Key Discussion: LLDIKTI VII dorong kampus berdampak lewat program Kakak Tangguh

LLDIKTI VII Dorong Kampus Berdampak Melalui Program Kakak Tangguh

Rapat Kerja Pimpinan dan Visi Kampus Unggul 2026

Key Discussion menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Dalam Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) yang digelar di Surabaya, Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof Dyah Sawitri, mengungkapkan bahwa program Kakak Tangguh dianggap sebagai alat strategis untuk mencapai visi kampus berdampak bagi masyarakat. “Key Discussion menekankan bahwa kampus tidak hanya bertugas mencetak sumber daya manusia (SDM) tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan lokal,” jelas Prof Dyah. Program ini dirancang agar institusi pendidikan tinggi mampu merespons kebutuhan masyarakat secara lebih tepat dan berkelanjutan.

“Program Kakak Tangguh bertujuan mengubah paradigma pendidikan tinggi, agar institusi tersebut bisa menjadi pusat solusi bagi tantangan daerah dan nasional,” tutur Prof Dyah. Dengan pendekatan ini, kampus diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik tinggi tetapi juga mampu berkontribusi langsung pada pengembangan ekonomi dan sosial masyarakat sekitar.”

LLDIKTI Wilayah VII menekankan bahwa untuk mencapai Key Discussion ini, pemetaan wilayah Jawa Timur menjadi dasar penting dalam merancang program peningkatan kualitas pendidikan. Wilayah tersebut dibagi menjadi empat kawasan utama—Pantura, Arek, Mataraman, dan Pesisir—yang masing-masing memiliki karakteristik unik. “Dengan memahami perbedaan kebutuhan wilayah, kampus dapat merancang kurikulum dan program yang lebih relevan,” tambah Prof Dyah. Ini akan memastikan bahwa output pendidikan tidak hanya mencakup peningkatan akademik tetapi juga penyesuaian dengan kebutuhan lokal.

Dalam Key Discussion ini, LLDIKTI Wilayah VII mengidentifikasi tiga indikator utama keberhasilan program Kakak Tangguh. Indikator pertama adalah kesiapan lulusan dalam memasuki dunia kerja, kedua adalah kemampuan mereka menciptakan peluang kerja baru, dan ketiga adalah kontribusi terhadap masyarakat, bangsa, serta negara. “Evaluasi kinerja perguruan tinggi harus berdasarkan dampak yang dihasilkan, bukan hanya jumlah lulusan,” tegas Prof Dyah. Ia menekankan bahwa program ini adalah bagian dari upaya menciptakan kampus yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga berpengaruh pada lingkungan sekitar.

Langkah Strategis dan Dukungan Pemerintah

LLDIKTI Wilayah VII tidak hanya fokus pada perubahan internal kampus, tetapi juga mendorong kolaborasi dengan komunitas sekitar. “Key Discussion menuntut kampus menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar tempat memperoleh gelar akademik,” ujar Prof Dyah. Langkah ini melibatkan peningkatan akses pendidikan dan kepastian sumber daya yang memadai, agar program bisa berjalan optimal. Dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) juga menjadi bantuan penting dalam menguatkan visi Key Discussion ini.

“Peningkatan akses pendidikan tinggi harus diiringi peningkatan kualitas secara bersamaan. Dengan demikian, bantuan pendidikan bisa menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing,” kata Prof Sandro Mihradi, Plt. Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek. Ia menyoroti bahwa Key Discussion ini memerlukan komitmen terus-menerus dari semua pihak, termasuk kampus dan masyarakat, untuk mencapai hasil yang berkelanjutan.”

Menurut Prof Sandro, program Kakak Tangguh juga memberikan kesempatan bagi kampus untuk berperan aktif dalam mendorong SDM yang mampu memimpin perubahan. “Lulusan dari program ini diharapkan memiliki kemampuan teknis, mental, dan tanggung jawab sosial, serta siap memperkuat perekonomian daerah,” tambahnya. Dukungan pemerintah akan terus diberikan untuk memastikan Key Discussion terkait peningkatan kualitas pendidikan tinggi bisa tercapai, serta mengevaluasi peran kampus sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.

Impact dan Kesiapan Kampus

Program Kakak Tangguh dianggap sebagai bagian dari Key Discussion nasional yang menekankan pentingnya pendidikan tinggi memiliki dampak nyata terhadap masyarakat. Prof Dyah Sawitri menjelaskan bahwa kampus harus menjadi garda terdepan dalam menghasilkan SDM yang siap menghadapi tantangan global. “Dengan memetakan kebutuhan wilayah, kampus bisa menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten tetapi juga mampu berkontribusi pada keberlanjutan pembangunan,” lanjutnya. Ini memastikan bahwa Key Discussion program Kakak Tangguh tidak hanya fokus pada pencapaian akademik tetapi juga pada manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

“Kampus harus mampu beradaptasi dengan dinamika lokal, agar lulusan bisa berperan aktif dalam membangun masyarakat,” kata Prof Sandro. Ia menambahkan bahwa Key Discussion ini perlu diiringi komitmen jangka panjang dalam mengembangkan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berorientasi pada solusi masalah nyata.”