Bisnis

Kemenekraf pacu 46 jenama untuk ekspor ke pasar global lewat TEI 2026

1000495305
Foto : Charles Hernandez - indocrowdfunding.com
Daftar Isi
  1. Kemenekraf Dorong 46 Jenama Lokal Menembus Pasar Ekspor melalui TEI 2026
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Kemenekraf Dorong 46 Jenama Lokal Menembus Pasar Ekspor melalui TEI 2026

Indocrowdfunding.com – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) membawa 46 jenama binaan ke Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan produk kreatif Indonesia di pasar internasional. Kehadiran puluhan jenama ini diarahkan bukan hanya untuk memperkenalkan produk, melainkan membangun peluang transaksi ekspor yang dapat berlangsung secara berkelanjutan.

TEI 2026 digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 14–18 Oktober 2026. Pameran tersebut memasuki penyelenggaraan ke-41 dan menjadi ruang pertemuan bagi pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli serta mitra bisnis dari berbagai negara.

Dalam ajang ini, Kemenekraf menyiapkan tiga booth untuk menampilkan produk dari subsektor kriya, kuliner, dan fesyen. Sebanyak 18 jenama kriya, 16 jenama kuliner, serta 12 jenama fesyen ikut mengambil bagian. Seluruh peserta merupakan jenama yang telah mendapat pembinaan melalui program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia atau ASIK.

Fokus pada transaksi ekspor yang berkelanjutan

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa penguatan kehadiran jenama lokal di pasar global perlu diarahkan pada hasil bisnis yang nyata dan berjangka panjang. Program ASIK serta keikutsertaan dalam TEI 2026 diposisikan sebagai langkah untuk memperbaiki kesiapan ekspor, memperluas akses kepada pembeli internasional, dan membantu jenama Indonesia berkembang menjadi pemain global.

“Target kita bukan sekadar memperkenalkan produk kreatif Indonesia ke pasar global, tetapi memastikan produk tersebut mampu menghasilkan transaksi ekspor yang berkelanjutan. Melalui Program ASIK dan Partisipasi Trade Expo Indonesia 2026 yang merupakan salah satu langkah strategis dalam memperkuat kesiapan ekspor, membuka akses ke pembeli internasional, serta mendorong jenama lokal tumbuh menjadi pemain global,” ujarnya.

Partisipasi Kemenekraf dalam TEI 2026 juga menjadi bagian dari kerja sama dengan Kementerian Perdagangan untuk memperlebar akses pasar internasional bagi produk kreatif Indonesia. Bagi pelaku usaha, akses tersebut penting karena ekspor tidak hanya berkaitan dengan penjualan satu kali, tetapi juga kesiapan memenuhi permintaan, menjaga kualitas, serta membangun hubungan dagang yang berkelanjutan.

Amerika Serikat menjadi tujuan utama ekspor ekonomi kreatif

Potensi pasar global terlihat dari nilai ekspor ekonomi kreatif Indonesia sepanjang Januari hingga April 2026. Data Badan Pusat Statistik yang diolah Kemenekraf menunjukkan Amerika Serikat menjadi negara tujuan utama dengan nilai ekspor mencapai 3,31 miliar dolar AS.

Fesyen memberi kontribusi terbesar dengan nilai 2,80 miliar dolar AS. Sektor kriya menyusul senilai 480 juta dolar AS, sementara ekspor kuliner tercatat mencapai 15,55 juta dolar AS. Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa produk berbasis desain, keahlian tangan, dan identitas budaya memiliki ruang di pasar internasional.

Meski nilai ekspor kuliner dalam data ekonomi kreatif tersebut masih lebih kecil dibandingkan fesyen dan kriya, subsektor ini memiliki peluang yang besar. Produk pangan Indonesia didukung oleh bahan baku lokal, ragam rempah, karakter rasa yang beragam, serta cerita budaya Nusantara yang dapat menjadi pembeda di pasar luar negeri.

Peluang besar produk pangan Indonesia

Nilai ekspor produk pangan Indonesia ke pasar dunia pada 2025 mencapai sekitar 59,04 miliar dolar AS. Amerika Serikat merupakan pasar terbesar kedua bagi produk pangan Indonesia setelah Tiongkok. Pada tahun yang sama, ekspor pangan Indonesia ke Amerika Serikat bernilai 5,97 miliar dolar AS.

Angka itu naik 14,06 persen dibandingkan capaian 2024 yang sebesar 5,23 miliar dolar AS. Nilainya setara dengan sekitar 10,1 persen dari keseluruhan ekspor pangan Indonesia ke pasar dunia. Capaian tersebut menunjukkan pentingnya pasar Amerika Serikat bagi perluasan produk makanan dan minuman Indonesia yang siap memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

Untuk pelaku jenama kuliner, peluang ekspor tidak semata-mata terletak pada cita rasa produk. Kemasan, ketahanan produk, konsistensi mutu, kepatuhan terhadap standar pasar, dan kesiapan distribusi turut menentukan kemampuan sebuah jenama untuk bertahan di pasar internasional. Karena itu, pembinaan ekspor menjadi bagian penting dari pengembangan usaha kreatif.

ASIK memperkuat kesiapan jenama lokal

Jenama kriya dan kuliner yang tampil di TEI 2026 berasal dari peserta ASIK batch 2 dan batch 3. Adapun jenama fesyen merupakan binaan ASIK batch 1 serta batch 2. Program tersebut dirancang untuk mendukung kesiapan ekspor, memperluas jaringan usaha, dan membuka peluang hubungan langsung dengan pembeli dari luar negeri.

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu, menyampaikan bahwa partisipasi dalam TEI merupakan bentuk komitmen pemerintah agar produk ekonomi kreatif Indonesia semakin dekat dengan pasar dunia.

“Kami ingin memastikan bahwa kreativitas dan kekayaan budaya Indonesia dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi melalui perluasan akses pasar, peningkatan jejaring bisnis dan peluang ekspor,” ujar Yuke.

Pengembangan ekspor ekonomi kreatif membutuhkan dukungan lintas kementerian dan lembaga. Pelaku usaha perlu meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat mutu barang dan kemasan, memenuhi persyaratan pasar, serta memperoleh akses terhadap promosi, pembiayaan, dan jaringan distribusi. Rangkaian dukungan yang terhubung dapat membantu jenama lokal mengubah potensi kreatif menjadi kegiatan usaha yang lebih siap bersaing.

Melalui TEI 2026, Kemenekraf berharap lebih banyak jenama Indonesia mampu memperluas pasar, meningkatkan nilai ekonomi dari kreativitas dan budaya, serta membangun transaksi ekspor yang berkelanjutan di tengah persaingan global.

Frequently Asked Questions

What is Kemenekraf pacu 46 jenama untuk ekspor?

Kemenekraf pacu 46 jenama untuk ekspor is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kemenekraf pacu 46 jenama untuk ekspor matter?

Kemenekraf pacu 46 jenama untuk ekspor matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Charles Hernandez - indocrowdfunding.com

Charles Hernandez - indocrowdfunding.com

Charles Hernandez merupakan analis keuangan dan spesialis investasi berbasis komunitas. Dengan latar belakang di bidang financial planning dan venture philanthropy, ia aktif membimbing organisasi dalam merancang model pendanaan berkelanjutan. Tulisan Charles di IndoCrowdfunding banyak membahas strategi menarik investor, transparansi dana, serta pengelolaan keuangan dalam kampanye donasi.