DPR: Prioritaskan keselamatan warga hingga satwa saat tangani karhutla
Daftar Isi
DPR Dorong Keselamatan Warga dan Satwa Jadi Prioritas Penanganan Karhutla
Indocrowdfunding.com – DPR – Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina meminta pemerintah menempatkan keselamatan masyarakat serta perlindungan satwa liar sebagai prioritas dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Menurut DPR, upaya menghadapi karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api, karena dampaknya menjalar pada kesehatan warga, aktivitas ekonomi, dan keberlangsungan ekosistem.
Selly menyampaikan bahwa kebakaran hutan dan lahan menghilangkan lebih dari sekadar pepohonan dan area vegetasi. Karhutla dapat menghancurkan habitat, mengurangi sumber pakan, serta menghilangkan ruang hidup satwa liar. Karena itu, penanganannya perlu melihat kerusakan ekologis secara menyeluruh, termasuk langkah pemulihan setelah api berhasil dikendalikan.
“Yang terbakar bukan hanya pohon dan lahan. Ada habitat yang hilang, sumber pakan yang musnah, dan satwa liar yang kehilangan ruang hidupnya,” ujar Selly.
Dampak Karhutla bagi Kesehatan dan Keanekaragaman Hayati
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat VIII tersebut menilai karhutla menimbulkan dampak berlapis. Asap kebakaran dapat membahayakan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan. Di sisi lain, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat juga dapat terganggu ketika kualitas udara memburuk dan wilayah terdampak berada dalam kondisi darurat.
Bagi satwa liar, kebakaran dapat menghilangkan vegetasi yang berfungsi sebagai tempat berlindung, berkembang biak, dan mencari makan. Kondisi itu dapat mendorong satwa berpindah ke kawasan permukiman, terjebak di area yang dikepung api, atau mengalami gangguan akibat asap. DPR menilai perlindungan keanekaragaman hayati perlu menjadi bagian yang terintegrasi dalam strategi penanggulangan karhutla.
Langkah tersebut dapat dilakukan melalui pemetaan kawasan ekologis yang rentan terhadap kebakaran, penyelamatan satwa yang terdampak, serta pemulihan habitat setelah kebakaran. Dengan pendekatan ini, penanganan tidak berhenti pada fase darurat, melainkan dilanjutkan dengan upaya menjaga keseimbangan lingkungan dan mencegah dampak jangka panjang bagi ekosistem.
Perlindungan Warga dan Respons Pemerintah
Selain pemulihan lingkungan, Selly menekankan perlunya perlindungan langsung bagi masyarakat yang terdampak asap. Pemerintah perlu memastikan tersedianya layanan kesehatan, informasi yang cepat dan jelas, serta kepastian evakuasi bagi warga yang berada di kawasan berbahaya. Kelompok rentan membutuhkan perhatian khusus agar risiko kesehatan akibat paparan asap dapat ditekan.
Ia juga menilai pemerintah daerah harus memperoleh tambahan kapasitas dan respons yang cepat ketika menghadapi situasi yang semakin berat. Bantuan personel, peralatan pemadaman, logistik, dan layanan kesehatan perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan, bukan menunggu perdebatan mengenai status penanganan selesai.
“Warga yang terpapar asap membutuhkan layanan kesehatan, kelompok rentan membutuhkan perlindungan, dan masyarakat di kawasan berbahaya membutuhkan kepastian evakuasi. Itu kewajiban negara,” kata Selly.
DPR menegaskan bahwa penetapan status bencana nasional dan pengerahan bantuan pemerintah pusat tidak seharusnya dipertentangkan. Dukungan pemerintah pusat dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan penanganan serta kemampuan daerah dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan.
Evaluasi Menyeluruh untuk Menentukan Kebutuhan Penanganan
Menurut Selly, pemerintah perlu mengevaluasi perkembangan titik api, luas wilayah yang terbakar, sebaran asap, dampak kesehatan, jumlah masyarakat terdampak, serta gangguan terhadap kegiatan sosial dan ekonomi. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan penanganan yang paling mendesak.
Data lapangan yang akurat diperlukan agar penempatan personel, distribusi peralatan pemadaman, penyediaan logistik, dan layanan kesehatan dapat dilakukan secara tepat. Pendekatan yang terukur juga penting untuk memastikan keselamatan warga, perlindungan satwa, dan pemulihan ekosistem berjalan bersamaan.
FAQ Penanganan Karhutla
Apa yang perlu dilakukan warga saat terdampak asap karhutla?
Warga perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan perlindungan pernapasan yang sesuai saat harus beraktivitas, serta segera mencari layanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi pada mata dan tenggorokan.
Mengapa perlindungan satwa penting dalam penanganan karhutla?
Satwa liar bergantung pada hutan sebagai tempat hidup, mencari makan, dan berkembang biak. Saat habitat terbakar, satwa dapat kehilangan sumber pangan dan perlindungan. Penyelamatan satwa serta pemulihan habitat membantu menjaga keanekaragaman hayati setelah kebakaran.
Bagaimana pemerintah menentukan kebutuhan bantuan saat karhutla terjadi?
Kebutuhan bantuan dapat ditentukan melalui evaluasi titik api, luas kebakaran, sebaran asap, dampak kesehatan, jumlah warga terdampak, serta gangguan terhadap kegiatan sosial dan ekonomi. Evaluasi ini menjadi dasar pengerahan personel, peralatan, logistik, dan layanan kesehatan.