Gubernur Sulsel sambut 392 haji kloter 21 di Makassar
Gubernur Sulsel Berikan Pengarahan Kepada Jamaah Haji Kloter 21 yang Kembali dari Tanah Suci
Gubernur Sulsel sambut 392 haji kloter 21 – Makassar, Selasa – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi menyambut kepulangan 392 jamaah haji Kloter 21 Debarkasi Makassar. Jamaah tersebut berasal dari tiga kabupaten, yaitu Soppeng, Enrekang, dan Gowa, dan tiba di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang pada hari Selasa. Hadir dalam acara tersebut adalah Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel, Ali Yafid, Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulsel/Ketua PPIH Embarkasi-Debarkasi Makassar, Ikbal Ismail, serta Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle. Acara ini menjadi momen penting untuk mengapresiasi perjalanan spiritual para jamaah yang telah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Syukur atas Kembali Jamaah Haji yang Selamat
Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan rasa syukur atas kepulangan jamaah haji dalam kondisi sehat dan selamat setelah menyelesaikan rangkaian ibadah. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebahagiaan pribadi, tetapi juga momentum untuk memperkuat iman dan memperlihatkan perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari. “Haji mabrur adalah bagian dari perjalanan spiritual yang mengubah pola hidup seseorang. Sebelum berhaji, banyak dari mereka yang kurang terbiasa beribadah, tetapi setelah kembali, mereka justru semakin aktif dan konsisten dalam berbagai bentuk ibadah,” ujarnya.
“Salah satu ciri haji mabrur adalah ketika seseorang yang sebelumnya masih malas ke masjid, setelah berhaji menjadi rajin beribadah dan istikamah hingga akhir hayatnya,” kata Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.
Dalam kesempatan ini, gubernur juga mengingatkan bahwa peran jamaah haji tidak sebatas pada pengalaman pribadi, tetapi juga menjadi contoh bagi masyarakat sekitar. Ia menyampaikan bahwa ibadah haji diharapkan mampu memberikan dampak mendalam, terutama dalam hal meninggalkan kebiasaan buruk dan mengganti dengan perilaku yang lebih bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sosial sekitarnya. “Setelah pulang dari Tanah Suci, kita harus menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan sebelum berhaji. Jangan lupa untuk memperkuat kebiasaan baik yang telah dipelajari selama perjalanan ibadah,” tambahnya.
Pengarahan untuk Menyebarluaskan Nilai Agama
Gubernur juga menekankan pentingnya jamaah haji berperan aktif dalam menyampaikan pesan-pesan agama ke berbagai kalangan. “Jadilah penyebar nilai-nilai keagamaan yang menyejukkan dan memberikan manfaat bagi sesama. Dengan berbagi kebaikan melalui media sosial atau interaksi langsung, kita dapat membangun masyarakat yang lebih harmonis,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kembali ke kampung halaman bukanlah akhir dari perjalanan spiritual, melainkan awal dari pengaruh positif yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Dalam hal kegiatan ibadah, gubernur mengajak para jamaah untuk terus menjaga rutinitas membaca Al Quran setelah selesai berhaji. “Paling tidak, dalam sehari bisa menyelesaikan satu juz. Ini menjadi bagian dari upaya menjaga kemabruran haji yang telah diraih,” katanya. Tidak hanya itu, ia juga mendorong para jamaah untuk lebih serius dalam menerapkan prinsip-prinsip agama dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam urusan keluarga, pekerjaan, maupun lingkungan sosial.
Peran Kementerian Haji dalam Pendampingan Jamaah
Kehadiran Kakanwil Kemenhaj Sulsel/Ketua PPIH Embarkasi-Debarkasi Makassar, Ikbal Ismail, serta tim pendamping lainnya menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung para jamaah haji. Ia menjelaskan bahwa selama perjalanan ibadah, jamaah diberikan pelatihan dan bimbingan untuk memastikan kualitas spiritual dan fisik mereka tetap terjaga. “Dukungan dari Kemenhaj dan PPIH sangat penting untuk memastikan jamaah dapat menjalani ibadah haji dengan lancar dan mendapatkan manfaat maksimal,” tambah Ikbal Ismail.
Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, juga memberikan pesan tentang pentingnya kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai yang dibawa oleh para jamaah haji. “Kepulangan mereka menjadi kesempatan bagi kita untuk mengapresiasi keberhasilan ibadah dan mengingatkan diri sendiri untuk tetap berpegang pada ajaran agama,” ujarnya. Dalam rangkaian acara, para jamaah juga diberikan pelatihan tentang cara mengoptimalkan pengalaman haji untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Data Kloter 21 dan Harapan untuk Masa Depan
Berdasarkan data manifest haji dari Kanwil Kemenhaj Sulsel, jumlah total anggota jamaah Kloter 21 Debarkasi Makassar mencapai 392 orang, terdiri dari 274 perempuan dan 118 laki-laki. Angka ini menunjukkan bahwa kloter tersebut tergolong besar, dan keberhasilan para jamaah dalam menunaikan ibadah haji menjadi bukti keseriusan mereka dalam menjalani perjalanan spiritual. Gubernur menargetkan bahwa jamaah haji ini dapat menjadi percontohan bagi masyarakat luas dalam memperbaiki perilaku dan meningkatkan iman.
“Semoga kloter ini menjadi penginspirasi bagi masyarakat, agar mereka juga termotivasi untuk mengikuti jejak para jamaah haji dalam memperkuat keimanan dan kepedulian sosial,” ujarnya. Dalam pidatonya, Andi Sudirman Sulaiman juga menyoroti peran penting perempuan dalam mengisi kehidupan rumah tangga dan masyarakat dengan nilai-nilai agama. “Perempuan jama
