Gus Ipul beri motivasi siswa baru saat sambangi Sekolah Rakyat Jakarta

Gus Ipul Beri Motivasi Siswa Sekolah Rakyat Jakarta: Pesan Penting untuk Generasi Muda

Kunjungan Menteri Sosial ke Sekolah Rakyat DKI Jakarta

indocrowdfunding.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Ipul, melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat DKI Jakarta pada Sabtu malam, 18 Juli 2024. Dalam kunjungan ini, Gus Ipul beri motivasi siswa baru agar mereka tidak merasa kecil hati dalam menghadapi masa depan. Kehadirannya di sekolah tersebut berlangsung di sela-sela akhir pekan pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS yang sedang berlangsung.

Selama kunjungan tersebut, Menteri Sosial memanfaatkan kesempatan untuk berdialog secara interaktif dengan para siswa prasejahtera mengenai proses adaptasi mereka di lingkungan sekolah baru. Ia menyampaikan pesan penting bahwa setiap siswa Sekolah Rakyat memiliki nilai yang sama dan tidak boleh dibedakan satu sama lain. Gus Ipul juga menekankan pentingnya semangat belajar bagi para siswa.

“Oleh karena itu tidak perlu kecil hati, tidak perlu rendah diri semuanya harus semangat karena nanti akan dibimbing oleh para guru-guru yang hebat,” kata Gus Ipul saat memberikan motivasi kepada ratusan siswa baru usai jam makan malam.

Setiap Siswa Adalah Ciptaan Tuhan yang Berharga

Gus Ipul menekankan bahwa setiap siswa Sekolah Rakyat berharga karena mereka adalah ciptaan Tuhan. Setiap makhluk ciptaan-Nya pasti memiliki bakat dan kelebihan tersendiri yang unik. Hal ini menjadi dasar bagi sekolah untuk tidak membedakan perlakuan terhadap para siswanya. Dalam kesempatan ini, Gus Ipul beri motivasi siswa dengan menekankan bahwa setiap anak memiliki potensi yang harus dikembangkan.

“Setiap siswa Sekolah Rakyat berharga tidak dibeda-bedakan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sosial juga mempersilakan siswa dan siswi yang ingin berbicara di depan umum. Calysta, seorang siswa berusia 12 tahun, menceritakan pengalaman pertamanya ketika berada di sekolah. Ia mengungkapkan bahwa pertama kali ia menangis, kemudian merasa kangen orang tua, dan akhirnya sudah terbiasa dengan lingkungan baru. Ungkapannya disambut dengan tepuk tangan dari teman-temannya.

Jessi: Dari Putus Asa Menuju Harapan Baru

Selain Calysta, ada juga Jessi yang berbagi pengalamannya. Dulu, Jessi sempat putus asa karena tidak dapat melanjutkan pendidikan. Ayahnya bekerja sebagai ojek online sementara ibunya adalah ibu rumah tangga. Namun, berkat hadirnya Sekolah Rakyat, ia dapat melanjutkan pendidikannya. Jessi juga merasa bersyukur karena mendapatkan kesempatan belajar kembali.

“Sebelum masuk ke sini saya berdoa apakah saya masih punya masa depan yang layak untuk ke depannya atau saya berhenti sampai di titik ini saja. Tapi ketika saya berdoa kemudian ditemukan jawabannya dengan Sekolah Rakyat ini,” ucapnya.

Jessi mengaku di Sekolah Rakyat mulai bangkit untuk kembali meraih masa depannya. Sebelumnya ia juga sempat merasakan kekhawatiran sebagai minoritas karena berbeda keyakinan dengan teman-temannya. Ia merasa lega karena diterima dengan baik oleh lingkungan sekolah.

“Jadi waktu awal ke sini jujur saya kenal teman-teman pada hari pertama, mereka sangat welcome sama saya padahal bisa dibilang kami berbeda keyakinan, tapi mereka sangat merangkul dan baik,” ucapnya.

Ia juga menceritakan ketika teman-temannya dibangunkan untuk shalat tahajud, ia juga terbiasa ikut bangun dan beribadah. Justru hal itu membuatnya dapat mengobati rindunya terhadap keluarga. Gus Ipul beri motivasi siswa dengan menunjukkan bahwa perbedaan bukan halangan untuk bersatu.

Larangan Perundungan dan Intoleransi

Dari hal itu Gus Ipul kembali mengingatkan bahwa di Sekolah Rakyat tidak boleh ada perundungan, menghina suku maupun agama, dan melakukan kekerasan fisik dan seksual. Ia juga menekankan pentingnya toleransi antar sesama siswa. Gus Ipul beri motivasi siswa untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan yang ada.

“Tidak boleh juga melakukan tindakan intoleransi yang tidak mau menghormati siapapun,” katanya.

Ia mengajak para siswa dan siswi untuk berdoa bersama. Selain itu, ia juga meninjau asrama dan gedung permanen Sekolah Rakyat. Saat ini hasil penjangkauan siswa baru di Sekolah Rakyat DKI Jakarta terdapat 90 siswa jenjang SMA, 90 siswa jenjang SMP dan 27 siswa jenjang SD. Kunjungan ini menjadi momen berharga bagi para siswa untuk mendapatkan semangat baru dalam belajar.