Bisnis

Dharma Jaya bidik sektor komersial untuk kurangi ketergantungan

IMG_20260930_172045
Foto : Emily Garcia - indocrowdfunding.com
Daftar Isi
  1. Dharma Jaya Perkuat Bisnis Komersial untuk Menopang Ketahanan Pangan Jakarta
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Dharma Jaya Perkuat Bisnis Komersial untuk Menopang Ketahanan Pangan Jakarta

Indocrowdfunding.com – Perumda Dharma Jaya tengah memperluas basis usaha komersial agar tidak terlalu bergantung pada penugasan pemerintah, sambil tetap menjalankan perannya dalam menjaga pasokan pangan bagi warga Jakarta. Langkah tersebut diarahkan untuk membangun perusahaan yang lebih mandiri dan memperkuat rantai penyediaan protein hewani bagi ibu kota.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman menyampaikan bahwa perubahan komposisi bisnis menjadi bagian penting dari strategi perusahaan. Kegiatan yang berasal dari penugasan pemerintah sebelumnya mencapai sekitar 90 persen, terutama terkait penyediaan pangan bersubsidi bagi kelompok masyarakat rentan. Kini, porsi itu telah turun menjadi kurang lebih 60 persen.

“Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kemandirian perusahaan sekaligus memperkuat peran Dharma Jaya dalam mendukung ketahanan pangan di Jakarta,” kata Radit di Jakarta, Rabu.

Dengan susunan saat ini, sekitar 40 persen aktivitas Dharma Jaya telah ditopang oleh sektor komersial. Perusahaan ingin terus menambah kontribusi dari lini tersebut sehingga pendapatan tidak hanya bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta.

Pengalaman pada masa pandemi COVID-19 menjadi salah satu alasan perusahaan mempercepat penguatan bisnis mandiri. Saat penugasan pemerintah sempat dihentikan, kondisi itu menunjukkan pentingnya sumber pendapatan yang lebih beragam dan tidak sepenuhnya bergantung pada kebijakan penugasan.

“Waktu COVID-19, tiba-tiba penugasan diberhentikan. Kita sempat kalang kabut juga. Tapi sekarang dari sisi penugasan dan komersial sudah mulai berjarak dan perlahan bisa kita amankan,” ujarnya.

Kebutuhan Daging Jakarta Jadi Ruang Pertumbuhan

Potensi pasar pangan di Jakarta menjadi landasan utama bagi ekspansi tersebut. Kebutuhan daging di ibu kota dalam situasi normal diperkirakan mencapai sekitar 6.000 ton setiap bulan. Pada periode tertentu, terutama menjelang dan selama hari besar keagamaan, volumenya dapat meningkat menjadi 6.500 hingga 7.000 ton. Dalam kondisi tertentu, kebutuhan bahkan dapat menyentuh sekitar 7.500 ton per bulan.

Permintaan yang besar itu membuka ruang bagi Dharma Jaya untuk memperluas kegiatan usaha secara menyeluruh, bukan hanya menjual produk kepada konsumen akhir. Perusahaan melihat peluang dari tahap pengadaan ternak, penggemukan sapi, pengolahan produk, hingga penyaluran ke berbagai saluran pasar di Jakarta.

Penguatan sistem dari hulu sampai hilir dinilai penting karena Jakarta memiliki sekitar 10,5 juta penduduk. Kota dengan jumlah penduduk besar membutuhkan pasokan bahan pangan yang konsisten, khususnya daging dan produk protein hewani. Ketahanan pangan tidak berhenti pada tersedianya komoditas di pasar, tetapi juga bergantung pada kemampuan menjaga jalur pasok, pengolahan, serta distribusi secara berkelanjutan.

“Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan komoditas, tetapi juga kemampuan pemerintah daerah dan BUMD membangun sistem pangan yang lebih mandiri,” ujarnya.

Rencana Pengembangan Kawasan Ciangir

Salah satu rencana yang sedang didorong ialah pembangunan fasilitas usaha di kawasan Ciangir, Banten. Dharma Jaya berencana memanfaatkan lahan seluas 15 hektare milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di wilayah tersebut untuk mendukung pengembangan bisnis yang terintegrasi.

Ketersediaan lahan yang luas memberi peluang bagi perusahaan untuk membangun fasilitas pendukung pada sejumlah tahap usaha. Akses menuju kawasan itu juga dinilai relatif memadai karena dapat ditempuh melalui jalur darat dan jalan tol dari Jakarta. Dengan dukungan lokasi tersebut, perusahaan melihat kemungkinan untuk membentuk rangkaian kegiatan usaha yang lebih efisien.

“Ini merupakan peluang yang sangat luar biasa. Kita bisa melakukan pembangunan dari mulai pekerjaan, kemudian penggemukan, pengolahan sampai distribusi,” katanya.

Pengembangan kawasan Ciangir dapat menjadi salah satu unsur penting dalam upaya Dharma Jaya memperbesar kapasitas bisnis komersial. Bila rantai usaha dapat tersambung dari pengadaan hingga distribusi, perusahaan memiliki ruang lebih besar untuk menjaga kesinambungan pasokan sekaligus mengelola nilai ekonomi dari setiap tahap kegiatan.

Dorongan untuk Masuk Pasar Horeka

Rencana perluasan bisnis Dharma Jaya juga memperoleh dukungan dari Legislator Komisi B DPRD DKI Jakarta Ahmad Lukman Jupiter. Ia berharap perusahaan daerah itu dapat mengembangkan lebih banyak lini usaha, termasuk menjadi pemasok bagi hotel, restoran, dan kafe atau sektor Horeka.

Pasar tersebut dinilai masih banyak dikuasai pelaku swasta. Kehadiran Dharma Jaya di dalamnya diharapkan dapat menumbuhkan persaingan yang sehat sekaligus meningkatkan kemampuan perusahaan menghasilkan pendapatan. Peningkatan kinerja bisnis juga berpotensi memperbesar kontribusi kepada pendapatan daerah melalui dividen.

“Saat ini masih banyak dikuasai swasta. Saya ingin Perumda Dharma Jaya juga dapat bersaing dengan sehat agar pendapatan perusahaan semakin meningkat dan memberikan kontribusi maksimal pendapatan daerah melalui dividen,” ujarnya.

Presidium Lintas Generasi Aktivis Pro Jakarta, M Syaiful Jihad, turut menyatakan dukungan agar Dharma Jaya terus meningkatkan layanan publik serta memperluas kegiatan bisnisnya. Ia mendorong perubahan status perusahaan menjadi Perseroda, yang disertai dengan penambahan penyertaan modal daerah untuk mendukung inovasi dan peningkatan layanan.

“Kami mendukung Perumda Dharma Jaya untuk ditingkatkan statusnya menjadi Perseroda,” tegasnya.

Syaiful juga mengapresiasi kepemimpinan Raditya Endra Budiman yang telah menjabat Direktur Utama Perumda Dharma Jaya selama tujuh tahun. Ia menilai perusahaan daerah tersebut telah menunjukkan perubahan kinerja, dari kondisi yang sebelumnya merugi hingga mampu memberikan dividen. Penguatan bisnis komersial, pemanfaatan fasilitas baru, dan perluasan pasar menjadi agenda yang diharapkan dapat menjaga tren positif tersebut sambil memastikan kebutuhan pangan Jakarta tetap terpenuhi.

Frequently Asked Questions

What is Dharma Jaya bidik sektor komersial?

Dharma Jaya bidik sektor komersial is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Dharma Jaya bidik sektor komersial matter?

Dharma Jaya bidik sektor komersial matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Emily Garcia - indocrowdfunding.com

Emily Garcia - indocrowdfunding.com

Emily Garcia adalah penulis dan peneliti di bidang filantropi digital dan perilaku donatur. Ia memiliki pengalaman dalam riset sosial yang berfokus pada motivasi berbagi dan tren donasi online. Kontennya di IndoCrowdfunding banyak mengulas psikologi donasi, storytelling dalam kampanye, serta cara membangun kepercayaan publik.