Latest Program: SDA Jakut rampungkan perbaikan tujuh jembatan di Kali Bokor

SDA Jakut Rampungkan Perbaikan Tujuh Jembatan di Kali Bokor

Latest Program – Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara telah menyelesaikan pembangunan kembali tujuh jembatan yang sebelumnya dihancurkan di Kali Bokor, Jalan Kalibaru Barat, RW 07, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, setelah pengerukan sungai tersebut selesai. Pemulihan akses penyeberangan ini bertujuan untuk memperbaiki kemudahan bergerak warga setelah selesai kegiatan normalisasi dan pengerukan yang dilakukan secara massal di wilayah tersebut.

Kembali Aktif Setelah Proses Pengerukan

Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Utara, Heria Suwandi, mengatakan bahwa tujuh jembatan yang diperbaiki merupakan langkah konsekuensi setelah pengerukan Kali Bokor rampung. Proses ini dirancang untuk mengembalikan fungsi akses warga yang sempat terganggu selama berlangsungnya operasi alat berat. “Rekonstruksi jembatan dilakukan agar mobilitas masyarakat kembali lancar, aman, dan nyaman,” jelas Heria, Rabu.

“Pembangunan kembali akses penyeberangan tersebut dilakukan untuk memulihkan mobilitas warga setelah selesainya kegiatan pengerukan kali,” kata Heria Suwandi di Jakarta.

Lokasi dan Perubahan Fisik Jembatan

Menurut informasi yang diberikan, tujuh jembatan yang diperbaiki terletak di RT 01, RT 03, dan RT 15, RW 07, Kelurahan Kalibaru. Sebelumnya, jembatan-jembatan tersebut dibongkar sebagai bagian dari upaya normalisasi dan pengerukan lumpur yang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran air serta mengurangi risiko banjir di wilayah Kali Bokor.

“Perbaikan ini merupakan tindak lanjut setelah pengerukan selesai dan pihaknya membangun kembali jembatan yang sebelumnya dibongkar agar konektivitas dan mobilitas warga kembali lancar, aman, dan nyaman,” katanya.

Detil Konstruksi Sesuai Kebutuhan Lokal

Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase Sudin SDA Jakarta Utara, Rezky Arie Pranata, menjelaskan bahwa setiap jembatan yang diperbaiki dirancang dengan dimensi yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan di masing-masing lokasi. Panjang jembatan bervariasi antara 4,5 hingga 6 meter, sementara lebar jembatan berkisar antara 1,2 hingga 2,2 meter. Ketebalan beton pada struktur tersebut sekitar 40 sentimeter.

“Pengerjaan perbaikan jembatan ini dilakukan oleh 19 personel Pasukan Biru yang dibagi ke beberapa titik,” kata Rezky.

Rezky menambahkan bahwa konstruksi jembatan dirancang kokoh dan fleksibel, agar tidak mengganggu aliran air di bawahnya. Desain ini juga mempertimbangkan aspek estetika serta fungsionalitas bagi warga sekitar. “Kami memastikan bahwa setiap struktur dapat menahan beban lalu lintas sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Rezky.

Proses Pengerjaan dan Keterlibatan Masyarakat

Menurut Rezky, pengerjaan dimulai pada 31 Maret 2026 dan diselesaikan 100 persen secara bertahap. “Selama proses, tim terus memantau kestabilan konstruksi dan memastikan kualitas beton mencapai standar yang diperlukan,” tambahnya. Dengan selesainya proyek ini, warga kembali dapat menggunakan jembatan sebagai sarana transportasi harian, terutama bagi mereka yang beraktivitas di sekitar Kali Bokor.

Aspek Hukum dan Kepemilikan Aset

Dalam upaya menjaga kelancaran proyek, pihak SDA Jakarta Utara dan pengurus lingkungan setempat telah mencapai kesepakatan untuk mengelola aset jembatan. Menurut Rezky, jembatan-jembatan ini menjadi milik Sudin SDA Jakarta Utara, sementara kesepakatan tersebut juga berfungsi sebagai dasar jika suatu saat diperlukan pembongkaran ulang untuk kegiatan pemeliharaan atau pengerukan di masa depan.

“Warga dan pengurus RW setempat sudah sepakat serta mendukung penuh. Jika suatu saat jembatan harus dibongkar kembali untuk mobilisasi alat berat dalam kegiatan pengerukan, tidak akan ada hambatan dari pihak mana pun,” ucapnya.

Apresiasi dari Ketua RW

Ketua RW 07, Kelurahan Kalibaru, Caharudin, memberikan apresiasi terhadap upaya SDA Jakarta Utara dalam membangun kembali akses penyeberangan. Menurutnya, jembatan menjadi kebutuhan utama bagi warga sekitar, terutama dalam berbagai aktivitas harian seperti berbelanja, bekerja, atau sekadar berjalan kaki.

“Kami berterima kasih karena jembatan ini merupakan akses vital bagi aktivitas warga sehari-hari. Kami akan terus mendukung program pembangunan pemerintah, khususnya di wilayah Kalibaru,” katanya.

Caharudin menegaskan bahwa keberadaan jembatan baru diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat dan berkontribusi pada upaya menjaga kebersihan Kali Bokor. Ia menuturkan bahwa rekonstruksi ini tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam merespons kebutuhan warga. “Ketika jembatan diperbaiki, warga merasa lebih percaya diri dalam beraktivitas sehari-hari, dan ini menjadi bentuk kepercayaan terhadap program kota,” tambah Caharudin.

Manfaat Proyek untuk Lingkungan dan Warga

Proyek perbaikan jembatan ini memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar Kali Bokor. Selain memperbaiki akses warga, ketersediaan jembatan yang kokoh juga membantu meminimalkan kemacetan di sepanjang