Key Discussion: Barantin: Kelapa parut Gorontalo berhasil tembus pasar Uni Eropa

Barantin: Gorontalo Sukses Masuk Pasar Uni Eropa dengan Ekspor Kelapa Parut

Key Discussion – Jakarta – Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengungkapkan bahwa proses pengolahan komoditas kelapa di Gorontalo telah berhasil menembus pasar Uni Eropa. Hal ini terbukti melalui ekspor 26 ton kelapa parut (desiccated coconut) senilai Rp1,2 miliar ke Jerman. Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, menyatakan bahwa capaian ini menunjukkan kemampuan para pelaku usaha lokal dalam memenuhi standar pasar internasional yang dianggap sangat ketat, termasuk di Eropa.

“Ini bukan sekadar ritual formal, melainkan bukti konkret bahwa Gorontalo siap menghadapi tantangan pasar global dan memperkuat mandat ekonomi daerah,” ujar Karding dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Karding menambahkan, keberhasilan ekspor kelapa parut tersebut selaras dengan upaya pemerintah dalam mendorong hilirisasi dan industrialisasi produk lokal. Tujuan utamanya adalah meningkatkan nilai tambah dari komoditas dalam negeri agar lebih kompetitif di tingkat internasional. “Kami berkomitmen memberikan kemudahan dalam proses ekspor melalui pendampingan teknis, sehingga produk Indonesia dapat memenuhi standar internasional, termasuk persyaratan ketat negara-negara Uni Eropa,” tambahnya.

Empat Pilar Sertifikasi dalam Pendekatan Barantin

Menurut Karding, layanan Karantina saat ini berfokus pada empat pilar utama sertifikasi, yaitu kesehatan, keamanan, mutu, serta ketertelusuran (traceability) produk. Pendekatan ini didukung oleh inspeksi berbasis sains (science-based inspection) dan digitalisasi layanan, yang dirancang untuk memastikan produk olahan daerah memenuhi kriteria kualitas tinggi. “Dengan sistem ini, kami menciptakan keselarasan antara standar internasional dan kebutuhan industri lokal,” jelasnya.

Di samping ekspor ke Jerman, Barantin juga mendorong pengiriman komoditas unggulan Gorontalo ke pasar domestik, khususnya ke Jakarta. Komoditas yang dilepas mencakup 25 ton jagung senilai Rp151 juta dan 16 ton ikan bandeng senilai Rp224 juta. Total ekspor ke pasar dalam negeri dalam satu kali pengiriman mencapai 67 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp1,575 miliar.

Kemajuan Ekspor Gorontalo pada Tahun 2026

Berdasarkan data yang dikeluarkan Barantin, kinerja ekspor Provinsi Gorontalo menunjukkan tren positif sepanjang Januari hingga Mei 2026. Nilai ekspor mencapai Rp643,72 miliar, dengan pertumbuhan 10,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, volume ekspor meningkat 21,55 persen menjadi 149,50 juta kilogram, dengan frekuensi pengiriman mencapai 477 kali.

Karding menyoroti bahwa kenaikan ini mencerminkan perbaikan sistem logistik dan peningkatan kualitas produk. “Dengan dukungan pendampingan teknis dari Barantin, pelaku usaha daerah semakin mampu bersaing di pasar global,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa upaya ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekspor, sekaligus memperluas pasar produk olahan Indonesia yang memiliki nilai tambah tinggi.

Komitmen Karantina Gorontalo untuk Peningkatan Ekspor

Kepala Karantina Gorontalo, Iswan Hariyanto, mengatakan bahwa keberhasilan kelapa parut menembus pasar Jerman menunjukkan kualitas produk daerah telah mendapat pengakuan internasional. “Ini menjadi penghargaan bagi usaha-usaha lokal yang mampu memenuhi standar ketat, terutama dalam hal keamanan dan keterbukaan,” katanya.

“Karantina Gorontalo akan terus memperkuat pengawasan dan memberikan bimbingan kepada pelaku usaha agar volume ekspor dapat terus meningkat,” ujar Iswan.

Menurut Iswan, pencapaian ini memberikan peluang untuk meningkatkan ekspor produk unggulan Gorontalo ke pasar global di masa depan. Ia menjelaskan bahwa pihaknya sedang berupaya memastikan proses sertifikasi tidak hanya efisien, tetapi juga cepat dan akurat. “Dengan layanan yang terdigitalisasi, kami mampu mempercepat pemeriksaan produk sehingga ekspor dapat berjalan lebih mudah,” tambahnya.

Salah satu faktor utama keberhasilan ekspor ke Jerman adalah kepatuhan terhadap persyaratan kualitas yang diharapkan oleh pasar Eropa. “Kami bekerja sama dengan eksportir dan pelaku usaha untuk memastikan produk yang dikirimkan selalu memenuhi standar yang dibutuhkan,” katanya. Karding sebelumnya juga menekankan pentingnya pendampingan teknis dalam memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Upaya Barantin untuk mendorong hilirisasi komoditas tidak hanya terbatas pada kelapa parut. Komoditas lain seperti jagung dan ikan bandeng juga menjadi fokus dalam peningkatan nilai tambah. Dengan pengaturan pasar yang lebih strategis, para pelaku usaha di Gorontalo berharap dapat memperluas jaringan ekspor dan meningkatkan pendapatan daerah. “Dukungan dari Karantina sangat penting untuk menjamin produk yang dihasilkan tetap kompetitif,” ujar Karding.

Pengembangan Sistem Layanan Karantina untuk Dukungan Industri

Barantin juga menjelaskan bahwa peningkatan ekspor Gorontalo bukan hanya hasil dari produk yang berkualitas, tetapi juga terkait dengan perbaikan infrastruktur dan sistem layanan karantina. “Kami terus meningkatkan kapasitas tim untuk memberikan layanan yang lebih optimal kepada pelaku usaha,” katanya. Karding menambahkan bahwa ada beberapa hambatan yang perlu diatasi, seperti regulasi yang berubah-ubah dan permintaan pasar yang dinamis.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Barantin aktif berdiskusi dengan eksportir dan pelaku usaha di Gorontalo. Tujuan utamanya adalah menyerap aspirasi terkait hambatan akses pasar serta kebutuhan percepatan layanan sertifikasi. “Dengan memahami kebutuhan pelaku usaha, kami dapat menyesuaikan kebijakan karantina agar lebih mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Karding.

Dalam konteks ini, ekspor kelapa parut menjadi salah satu indikator penting keberhasilan pengembangan industri. “Produk olahan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja di sektor pertanian dan industri,” kata Iswan. Kepala Karantina Gorontalo menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan produk daerah tetap diminati di pasar dunia.

Peningkatan ekspor juga berdampak pada peningkatan penerimaan negara. Dengan nilai ekonomi sekitar Rp1,575 miliar dari komoditas yang dikirim ke Jakarta, serta nilai ekspor ke luar negeri yang mencapai Rp643,72 miliar, Gorontalo berpotensi menjadi salah satu daerah penghasil komoditas ekspor yang paling produktif di Indonesia. Karding mengungkapkan bahwa perlu adanya dukungan pemerintah daerah dan pusat untuk memperkuat pemasaran produk.

Secara keseluruhan, keberhasilan Gorontalo dalam ekspor kelapa parut ke Eropa menjadi momentum untuk meningkatkan daya saing komoditas lokal. “Kami yakin dengan pendekatan yang terstruktur dan kolaboratif, ekspor Gorontalo akan terus berkembang,” katanya. Karding menegaskan bahwa Barantin akan terus berupaya memastikan setiap produk yang dikirim ke luar negeri memiliki kualitas yang tidak diragukan lagi.

Dengan peningkatan frekuensi pengiriman dan volume ekspor yang signifikan, Gorontalo semakin dikenal sebagai daerah yang mampu memenuhi standar internasional. “Ini adalah langkah awal yang membanggakan, tetapi kami masih harus berjuang untuk mempertahankan tren positif ini,” ujar Iswan. Kepala Karantina Gorontalo menambahkan bahwa keberhasilan saat ini menjadi dasar untuk mencapai target ekspor yang lebih besar di masa depan.

Perspektif Global dalam Pengembangan Ekonomi Daerah

Keberhasilan ekspor kelapa parut ke Jerman menunjukkan bahwa Gorontalo memiliki potensi besar untuk menjadi penghasil komoditas olahan yang diminati di pasar internasional. “Kami ingin menjadikan Gorontalo sebagai contoh daerah yang mampu mengubah komoditas sederhana menjadi produk bernilai tambah tinggi,” kata Karding. Ia menekankan bahwa kinerja ekspor yang positif akan berdampak langsung pada pendapatan daerah dan pengurangan ketergantungan pada pasar lokal.

Dalam wawancara ter