18 orang tewas terluka akibat serangan Israel di Lebanon selatan

18 Orang Tewas dan 33 Lainnya Terluka Akibat Serangan Israel di Lebanon Selatan

18 orang tewas terluka akibat serangan – Beirut – Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Lebanon, Jumat, menyebutkan bahwa setidaknya 18 warga meninggal dan 33 orang lainnya terluka dalam serangan udara Israel yang terus berlangsung di beberapa area permukiman di Lebanon selatan. Menurut pernyataan resmi, operasi ini telah mengganggu upaya penyelamatan dan evakuasi korban di daerah-daerah yang terkena dampak, sementara jumlah korbannya masih dalam proses pemutakhiran.

Kerusakan di Distrik Nabatieh dan Wilayah Terdekat

Distrik Nabatieh dan lingkungan sekitarnya mengalami malam pengeboman terparah dalam beberapa bulan terakhir setelah pasukan Israel memperkuat serangan di wilayah tersebut. Dari pukul 01.30 waktu setempat (05.30 WIB), artileri berat menyerang Nabatieh, Kfar Remmen, Zebdine, Nabatieh al-Fawqa, Habboush, Sajd, serta Jabal al-Rihan. Serangan lanjutan terjadi sekitar pukul 02.10 dini hari, ketika jet tempur Israel melakukan serangkaian serangan udara yang menargetkan Nabatieh, Kfar Tebnit, Nabatieh al-Fawqa, dan Dataran Tinggi Rihan.

Dalam beberapa laporan awal, serangan udara di Kfar Remmen-Nabatieh dan distrik universitas Kota Nabatieh mengakibatkan delapan korban jiwa. Sejumlah wilayah di Harouf, seperti lingkungan Baydar, juga menjadi sasaran. Di sisi lain, serangan lainnya menghancurkan rumah di antara kota Sharqiyeh dan Doueir, menewaskan empat orang.

Pertahanan dan Kondisi Korban

Sekitar pukul 03.00, pesawat Israel meluncurkan dua gelombang serangan udara di Kfar Remmen, Nabatieh, serta area sekitarnya. Serangan ini menyebabkan kematian dan cedera di lingkungan Rahibat, yang menjadi sasaran serangan artileri Israel secara intensif. Di Kfar Sir, serangan udara menewaskan tiga orang, sementara Kota Qsaybeh mengalami serangan tambahan sekitar pukul 04.00, disertai tembakan artileri yang menyerang wilayah pinggiran.

Selain itu, Kfardjal dan Kfar Tebnit juga tidak luput dari serangan udara Israel. Di sekitar pukul 05.00, drone Israel menargetkan sepeda motor di dekat gedung pemerintah Kota Doueir, yang mengakibatkan satu korban tewas dan satu luka. Kota Jebchit menjadi sasaran serangkaian serangan drone yang disertai tembakan artileri. Serangan udara tambahan terjadi di Adchit, diikuti dengan serangan di daerah Kfar Remmen-Nabatieh dan Toul.

Upaya Diplomatik dan Ketegangan Regional

Meskipun ada kesepakatan terbaru antara Iran dan Amerika Serikat yang bertujuan meredakan ketegangan di wilayah regional, termasuk Lebanon, serangan Israel terus berlangsung. Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat Lebanon menegaskan bahwa kejadian ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang berkelanjutan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel.

Dalam laporan terbaru, Kantor Berita Nasional Lebanon sebelumnya mencatat adanya 16 korban tewas dalam serangkaian serangan udara Israel di Distrik Nabatieh. Laporan tersebut menyoroti bahwa serangan udara terus menghantam kota Harouf, Sharqieh, dan Kfar Sir, serta wilayah sekitarnya. Sejumlah area lain seperti Kfar Remmen dan Kfar Tebnit juga terkena dampak, dengan laporan orang hilang dan kerusakan infrastruktur yang signifikan.

Kondisi Terkini dan Dampak Serangan

Sekitar pukul 05.15, jet tempur Israel melakukan serangan udara ke Adchit, diikuti oleh serangan tambahan di Kfar Remmen-Nabatieh dan Toul. Tembakan artileri terus menargetkan Jebchit hingga akhir operasi. Berbagai sumber menyebutkan bahwa dampak serangan ini berpotensi mengganggu kehidupan warga lokal dan menyulitkan operasi bantuan.

Puskesmas di wilayah terdampak melaporkan bahwa evakuasi korban masih terhambat akibat serangan yang berkelanjutan. Sejumlah warga mengungkapkan bahwa mereka terjaga sepanjang malam dan terus menerus menghadapi rasa takut akibat ledakan dan tembakan. Meski demikian, upaya masyarakat dan pemerintah Lebanon untuk mengumpulkan korban serta memulihkan kondisi tetap berjalan meski dalam kondisi yang sulit.

“Serangan udara Israel yang terus berlangsung telah mengganggu upaya penyelamatan dan evakuasi korban di beberapa daerah yang terkena dampak,” kata pernyataan dari Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat Lebanon.

Kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat, yang diharapkan dapat mendinginkan situasi, belum mampu menghentikan aksi militer Israel. Di tengah ketegangan yang memuncak, korban dari serangan tersebut terus tercatat, dengan jumlah yang terus berkembang. Analis memprediksi bahwa kerusakan yang terjadi bisa berdampak jangka panjang terhadap keamanan dan stabilitas wilayah tersebut.

Kementerian Kesehatan Lebanon berharap bantuan internasional dapat segera diterima guna mempercepat proses pemulihan. Namun, situasi yang kritis di Lebanon selatan menunjukkan bahwa perang di wilayah perbatasan tetap menjadi ancaman utama bagi warga sipil. Laporan kehilangan korban terus datang, dengan beberapa daerah menjadi sasaran utama karena lokasinya yang strategis.

Sejumlah warga mengungkapkan bahwa mereka berusaha bersembunyi di bawah tanah untuk menghindari serangan udara. Banyak dari mereka mengalami cedera serius, sementara sebagian lainnya terluka ringan. Pemulihan korban akan membutuhkan waktu lama, terutama karena akses ke area terpencil masih terbatas. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa perang antara Israel dan Lebanon masih jauh dari selesai meskipun ada upaya mediasi.