Main Agenda: Wapres tiba di Gorontalo untuk buka PENAS XVII dan tinjau bendungan
Kunjungan Wapres Gibran Rakabuming ke Gorontalo Berlangsung Sukses
Main Agenda – Sejumlah hari Jumat, tepatnya pada pukul 11.25 WITA, Wakil Presiden Gibran Rakabuming tiba di Kota Gorontalo untuk memulai rangkaian kunjungan kerjanya. Agenda utama dari perjalanan ini adalah membuka Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026 serta melakukan inspeksi terhadap Bendungan Bulango Ulu yang sedang dalam tahap konstruksi. Tiba di Bandar Udara Djalaluddin, mantan gubernur Surakarta ini disambut dengan tradisi sekapur sirih adat yang menjadi ciri khas budaya Gorontalo. Upacara sambutan juga dilengkapi dengan doa yang dibacakan oleh tokoh lokal, sebagai penghormatan atas kehadiran pejabat negara tingkat tertinggi.
PENAS XVII: Pemersatu Petani dan Nelayan Nasional
Dalam kunjungan kerja yang berlangsung hari ini, Wapres Gibran akan menghadiri acara PENAS XVII yang digelar di Kabupaten Gorontalo. Pekan nasional ini diagendakan berlangsung pada 20 hingga 25 Juni 2026, dan menjadi ajang pertemuan antara ribuan peserta yang terdiri dari petani, nelayan, serta penyuluh pertanian dari berbagai daerah di Indonesia. Jumlah peserta diproyeksikan mencapai sekitar 30.000 orang, yang akan mendiskusikan berbagai isu terkini terkait keberlanjutan sektor pertanian dan perikanan. Tema utama PENAS XVII adalah “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Program Swasembada Pangan guna Mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045.”
“Kita perlu mengintegrasikan inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan memastikan ketersediaan pangan nasional,” kata seorang perwakilan dari Kementerian Pertanian dalam wawancara terpisah.
Bendungan Bulango Ulu yang menjadi salah satu tujuan kunjungan Wapres merupakan proyek strategis nasional yang telah mencapai 94,99 persen dari total progres pembangunannya. Proyek ini diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan ketersediaan air irigasi dan pengelolaan sumber daya air di wilayah Kabupaten Bone Bolango. Sebagai bagian dari perencanaan pemerintah, bendungan ini juga berperan dalam mengurangi risiko banjir dan melindungi ekosistem lingkungan sekitar.
Perjalanan Wapres: Dari NTT hingga Papua
Sebelum tiba di Gorontalo, Wapres Gibran telah melakukan kunjungan ke Nusa Tenggara Timur pada hari Kamis (18/6). Di sana, ia melihat langsung implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dua lokasi di Kabupaten Ende. Aktivitas ini adalah bagian dari rangkaian kunjungan ke berbagai daerah pada 18–21 Juni 2026, yang bertujuan mengevaluasi keberhasilan berbagai kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Setelah selesai mengikuti acara PENAS XVII, Wapres Gibran direncanakan melanjutkan perjalanan ke Papua Barat. Di sana, ia akan meninjau Sentra Produksi Kakao Ransiki yang berada di Kabupaten Manokwari Selatan. Proyek ini dianggap sebagai langkah penting dalam memajukan industri kakao nasional, yang kini menjadi salah satu sektor unggulan ekonomi daerah. Selain itu, Wapres juga akan membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari, yang menjadi ajang pertunjukan musik dan kebudayaan dengan peserta dari seluruh Indonesia.
Kunjungan kerja terakhir dari agenda ini adalah ke Papua Selatan melalui Kabupaten Asmat. Di sana, Wapres akan meninjau sejumlah fasilitas publik, termasuk Asmat Museum of Culture and Progress, Sekolah Lapang Sagu, RSUD Agats, serta Gereja Katedral Salib Suci. Pemilihan Asmat sebagai lokasi peninjauan bertujuan memastikan bahwa proyek infrastruktur dan pendidikan di wilayah paling ujung Indonesia terus berjalan optimal. Selama perjalanan, pihak pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
PENAS XVII: Momen untuk Percepatan Swasembada Pangan
PENAS XVII Tahun 2026 dijadwalkan menjadi platform utama bagi petani dan nelayan untuk membangun jejaring kerja dan berbagi pengalaman. Pada acara ini, berbagai inovasi teknologi pertanian akan dipamerkan, mulai dari alat pertanian modern hingga metode pengelolaan lahan yang ramah lingkungan. Selain itu, ada juga diskusi mengenai peran perempuan dalam sektor pertanian dan perikanan, serta upaya peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan dan edukasi. Acara ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendukung visi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045.
Proyek pembangunan Bendungan Bulango Ulu juga menjadi sorotan dalam rangkaian kegiatan Wapres Gibran. Bendungan ini memiliki kapasitas tampung air yang cukup besar, sehingga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air untuk pertanian, perikanan, dan kebutuhan sehari-hari masyarakat sekitar. Progres pembangunan yang mencapai 94,99 persen menunjukkan bahwa proyek tersebut hampir selesai, dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2026. Dalam kunjungan ke lokasi bendungan, Wapres Gibran akan bertemu langsung dengan pekerja proyek, serta memberikan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan.
Peran Teknologi dalam Peningkatan Produksi Pangan
Dalam pidato pembukaan PENAS XVII, Wapres Gibran menekankan bahwa transformasi teknologi merupakan kunci utama dalam mencapai swasembada pangan. Ia menyoroti beberapa inovasi, seperti pertanian hidroponik, penggunaan drone dalam pemantauan lahan, serta digitalisasi sistem distribusi hasil pertanian. “Kita perlu menyiapkan infrastruktur digital yang mendukung produktivitas pertanian, agar masyarakat pedesaan bisa bersaing di pasar global,” ujarnya dalam sambutan resmi.
Kehadiran Wapres Gibran di Gorontalo juga menimbulkan antusiasme tinggi dari masyarakat setempat. Banyak petani dan nelayan berharap bisa memperoleh bantuan teknis dan pendanaan dari pemerintah untuk memperkuat usaha mereka. Selain itu, kota Gorontalo yang menjadi lokasi acara PENAS XVII diharapkan menjadi contoh keberhasilan dalam pengembangan sektor pertanian dan perikanan. Rangkaian kegiatan di sana akan melibatkan berbagai diskusi teknis, serta pameran produk pertanian yang inovatif.
Komitmen Pemerintah dalam Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat
Kunjungan Wapres Gibran ke berbagai daerah mencerminkan komitmen pemerintah untuk memperhatikan kebutuhan rakyat di tingkat desa. Dalam perjalanan ini,
