Kemensos beri sinyal pembangunan Sekolah Rakyat di Tulungagung
Kemensos Beri Sinyal Pembangunan Sekolah Rakyat di Tulungagung
Kemensos beri sinyal pembangunan Sekolah Rakyat – Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) – Pemerintah daerah setempat kini tengah mempercepat persiapan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di kawasan persawahan dekat Rusunawa Jepun. Proyek ini diberikan sinyal persetujuan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia, yang menyatakan bahwa pembangunan akan dimulai pada 2026. Kepala Dinas Sosial Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, mengungkapkan bahwa upaya ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan akses pendidikan bagi keluarga miskin di daerah tersebut.
Progres dan Persiapan Lahan
Pemkab Tulungagung telah menyiapkan lahan seluas 5,2 hektare yang berlokasi di area persawahan. Area ini dipilih karena memiliki akses yang mudah ke masyarakat sekitar, serta kemudahan dalam pengembangan infrastruktur. Reni menjelaskan bahwa selama ini, peran pemerintah daerah hanya terbatas pada penyediaan lahan, sementara tugas konkrit pembangunan fisik akan ditangani oleh Kemensos. “Pemkab hanya menyiapkan lahan. Untuk pembangunan fisik akan dilaksanakan oleh Kemensos,” ujarnya.
Keterlambatan dan Koordinasi
Menurut Reni, usulan pembangunan SR di Tulungagung sempat mengalami hambatan karena pengajuan lahan baru dilakukan pada akhir 2025. Hal ini memengaruhi percepatan progres, sehingga ada jeda waktu sebelum pelaksanaan bisa dimulai. Namun, setelah melakukan koordinasi langsung dengan Kemensos, pihaknya menerima komitmen untuk menyelesaikan proyek ini lebih cepat, meski belum tercatat dalam dokumen resmi. “Kemensos menyampaikan secara lisan bahwa pembangunan akan dilakukan pada 2026,” katanya.
Administrasi dan Survei Lokasi
Saat ini, proses administrasi dan perizinan masih dalam jalannya. Unit pelaksana teknis terkait juga sedang melakukan survei serta pengukuran lokasi yang akan digunakan. Reni mengatakan, langkah-langkah ini penting untuk memastikan kecocokan lahan dengan kebutuhan pembangunan SR. “Setelah tahapan lahan selesai, baru kami siapkan proses lanjutan termasuk pendaftaran siswa,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa penyiapan dokumen resmi dan pendaftaran siswa akan menjadi fokus utama setelah semua izin diperoleh.
Target Penerima Manfaat
Sekolah Rakyat yang akan dibangun di Tulungagung nantinya diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, khususnya kelompok desil I dan II. Selain itu, institusi ini juga diharapkan bisa memberikan pendidikan yang lebih terjangkau bagi masyarakat kurang mampu. Reni menegaskan bahwa SR bertujuan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia di tingkat dasar, terutama di wilayah pedesaan yang kurang mendapat perhatian. “Ini akan menjadi wadah pendidikan untuk anak-anak yang kurang beruntung, sehingga bisa mengurangi kesenjangan akses pendidikan,” tambahnya.
Penyebab Keterlambatan dan Harapan
Pengajuan lahan di akhir 2025 menjadi salah satu penyebab keterlambatan dalam proses pembangunan SR. Reni menyebutkan bahwa keterlambatan ini memengaruhi kemajuan proyek, tetapi koordinasi yang intensif antara pihak pemerintah daerah dan Kemensos telah memberikan arah untuk percepatan. “Meski tidak dituangkan dalam dokumen resmi, Kemensos menegaskan bahwa proyek ini akan berjalan di tahun 2026,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa pembangunan akan diprioritaskan setelah semua persiapan selesai, termasuk pengumpulan data dan perizinan.
Arti Strategis Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat di Tulungagung dianggap sebagai inisiatif penting dalam rangka memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin. Proyek ini sejalan dengan visi pemerintah pusat untuk mendorong pendidikan inklusif dan memperbaiki kualitas layanan pendidikan di daerah-daerah yang membutuhkan. Selain itu, pembangunan SR diharapkan bisa menjadi contoh sukses dalam kolaborasi antara pemerintah daerah dan kementerian, yang bisa diaplikasikan di wilayah lain.
Persiapan yang Terus Berlangsung
Sebagai bagian dari persiapan, pihak Dinas Sosial Tulungagung terus melakukan langkah-langkah mendukung. Selain survei dan pengukuran, mereka juga memastikan semua data terkait keluarga prasejahtera di sekitar lokasi telah terkumpul. “Kami perlu memastikan bahwa calon siswa yang akan diterima memenuhi kriteria,” jelas Reni. Proses ini membutuhkan waktu, tetapi pihaknya yakin bahwa setelah semua dokumen selesai, pembangunan SR bisa dimulai tepat waktu.
Harapan dan Kontribusi Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Tulungagung menargetkan pembangunan SR dapat segera direalisasikan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Proyek ini juga diharapkan bisa menjadi jembatan dalam memperkuat akses pendidikan, terutama di daerah pedesaan. Reni menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kemensos untuk menjamin keberhasilan proyek ini. “Kita perlu saling mendukung agar target pembangunan bisa tercapai dengan baik,” ujarnya.
Proyek yang Menjadi Fokus
Pembangunan Sekolah Rakyat di Tulungagung menjadi salah satu proyek prioritas Dinas Sosial dalam beberapa tahun terakhir. Proyek ini tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengurangi kesenjangan ekonomi melalui pendidikan. Reni menyebutkan bahwa proyek ini akan menjadi bagian dari program peningkatan kesejahteraan sosial yang berkelanjutan. “Kami optimis dengan dukungan Kemensos, SR bisa menjadi salah satu pusat pendidikan yang bermanfaat untuk masyarakat,” pungkasnya.
Sebagai bagian dari program nasional, Sekolah Rakyat di Tulungagung juga diharapkan bisa menjadi model keberhasilan dalam penyelenggaraan pendidikan yang lebih terjangkau. Dengan area seluas 5,2 hektare, institusi ini diusulkan memiliki kapasitas untuk melayani ribuan siswa, terutama di wilayah yang belum terakses oleh sekolah biasa. Pemkab juga menyiapkan pendanaan tambahan guna memastikan proyek ini berjalan lancar. “Kami akan memanfaatkan dana desentralisasi dan berbagai program pendampingan untuk mempercepat pembangunan,” ujarnya.
Dengan persiapan yang intensif, pihak Dinas Sosial dan Kemensos berharap proyek ini dapat menjadi bentuk dukungan nyata bagi anak-anak yang membutuhkan. Penyediaan lahan yang telah selesai menjadi fondasi penting untuk memulai tahap konstruksi, sementara administrasi dan perizinan masih dalam proses. Reni menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menjaga komunikasi dengan Kemensos untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai rencana. “Kami ingin Sekolah Rakyat ini bisa segera beroperasi dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” pungkasnya.
