Visit Agenda: KAI Daop 2 layani 13.222 pelanggan pada momentum libur panjang
KAI Daop 2 Layani 13.222 Pelanggan Selama Libur Panjang
Visit Agenda – Purwakarta, Jawa Barat – Dalam rangka memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat selama masa libur panjang, PT KAI Daop 2 Bandung mencatat sejumlah peningkatan jumlah penumpang yang menggunakan jasa kereta api. Dari situasi libur akhir pekan hingga libur nasional Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, layanan kereta api di wilayah Daop 2 Bandung mengalami lonjakan signifikan. Angka total penumpang yang tercatat mencapai 13.222 orang pada hari Selasa, yang merupakan hari pertama dari masa libur nasional. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk berpergian menggunakan alat transportasi kereta api tetap tinggi meskipun durasi libur hanya empat hari.
Tingkat Okupansi Melebihi Kapasitas Tempat Duduk
Menurut Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, peningkatan jumlah penumpang tersebut tidak terlepas dari kebijakan libur nasional yang berdampak pada mobilitas masyarakat. “Permintaan penggunaan kereta api tetap tinggi meski hanya dalam durasi yang relatif singkat,” kata Kuswardojo dalam pernyataannya yang diterima di Purwakarta, Selasa. Data yang diterima menunjukkan bahwa jumlah pelanggan yang menggunakan layanan kereta api selama periode libur akhir pekan dan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah mencapai 77.907 orang. Angka ini menyuruhkan bahwa kapasitas tempat duduk yang disediakan, yaitu 63.875 kursi, telah habis dan bahkan melebihi 122 persen.
“Tingginya tingkat okupansi ini terjadi karena adanya pola perjalanan yang melibatkan pemesanan tiket antar stasiun, sehingga satu tempat duduk bisa diisi oleh lebih dari satu pelanggan dalam relasi perjalanan berbeda,” ujar Kuswardojo.
Perlu diketahui bahwa selama masa libur, penggunaan kereta api tidak hanya terpusat pada stasiun utama, tetapi juga menyebar ke sejumlah lokasi strategis di wilayah Daop 2 Bandung. Kuswardojo menjelaskan bahwa situasi ini mencerminkan keberagaman kebutuhan transportasi masyarakat, terutama saat ada perayaan besar yang memicu arus perjalanan. “Libur panjang memberikan peluang untuk mengakomodir kebutuhan perjalanan yang beragam, baik untuk kebutuhan lokal maupun lintas daerah,” tambahnya.
Stasiun Bandung dan Kiaracondong Jadi Pusat Mobilitas
Menurut laporan KAI Daop 2 Bandung, dua stasiun utama yakni Bandung dan Kiaracondong masih menjadi titik kritis dalam arus penumpang. Pada hari Selasa hingga siang, jumlah pelanggan yang berangkat dari Stasiun Bandung mencapai 4.849 orang, sedangkan dari Stasiun Kiaracondong tercatat 2.359 pelanggan. Angka ini menunjukkan bahwa kedua stasiun tetap menjadi katalisator utama keberangkatan selama masa libur.
Apabila kita lihat selama periode Jumat (12/6) hingga Selasa (16/6), jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Bandung mencapai 26.804 orang, sementara Stasiun Kiaracondong melayani 13.827 pelanggan. Dengan demikian, total jumlah penumpang yang mengakses layanan kereta api dari kedua stasiun tersebut mencapai 40.631 orang dalam empat hari libur. Angka ini menunjukkan bahwa meski ada pembatasan durasi, jumlah keberangkatan tetap berada di level tinggi.
Stasiun Tujuan Utama yang Tidak Terlewatkan
Di samping menjadi pusat keberangkatan, kedua stasiun tersebut juga tetap menjadi tujuan utama bagi pelanggan yang datang ke Kota Bandung dan wilayah sekitarnya. Jumlah penumpang yang tiba di Stasiun Bandung mencapai 28.682 orang, sementara di Stasiun Kiaracondong terdapat 14.051 pelanggan yang berangkat. Kombinasi antara keberangkatan dan kedatangan menunjukkan bahwa kedua stasiun tidak hanya menjadi titik awal perjalanan, tetapi juga akhir perjalanan bagi sejumlah besar masyarakat.
Kuswardojo menambahkan bahwa fenomena ini terjadi karena jaringan kereta api Daop 2 Bandung mencakup berbagai kota dan daerah yang memiliki hubungan strategis. “Selama masa libur, permintaan transportasi ke dan dari Kota Bandung meningkat secara signifikan, sehingga stasiun ini tetap menjadi poros utama,” jelasnya. Hal ini menjelaskan mengapa layanan pada kedua stasiun tetap menjadi fokus utama dalam memastikan kelancaran arus penumpang.
Strategi KAI untuk Menyambut Libur Panjang
Untuk menjawab tantangan peningkatan penumpang selama libur panjang, KAI Daop 2 Bandung telah melakukan beberapa langkah antisipatif. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat jadwal kereta api pada jam sibuk, serta menambah jumlah armada yang beroperasi. Meski demikian, Kuswardojo menegaskan bahwa keterbatasan kapasitas tempat duduk tetap menjadi kendala utama. “Kami sedang berupaya untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mempercepat proses pemeriksaan penumpang agar tidak terjadi penumpukan,” katanya.
KAI Daop 2 Bandung juga menyediakan layanan informasi secara real-time kepada pelanggan melalui aplikasi resmi maupun pelayanan di stasiun. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan kebingungan antar penumpang dan mempercepat alur distribusi. Kuswardojo menjelaskan bahwa penggunaan aplikasi tersebut meningkat seiring munculnya permintaan untuk berpergian secara lebih terencana.
Analisis Terhadap Tingkat Kepuasan Pelanggan
Selain menangani volume penumpang yang tinggi, KAI Daop 2 Bandung juga memantau tingkat kepuasan pelanggan. Hasil survei kepuasan yang dilakukan oleh pihak operasional menunjukkan bahwa sebagian besar pelanggan merasa puas dengan kualitas layanan yang diberikan, meski ada beberapa keluhan terkait kepadatan di beberapa jalur. “Kami terus berupaya untuk meningkatkan kenyamanan penumpang dengan memperbaiki fasilitas dan menambah jumlah staf yang bertugas,” kata Kuswardojo.
Menurut Kuswardojo, peningkatan volume penumpang selama libur panjang tidak hanya mempengaruhi keberangkatan dari wilayah Daop 2 Bandung, tetapi juga menyebar ke sejumlah stasiun lain. “Kami memperkirakan bahwa jumlah penumpang yang bergerak di seluruh jaringan kereta api akan terus meningkat, terutama di masa-masa libur berikutnya,” ujarnya. Hal ini menjadi indikasi bahwa layanan kereta api di daerah tersebut memperoleh kepercayaan yang semakin besar.
Sebagai bentuk respons terhadap permintaan tinggi, KAI Daop 2 Bandung juga berencana untuk meningkatkan jumlah kelas kereta api, termasuk menambah layanan khusus untuk kelompok pelanggan tertentu seperti wisatawan atau pemudik. “Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua pelanggan dapat menikmati kenyamanan perjalanan, terlepas dari tingkat kepadatan yang terjadi,” kata Kuswardojo. Dengan berbagai strategi yang diambil, pihak KAI berharap dapat mengurangi tekanan pada sistem transportasi kereta api selama masa libur nasional.
