Special Plan: Wamenko Pangan dorong sentra cabai HSS jaga inflasi Kalsel
Wamenko Pangan Dorong Sentra Cabai HSS Jaga Inflasi Kalsel
Special Plan – Padang, Sumatera Barat (ANTARA) – Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, menilai bahwa Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) memiliki peran penting dalam menjaga pasokan cabai serta stabilitas harga guna mendukung pengendalian inflasi di Kalimantan Selatan. Ia mengungkapkan hal ini selama menghadiri kegiatan panen cabai di lahan Kelompok Tani Gawi Bersama, Desa Tawia, Kecamatan Angkinang, HSS, pada Kamis.
“Cabai merupakan salah satu komoditas yang memiliki pengaruh besar terhadap laju inflasi di Kalimantan Selatan,”
kata Hanif dalam keterangan resmi. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bupati HSS Syafrudin Noor, Wakil Bupati Suriani, jajaran Forkopimda, kepala SKPD Kabupaten HSS, dan sejumlah perwakilan instansi pemerintah provinsi setempat.
Kegiatan Panen Cabai Sebagai Upaya Nasional
Acara panen cabai tersebut merupakan bagian dari program prioritas nasional Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN), yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas strategis. Hanif menekankan pentingnya peran HSS dalam menjaga pasokan cabai, menyampaikan bahwa kontribusi daerah ini sangat besar dalam mengendalikan fluktuasi harga yang sering terjadi.
“Cabai menjadi salah satu penyumbang inflasi di Kalimantan Selatan. Kontribusi Hulu Sungai Selatan sangat besar dalam menjaga kestabilan harga komoditas ini,”
ujarnya. Ia menjelaskan bahwa perubahan harga cabai bisa terjadi sangat cepat, bahkan dalam waktu singkat, sehingga perlunya pengelolaan rantai pasok yang terpadu.
Stabilitas Harga Harus Dipantau Secara Terus-Menerus
Menurut Hanif, harga cabai yang fluktuatif memerlukan pengawasan dari tingkat petani hingga pasar untuk memastikan tidak merugikan produsen maupun konsumen.
“Kita tahu harga cabai bisa naik turun dengan cepat. Bahkan pergerakan harganya bisa berubah setiap jam. Karena itu, informasi harus dikawal bersama agar rantai pasok berjalan baik dan petani tidak dirugikan,”
katanya. Ia menegaskan bahwa komitmen terhadap KSPEAN tidak hanya terbatas pada pengembangan lahan, tetapi juga pada sinergi antara sektor pertanian dan pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan pasokan yang merata.
Ketahanan Pangan dan Perawatan Intensif Tanaman Cabai
Secara terpisah, Hanif juga menyoroti tantangan yang dihadapi dalam budidaya cabai. Tanaman ini, menurutnya, sangat rentan terhadap kondisi cuaca, terutama tingkat curah hujan yang tinggi, sehingga membutuhkan perhatian khusus dari para petani. “Cabai membutuhkan perawatan intensif, baik dalam pemupukan maupun pengendalian hama,” tambahnya. Kondisi tersebut memperkuat kebutuhan untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya lokal, termasuk di Desa Tawia, yang menjadi salah satu kawasan target dalam program KSPEAN.
Desa Tawia: Kawasan Berpotensi Tinggi untuk Produksi Cabai
Di Desa Tawia, sekitar 5 hektare lahan pertanian cabai telah ditanami oleh Poktan Gawi Bersama. Rencananya, luas lahan yang dikembangkan akan mencapai 20 hektare, sebagai upaya meningkatkan produksi pertanian daerah. Hanif berharap kegiatan ini bisa berdampak positif pada perekonomian lokal, sekaligus membantu menjaga ketersediaan cabai di pasar. “Dengan pengembangan kawasan cabai yang berkelanjutan, kita dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” jelasnya.
Program KSPEAN Sebagai Kunci Ketahanan Pangan Nasional
KSPEAN, kata Hanif, merupakan salah satu strategi pemerintah dalam membangun ketahanan pangan nasional. Program ini menekankan kolaborasi antar daerah dan pemerintah pusat untuk mengelola sumber daya alam secara efisien. Dalam konteks Kalimantan Selatan, ketersediaan cabai yang stabil dianggap sangat krusial karena komoditas ini menjadi salah satu penyumbang inflasi terbesar. “Pengendalian inflasi tidak bisa tercapai tanpa kepastian pasokan pangan,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa HSS, sebagai sentra produksi cabai, berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pasar regional.
Kemitraan Daerah dalam Pengelolaan Rantai Pasok
Kegiatan panen di Desa Tawia menjadi bukti nyata kerja sama antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menjaga keseimbangan pasokan. Hanif menyampaikan apresiasi terhadap upaya petani lokal yang telah menanam cabai secara terstruktur. “Kemitraan antara pengelolaan pertanian dan distribusi harus terus diperkuat,” katanya. Dalam jangka panjang, ia menilai bahwa peningkatan produksi cabai di HSS akan memberikan dampak luas, termasuk mengurangi risiko kenaikan harga yang tidak terduga. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Perspektif Nasional: Peran HSS dalam Pangan Indonesia
Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yang terletak di Kalimantan Selatan, menjadi sentra cabai yang strategis karena lokasinya yang menguntungkan untuk pertanian. Hanif menekankan bahwa daerah ini tidak hanya menghasilkan cabai dalam jumlah besar, tetapi juga mampu menjadi penghubung antara produsen dan konsumen. “Ketersediaan cabai yang cukup di tingkat lokal akan mengurangi tekanan pada harga jual di pasar,” ujarnya. Dalam rangka mewujudkan swasembada pangan, pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi dalam memastikan suplai yang terus-menerus. Ia menambahkan bahwa keberhasilan program KSPEAN akan menjadi tolak ukur dalam mencapai kemandirian pangan nasional.
Kesiapan Masyarakat dan Pemerintah Daerah
HSS, sebagai lokasi kegiatan panen, menunjukkan kesiapan masyarakat dalam mengelola produksi cabai. Hanif menyebutkan bahwa peran petani dan pengurus kelompok tani sangat kritis dalam menjaga kestabilan pasokan. “Kita perlu berkolaborasi dengan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi pertanian,” katanya. Selain itu, ia juga meminta pemerintah daerah terus memantau kondisi pasar dan memastikan kebijakan yang mendukung pertumbuhan komoditas strategis. Dengan pendekatan holistik, ia optimis bahwa Kalsel dapat menjadi contoh yang baik dalam mengendalikan inflasi melalui produksi pangan
