Important Visit: Anggota DPR dukung Banyumas Lengger Bicara masuk KEN 2027

Anggota DPR Dukung Banyumas Lengger Bicara Masuk KEN 2027

Important Visit – Purwokerto – Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah menyatakan dukungan terhadap inisiatif mengangkat Banyumas Lengger Bicara sebagai ajang wisata budaya nasional melalui Karisma Event Nusantara (KEN) 2027. Menurutnya, acara ini dianggap mampu memperkuat identitas budaya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Usai menghadiri pergelaran Banyumas Lengger Bicara 2026 bertema “Gemah Ripah Loh Jinawi” di kawasan Menara Teratai, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat malam, ia menegaskan bahwa budaya adalah bentuk ekspresi perasaan manusia yang diwujudkan melalui seni tari, musik, atau bentuk kesenian lainnya.

Peran Budaya dalam Pembangunan Peradaban

Budaya, menurut Siti Mukaromah, merupakan fondasi peradaban yang mampu mengangkat kebanggaan bangsa. “Budaya membangun peradaban dan menjadi kebanggaan bangsa,” ujarnya. Ia menilai bahwa acara seperti Banyumas Lengger Bicara memiliki nilai strategis dalam menyebarluaskan kekayaan budaya Indonesia, terutama yang berkaitan dengan seni tari tradisional. Dalam wawancara, ia menyebut bahwa penyelenggaraan acara ini secara rutin menjadi bukti komitmen daerah dalam memajukan sektor pariwisata berbasis budaya.

“Budaya memiliki potensi besar untuk dikolaborasikan dengan pengembangan pariwisata ekosistem, sesuai semangat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang Kepariwisataan,” tambah anggota DPR tersebut.

Dalam kesempatan terpisah, Pembina Banyumas Lengger Bicara Andy F. Noya mengharapkan acara yang telah berlangsung tiga tahun terakhir ini dapat memenuhi standar untuk diakui sebagai bagian dari KEN 2027. “Kami yakin Banyumas Lengger Bicara bisa menjadi ajang nasional, bukan hanya untuk Banyumas, tetapi juga bagi seluruh Indonesia,” tuturnya. Ia menjelaskan bahwa keberlanjutan acara ini menjadi kunci untuk mendapatkan pengakuan nasional, seiring pertumbuhan partisipasi wisatawan dari berbagai wilayah.

Proses Penyelenggaraan dan Persiapan KEN 2027

Ketua Panitia Banyumas Lengger Bicara 2026, R. Satria Setyanugraha, mengungkapkan bahwa pihaknya optimis seluruh indikator KEN dapat dipenuhi. “Insyaallah, kita yakin tahun depan bisa masuk KEN, hanya butuh beberapa perbaikan di sejumlah aspek,” katanya. Satria menyebutkan bahwa persyaratan utama meliputi keberlanjutan penyelenggaraan tiga tahun berturut-turut, penguatan nilai budaya, manfaat bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengelolaan lingkungan yang ramah.

Pergelaran Banyumas Lengger Bicara 2026 menampilkan dua tarian utama yang menjadi pusat perhatian. Pertama, tarian “Sastra Jiwangga” karya Rianto, sang maestro tari Lengger. Kedua, “Senandung Tanah Makmur” yang menggabungkan tarian tradisional dengan orkestra Jawa. Kedua pertunjukan ini dianggap sebagai simbol kejayaan seni tari Banyumas yang berakar dari budaya Jawa Kuno.

“Banyumas Lengger Bicara bukan hanya sekadar acara kesenian, tetapi juga menjadi cerminan kehidupan budaya Banyumas yang bernilai tinggi,” kata Satria.

Di sisi lain, sejumlah tokoh nasional turut memberikan apresiasi atas penyelenggaraan acara ini. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyerahkan penghargaan kepada Suliyah, yang dianggap sebagai pelaku seni yang berkontribusi dalam pelestarian budaya. Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat memberikan penghargaan kepada keluarga almarhum Rusmadi, legenda lawak Banyumas yang dikenang dalam dunia seni. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono juga turut berpartisipasi dalam pemberian penghargaan kepada keluarga almarhum Sadikun, pendiri grup lawak Penjol.

Kolaborasi untuk Menjaga Keberlanjutan Budaya

Siti Mukaromah menekankan bahwa pengakuan nasional melalui KEN 2027 akan memberikan dampak luas, baik secara ekonomi maupun sosial. “KEPARIWISATAAN 2025 telah menekankan pentingnya integrasi budaya dalam pengembangan destinasi wisata, jadi ini menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat usaha lokal,” ujarnya. Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Banyumas dan penyelenggara acara diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang lebih baik, terutama dalam membangun industri seni dan budaya yang berkelanjutan.

Menurut Andy F. Noya, Banyumas Lengger Bicara juga menjadi platform untuk memperkenalkan budaya Banyumas kepada masyarakat luar. “Selama tiga tahun terakhir, acara ini terus berkembang, mulai dari jumlah peserta hingga kualitas pertunjukan. Konsistensi inilah yang menjadi dasar bagi harapan kami masuk KEN 2027,” kata dia. Ia menambahkan bahwa potensi wisata budaya Banyumas bisa dikembangkan lebih jauh jika diperkuat oleh dukungan pemerintah pusat dan daerah.

Wisata Budaya sebagai Bentuk Ekonomi Kreatif

Kepala Dinas Kebudayaan Banyumas juga turut memberikan penjelasan bahwa pengakuan sebagai KEN akan meningkatkan nilai