalur politik dan diplomatik agar potensi benturan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

“Kami mendorong peran aktif organisasi regional dalam pencegahan dan penyelesaian konflik serta mendukung semua upaya yang berkontribusi pada penyelesaian krisis secara damai.”

Seruan itu menempatkan pencegahan sebagai unsur penting, bukan sekadar respons setelah konflik meletus. BRICS menilai penanganan akar persoalan perlu menjadi bagian dari setiap usaha perdamaian. Dalam konteks ini, organisasi regional juga didorong untuk mengambil peran lebih aktif dalam membantu meredakan ketegangan di wilayahnya masing-masing.

Penolakan terhadap pemindahan paksa warga Gaza

Isu Palestina menjadi salah satu perhatian utama dalam deklarasi tersebut. BRICS menyampaikan keprihatinan mendalam atas kekerasan yang tetap terjadi di Gaza, meskipun kesepakatan gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober 2025.

Blok tersebut secara tegas menolak kebijakan atau langkah yang diarahkan untuk memindahkan warga Palestina secara paksa dari Jalur Gaza. Para pemimpin BRICS juga menaruh perhatian pada pengaturan yang berpotensi mengurangi hak-hak rakyat Palestina atau memberi pembenaran bagi pendudukan yang berlangsung lebih lama.

“Kami menegaskan kembali bahwa penyelesaian yang adil dan langgeng atas konflik Israel-Palestina hanya dapat dicapai melalui cara-cara damai dan bergantung pada pemenuhan hak-hak sah rakyat Palestina, termasuk hak untuk menentukan nasib sendiri dan kembali.”

Pernyataan itu menegaskan kembali posisi BRICS bahwa perdamaian tidak cukup dicapai melalui penghentian kekerasan sementara. Penyelesaian yang berkelanjutan, dalam pandangan kelompok tersebut, harus disertai pemenuhan hak-hak yang dinilai melekat pada rakyat Palestina.

BRICS turut menolak tindakan sepihak yang dapat mengubah kedudukan hukum maupun sejarah Yerusalem yang diduduki. Kota tersebut memiliki arti penting bagi berbagai komunitas agama, sehingga penghormatan terhadap situs keagamaan dan tempat-tempat suci dipandang perlu dijaga secara penuh.

“Kami menyerukan penghormatan penuh terhadap kesucian seluruh situs keagamaan dan tempat suci di kota tersebut serta hak semua orang untuk mengakses dan menjalankan ritual keagamaan tanpa hambatan.”

Perhatian pada Lebanon dan perlindungan personel PBB

Selain Gaza, deklarasi itu membahas keadaan di Lebanon. BRICS mengecam serangan terhadap fasilitas maupun personel Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon, atau UNIFIL. Misi ini bertugas di wilayah tersebut dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Serangan terhadap personel dan fasilitas UNIFIL dinilai sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional. Penegasan ini mencerminkan perhatian BRICS terhadap perlindungan lembaga internasional dan petugas yang menjalankan mandat perdamaian di daerah konflik.

Bagi masyarakat sipil, keberadaan perlindungan hukum internasional dan lembaga penjaga perdamaian memiliki arti besar. Ketika fasilitas sipil, petugas internasional, atau tempat ibadah berada dalam ancaman, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pihak yang berkonflik, tetapi juga oleh warga yang membutuhkan keamanan dan akses terhadap kebutuhan dasar.

Risiko nuklir dan keselamatan infrastruktur sipil

Deklarasi New Delhi juga menyoroti meningkatnya risiko konflik nuklir. BRICS menyerukan kemajuan dalam perlucutan senjata, pengendalian persenjataan, serta upaya mencegah penyebaran senjata nuklir. Kekhawatiran ini muncul ketika sejumlah konflik bersenjata berlangsung bersamaan dan ketegangan geopolitik melibatkan banyak kawasan.

Para pemimpin BRICS menyatakan keprihatinan serius atas serangan yang dilakukan secara sengaja terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas nuklir yang digunakan untuk tujuan damai. Fasilitas semacam itu membutuhkan perlindungan khusus karena gangguan terhadap keselamatan dan keamanannya dapat membawa risiko besar bagi manusia maupun lingkungan.

“Pengamanan, keselamatan, dan keamanan nuklir harus selalu dijunjung, termasuk dalam konflik bersenjata, untuk melindungi manusia dan lingkungan dari bahaya.”

Penekanan pada keselamatan nuklir memperluas pembahasan BRICS melampaui kepentingan politik antarnegara. Risiko dari kerusakan atau serangan terhadap fasilitas nuklir dapat berdampak lintas batas, sehingga perlindungannya menjadi kepentingan bersama bagi masyarakat internasional.

Melalui deklarasi ini, BRICS menegaskan dorongan agar konflik-konflik yang berlangsung tidak ditangani dengan tindakan sepihak atau kekerasan yang semakin memperbesar penderitaan warga sipil. Pesan utamanya adalah kebutuhan akan diplomasi yang lebih aktif, penghormatan terhadap hukum internasional, perlindungan terhadap penduduk sipil, serta penyelesaian damai yang mempertimbangkan hak-hak pihak yang terdampak konflik.

Frequently Asked Questions

What is BRICS desak upaya lebih besar?

BRICS desak upaya lebih besar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BRICS desak upaya lebih besar matter?

BRICS desak upaya lebih besar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Rachmat Razi - indocrowdfunding.com

Rachmat Razi - indocrowdfunding.com

Rachmat Razi adalah praktisi digital marketing dan penggiat gerakan sosial di Indonesia. Ia memiliki pengalaman dalam mengelola kampanye donasi berbasis komunitas dan memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan. Di IndoCrowdfunding, Rachmat menulis tentang strategi lokal, perilaku donatur Indonesia, dan tips kampanye efektif.