Erupsi Gunung Dukono – BNPB sebut dua WNA masih dalam pencarian

Erupsi Gunung Dukono, Dua Warga Negara Asing Masih dalam Pencarian

Erupsi Gunung Dukono – Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui tim pencarian dan pertolongan (SAR) bersama BPBD Halmahera Utara masih melakukan upaya evakuasi terhadap pendaki yang terkena dampak kenaikan intensitas erupsi Gunung Dukono. Aktivitas vulkanik yang meningkat pada Jumat menyebabkan sejumlah pendaki terjebak di kawasan gunung tersebut. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, berdasarkan data sementara, total ada 20 pendaki yang berada di area Gunung Dukono, terdiri dari sembilan warga negara asing (WNA) dari Singapura, tiga pendaki dari Ternate, dan delapan pendaki lokal sekitar wilayah itu.

Aktivitas kenaikan Gunung Dukono menimbulkan risiko tinggi bagi pendaki, terutama karena lontaran material vulkanik yang mencapai jarak sekitar 1,5 kilometer dari kawah. Selama Jumat, tim SAR terus berupaya menemukan pendaki yang hilang. Hingga saat ini, 14 orang pendaki telah ditemukan dalam kondisi selamat, tetapi dua WNA asing masih menjadi prioritas pencarian.

Detil Korban Selamat dan Pendaki yang Hilang

Korban yang selamat termasuk tujuh pendaki WNA dari Singapura, dengan inisial T.Y.M.E. (perempuan), O.S.S. (perempuan), P.L. (perempuan), L.H.E.I. (perempuan), T.J.Y.G. (perempuan), L.Y.X.V. (perempuan), dan L.S.D. (laki-laki). Selain itu, ada enam pendaki Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah ditemukan, terdiri dari B.B. (laki-laki), Y. (laki-laki), S. (laki-laki), A. (laki-laki), H. (laki-laki), serta F.N. (perempuan) dan R.I. (perempuan). Abdul Muhari mengatakan, keberhasilan evakuasi ini tidak terlepas dari kerja sama tim yang terlibat dalam operasi.

“Hingga Jumat siang, masih ada dua pendaki WNA yang dinyatakan dalam pencarian,” ujarnya di Jakarta, Jumat. Menurut Abdul, dua pendaki asing tersebut adalah H.W.Q.T. (laki-laki) berusia 30 tahun dan S.M.B.A.H. (laki-laki) berusia 27 tahun. Keduanya dinyatakan hilang setelah erupsi yang lebih kuat mengganggu jalur evakuasi. Namun, pihak SAR tetap optimis karena informasi terkini menyebutkan bahwa dua pendaki tersebut berada di dekat kawah.

Aktivitas erupsi Gunung Dukono yang meningkat juga menyebabkan keheningan di sekitar kawah selama beberapa jam. Selama pukul 14.10 WIB, operasi pencarian sempat dihentikan sementara demi menghindari bahaya terhadap personel di lapangan. Penyebabnya adalah kemungkinan adanya lontaran lava pijar yang berpotensi mengenai area jauh dari titik puncak. Seluruh tim evakuasi dilaporkan berada di Pos 5 sambil menunggu aktivitas vulkanik mereda.

Berita kembali diluncurkan pada pukul 15.25 WIB setelah pihak BPBD Halmahera Utara memberikan laporan bahwa kondisi di kawah sedang stabil. Saat ini, tim SAR dibagi menjadi dua titik pencarian untuk mempercepat proses menemukan dua WNA yang masih terancam. Tim pertama fokus pada jalur pendakian menuju puncak gunung, sedangkan tim kedua mengayami area aliran sungai yang berdekatan dengan kawah.

Kondisi Lapangan dan Upaya Pencarian

Dalam operasi pencarian, tim SAR menghadapi tantangan ekstrem karena medan gunung yang curam dan gas panas yang terus mengalir. Pasukan evakuasi menggunakan peralatan khusus serta koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Dukono untuk memastikan keamanan selama proses pencarian berlangsung. “Kita terus meningkatkan upaya untuk menemukan dua pendaki WNA yang belum ditemukan,” tambah Abdul Muhari.

Tim SAR juga mendapat dukungan dari tenaga medis, relawan setempat, serta anggota TNI dan Polri. Pihak BPBD mengatakan, pendaki yang masih dalam pencarian mungkin berada di lokasi yang sulit dijangkau karena material vulkanik yang menyelimuti jalur pendakian. Upaya pencarian dilakukan secara berkelanjutan, dengan pengawasan ketat dari pihak berwenang.

Kewaspadaan dan Peringatan dari BNPB

BNPB mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap waspada terhadap aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih berpotensi meningkat. Menurut pernyataan Abdul Muhari, kegiatan pendakian harus dihindari sampai kondisi kawah stabil dan pemerintah daerah memberikan instruksi resmi. “Kita mendorong masyarakat mengikuti arahan dari PVMBG dan BPBD agar dapat mengurangi risiko cedera,” katanya.

Dalam beberapa hari terakhir, Gunung Dukono telah menunjukkan tanda-tanda kenaikan aktivitas. Meletusnya lava dan pelemparan material vulkanik ke arah sekitar menyebabkan kerusakan di jalur pendakian. BPBD memastikan bahwa pos pemeriksaan di kawasan gunung telah ditingkatkan untuk memantau keadaan secara real-time. Selain itu, tim SAR juga terus memperkuat komunikasi dengan pendaki yang berada di dalam area erupsi.

Pengamat Gunung Dukono yang turut serta dalam operasi evakuasi menjelaskan, kegiatan pendakian terus-menerus memberi tekanan pada alam, sehingga risiko erupsi lebih besar. Mereka juga menyebutkan bahwa kejadian tersebut tidak hanya berdampak pada pendaki, tetapi juga menyebabkan gangguan pada warga sekitar dan aktivitas ekonomi lokal. Sejumlah rumah penduduk terpaksa dikosongkan karena ancaman asap dan batu vulkanik yang mengalir ke bawah kawah.

Korban yang selamat saat ini sedang diberikan perawatan medis di pos bantuan. Pemerintah setempat juga mempercepat distribusi logistik untuk memastikan kebutuhan pendaki yang masih berada di kawasan. “Kita berharap dua WNA yang hilang dapat ditemukan dalam waktu dekat,” ujarnya. Dalam beberapa jam terakhir, tim SAR terus berusaha mengungkap lokasi pendaki tersebut, dengan memanfaatkan drone dan teknologi pendeteksian suara.

BNPB juga memastikan bahwa semua personel SAR dalam kondisi baik dan siap menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat. “Kerja sama antar instansi sangat vital dalam evakuasi ini, terutama karena kondisi medan yang berbahaya,” kata Abdul Muhari. Ia menambahkan, tim SAR terus memantau pergerakan angin dan material vulkanik untuk menentukan arah penyisiran yang optimal.

Sebagai langkah pencegahan, pemerintah daerah telah memperketat pengawasan di sekitar kawasan Gunung D