Special Plan: Mensos targetkan 400 ribu siswa Sekolah Rakyat pada 2029

Mensos Targetkan 400 Ribu Siswa Sekolah Rakyat pada 2029

Perluasan Pendidikan untuk Keluarga Miskin dan Rentan

Special Plan – Jakarta — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf telah menetapkan target untuk meningkatkan jumlah peserta didik Sekolah Rakyat hingga lebih dari 400 ribu siswa pada 2029. Tujuan ini sejalan dengan upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin, miskin ekstrem, serta kelompok rentan yang berpotensi putus sekolah. Dalam sebuah acara penyerahan lahan, Saifullah menyampaikan rencana ini di Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, pada hari Kamis.

Menurut informasi yang diungkapkan, jumlah siswa Sekolah Rakyat saat ini sudah mencapai lebih dari 45.000 di seluruh Indonesia, yang mencakup jenjang pendidikan dasar hingga menengah. Saifullah menyebutkan bahwa di tahun berikutnya, jumlah peserta didik akan bertambah sebanyak 60.000, sehingga totalnya melebihi 100.000. Pada 2027 dan 2028, dirinya optimis bahwa angka tersebut akan mendekati 300.000 siswa. “Insyaallah pada 2029, jumlah peserta didik akan melebihi 400.000,” tutur Saifullah.

“Tahun ini siswa Sekolah Rakyat sudah lebih dari 45.000 seluruh Indonesia jenjang SD, SMP dan SMA. Tahun depan bertambah lagi 60.000 jadi lebih dari 100.000, insyaallah tahun depan 2027, 2028 sudah mendekati 300.000, 2029 sudah di atas 400.000 siswa,”

Target peningkatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberdayakan keluarga miskin secara menyeluruh. Saifullah menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya menawarkan pendidikan, tetapi juga memberikan dukungan ekonomi dan sosial yang komprehensif. “Program ini dirancang untuk mengangkat kesejahteraan keluarga, mulai dari anak-anak hingga orang tua mereka,” ujarnya.

Salah satu keunikan Sekolah Rakyat adalah mekanisme penerimaan siswa yang berbeda dari sekolah umum. Bukan melalui sistem pendaftaran, peserta didik diidentifikasi melalui penjangkauan langsung ke keluarga sasaran. “Jadi Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan,” kata Saifullah. Cara ini bertujuan memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa mengakses pendidikan tanpa hambatan, seperti biaya pendaftaran atau kompetisi yang ketat.

Komitmen Pemerintah dalam Pemberdayaan Sosial

Sekolah Rakyat dianggap sebagai bagian integral dari strategi pengentasan kemiskinan. Saifullah menjelaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada pendidikan anak, tetapi juga memberikan bantuan pemberdayaan kepada seluruh keluarga. Dukungan ini mencakup peningkatan kualitas rumah, pemberian bansos yang lengkap, serta bantuan iuran untuk BPJS Kesehatan agar seluruh anggota keluarga dapat memperoleh perlindungan kesehatan.

Menurut Saifullah, pemberdayaan keluarga dilakukan secara holistik. “Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, dibantu rumahnya supaya lebih layak huni, dicukupi dengan bansos lengkap, dan seluruh keluarganya mendapatkan PBI sebagai penerima manfaat bantuan iuran BPJS Kesehatan,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa Sekolah Rakyat juga bertujuan memperkuat kemandirian keluarga miskin melalui berbagai program pengembangan keterampilan dan pendidikan berkelanjutan.

“Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi pengentasan kemiskinan yang tidak hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga pemberdayaan keluarga secara menyeluruh,”

Sebagai pendukung rencana ini, pemerintah menyerahkan lahan seluas 6,3 hektare dari Kementerian Hukum dan HAM kepada Kementerian Sosial. Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat, termasuk gedung belajar, fasilitas pendukung, serta tempat tinggal bagi keluarga yang diutamakan. Langkah ini diharapkan mempercepat ekspansi program dan memastikan adanya tempat belajar yang memadai untuk siswa yang membutuhkan.

Saifullah mengatakan bahwa lulusan Sekolah Rakyat diharapkan bisa mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau langsung memasuki dunia kerja sebagai tenaga terampil. “Kami ingin siswa Sekolah Rakyat memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau mengembangkan kemampuan di bidang tertentu,” ujarnya. Dengan adanya pendidikan yang berkualitas, keluarga miskin diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial mereka.

Strategi Pengentasan Kemiskinan Melalui Pendidikan

Kebijakan Sekolah Rakyat dianggap sebagai langkah inovatif dalam mengatasi kesenjangan akses pendidikan di kalangan keluarga kurang mampu. Saifullah menegaskan bahwa program ini memperkuat kebijakan pemerintah dalam menyediakan pendidikan yang inklusif, serta memastikan setiap anak memiliki hak untuk belajar tanpa harus mengorbankan kesejahteraan keluarga.

Di samping itu, Saifullah juga menjelaskan bahwa peningkatan jumlah siswa Sekolah Rakyat akan memperkuat keberlanjutan pendidikan di daerah-daerah yang kurang berkembang. “Sekolah Rakyat diharapkan menjadi jembatan bagi anak-anak yang tidak memiliki akses ke sekolah umum,” ujarnya. Hal ini penting karena pendidikan yang baik merupakan fondasi utama untuk mengubah nasib keluarga miskin.

Program ini juga diharapkan bisa memberikan dampak jangka panjang. Saifullah menyatakan bahwa anak-anak yang diterima di Sekolah Rakyat akan terbiasa dengan lingkungan belajar yang mendukung, sehingga mereka mampu membangun masa depan yang lebih baik. “Pendidikan yang diberikan tidak hanya sekadar ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap, kebiasaan, dan keterampilan yang penting untuk kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Dengan jumlah peserta didik yang terus bertambah, Saifullah yakin program Sekolah Rakyat bisa menjadi solusi terpadu untuk mengentaskan kemiskinan. “Dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak penting untuk memastikan program ini berjalan efektif,” ujarnya. Ia berharap setiap keluarga yang tergabung dalam Sekolah Rakyat bisa merasa lebih mandiri dan sejahtera melalui pendidikan serta bantuan yang diberikan.

Kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan. Saifullah berharap, dalam waktu dekat, jumlah siswa akan terus meningkat hingga