Prabowo bertekad hapus kemiskinan ekstrem lewat 29 kebijakan

Prabowo Subianto Luncurkan 29 Langkah Strategis untuk Mengatasi Kemiskinan Ekstrem

Indocrowdfunding.com – Jakarta — Komitmen kuat Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas kemiskinan ekstrem telah diwujudkan melalui serangkaian kebijakan yang mencakup 29 program berbeda. Langkah-langkah ini dirancang secara khusus untuk menjangkau masyarakat yang termasuk dalam kategori miskin ekstrem hingga kelompok yang rentan terhadap kemiskinan, khususnya mereka yang berada pada desil pertama hingga keempat.

Pengumuman ini disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang diselenggarakan di Istana Negara pada hari Senin. Seluruh anggota Kabinet Merah Putih serta para pejabat negara hadir dalam acara tersebut. Pemerintah telah menjalankan berbagai kebijakan yang terbagi ke dalam tiga kelompok utama, yaitu program penghapusan kemiskinan dengan target nol persen, program universal, dan program afirmatif.

Program Bantuan Langsung untuk Keluarga Miskin

Presiden memulai paparannya dengan menjelaskan Program Keluarga Harapan yang menargetkan 10 juta keluarga dari desil satu sampai empat. Program ini memberikan bantuan bulanan yang bervariasi antara Rp75.000 hingga Rp250.000 per keluarga. Selain itu, Sekolah Rakyat juga memberikan dukungan signifikan kepada anak-anak dari keluarga paling miskin dengan total bantuan mencapai Rp4 juta per bulan.

“Kartu Indonesia Pintar, 1,2 juta mahasiswa dibantu biaya hidup Rp800.000 sampai Rp1,4 juta per bulan,” kata Presiden di hadapan seluruh anggota Kabinet Merah Putih dan pejabat-pejabat negara.

Program Uang Kuliah Tunggal juga mendapat perhatian khusus dengan pembayaran langsung ke perguruan tinggi. Program Indonesia Pintar menjangkau 22,1 juta siswa dari desil satu hingga empat yang merupakan kelompok paling bawah. Presiden menekankan bahwa keberpihakan pemerintah kepada masyarakat miskin sangat luar biasa.

Perluasan Jaminan Kesehatan dan Subsidi

Dalam sektor kesehatan, Jaminan Kesehatan Nasional telah diberikan kepada 96,8 juta orang. Angka ini menunjukkan skala yang sangat besar dibandingkan negara-negara tetangga. Presiden menyampaikan bahwa hampir 100 juta orang mendapatkan jaminan kesehatan, yang merupakan 20 kali lipat lebih besar dari populasi Singapura dan 3,5 kali lebih besar dari Malaysia.

Pemerintah juga memberikan berbagai bentuk subsidi kepada masyarakat. Subsidi LPG, subsidi solar, kompensasi Pertalite, subsidi dan kompensasi listrik, diskon tarif kereta api, diskon tarif angkutan laut, serta bantuan pangan merupakan beberapa program yang dijalankan. Bantuan pangan memberikan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng selama tiga bulan kepada 33,24 juta keluarga dari desil satu hingga empat.

“Tunjukkan negara mana seperti kita? Pasti ada yang lebih hebat, pasti, tetapi untuk bangsa Indonesia, not bad-lah. Jangan anggap enteng kita terus, we are strong, we are rich, and we will be richer. Kita akan lebih kaya, karena kita tidak mau jadi lugu lagi, kita terlalu lagi, terlalu naif, terlalu baik,” ujar Presiden.

Daftar Lengkap 29 Program Dukungan Kesejahteraan 2026

Berikut adalah rincian 29 program yang dipaparkan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara:

1. Program Keluarga Harapan (PKH): Menjangkau 10 juta keluarga desil 1-4 dengan bantuan Rp75.000-Rp250.000 per bulan.

2. Sekolah Rakyat: 44.635 siswa dari keluarga desil 1-2 menerima bantuan Rp4.000.000 per siswa per bulan.

3. Kartu Program Indonesia Pintar (PIP) Kuliah: 1,2 juta mahasiswa dibebaskan dari biaya UKT dengan bantuan biaya hidup Rp800.000-Rp1.400.000 per bulan.

4. Program Indonesia Pintar (PIP): 22,1 juta siswa desil 1-4 menerima Rp37.500-Rp150.000 per bulan.

5. Kartu Sembako: 18,25 juta keluarga desil 1-5 menerima Rp200.000 per bulan.

6. Bansos ATENSI: 83.357 orang menerima bantuan maksimal Rp2.400.000 per tahun per penerima.

7. PBI Jaminan Kesehatan Nasional (JKN): 96,8 juta orang dari desil 1-5 menerima Rp42.000 per bulan.

8. Bantuan Pemberdayaan: Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) memberikan sekitar Rp5.000.000 per penerima dengan total 15.000 penerima. Pemberdayaan Warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) memberikan sekitar Rp10.000.000 per penerima dengan total 2.810 penerima.

9. Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS): 400.000 penerima manfaat menerima Rp20.000.000 per rumah.

10. Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP): Periode 2010-2025 menjangkau 1.877.747 rumah tangga dengan besaran Rp727.000 per bulan.

11. Bantuan Bencana: Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi Rp5.000.000 per penerima dengan 120.518 penerima. Bantuan Pemulihan dan Penguatan Sosial sekitar Rp7.900.000 per penerima dengan 150.018 penerima. Bantuan Kesiapsiagaan dan Logistik Bencana sekitar Rp600.000 per penerima dengan 169.014 penerima.

12. Subsidi LPG: 66,4 juta rumah tangga menerima Rp107.000 per bulan.

13. Subsidi dan Kompensasi Solar: 484.087 rumah tangga menerima sekitar Rp578.139 per bulan.

14. Kompensasi Pertalite: 33.787.364 rumah tangga menerima Rp89.050 per bulan.

15. Subsidi dan Kompensasi Listrik: 87 juta rumah tangga/pelanggan menerima bantuan sekitar Rp130.000.