Dirut Antara ingatkan peran penting Paskibraka jadi Duta Pancasila
Dirut Antara Ingatkan Peran Penting Paskibraka Jadi Duta Pancasila
Latihan Intensif di Jakarta untuk Tingkatkan Kemampuan Anggota Paskibraka
Dirut Antara ingatkan peran penting Paskibraka – Rabu (27/5), Direktur Utama Perusahaan Pers Perum LKBN Antara, Benny Siga Butarbutar, menjadi pembicara utama dalam kegiatan Pemusatan Latihan Paskibraka Tingkat Pusat yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Jakarta. Acara tersebut bertujuan memperkuat kapasitas anggota Paskibraka sebagai penghormat kebijakan dan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Benny, dalam sambutannya, menekankan bahwa selain tugas utama sebagai pengibar bendera, Paskibraka memiliki peran strategis dalam menjadi duta ideologi nasional.
Menurut Benny, dalam era informasi yang semakin cepat, keahlian dalam memilah dan menyampaikan data menjadi kunci bagi para anggota Paskibraka. “Kita harus memastikan bahwa mereka mampu menjadi sumber informasi yang andal dan dihormati,” ujarnya. Ia menyoroti bahwa literasi informasi tidak hanya membantu dalam memahami konsep Pancasila, tetapi juga mendorong mereka untuk mengomunikasikan nilai-nilai tersebut secara tepat kepada masyarakat luas.
“Berkomunikasi dengan informasi yang jelas dan relevan adalah cara paling efektif untuk mengenalkan Pancasila ke berbagai kalangan. Jika kita tidak memahami konsep tersebut, bagaimana kita bisa menjelaskannya dengan baik?”
Latihan yang berlangsung di Jakarta tersebut dihadiri oleh sejumlah anggota Paskibraka dari berbagai daerah. BPIP memandang bahwa peningkatan literasi informasi akan memperkuat kepercayaan publik terhadap peran Paskibraka sebagai pelaku kebudayaan dan penyambung lidah nilai-nilai Pancasila. Benny menambahkan bahwa para anggota perlu dilatih untuk menjadi pemimpin dalam proses penyampaian informasi, bukan hanya sebagai pelaksana tugas.
Paskibraka, sebagai organisasi yang beranggotakan siswa-siswi SMA, memiliki tanggung jawab besar dalam merepresentasikan kebijakan nasional. Benny mengingatkan bahwa setiap upacara bendera yang diikuti oleh mereka adalah kesempatan emas untuk menyebarkan pesan Pancasila secara langsung. “Upacara bendera adalah simbol kebersamaan, dan Paskibraka harus menjadi model perilaku yang mencerminkan integritas dan komitmen terhadap nilai-nilai luhur,” jelasnya.
Di samping itu, Benny juga membahas pentingnya pendidikan ideologi dalam konteks digitalisasi. Ia menyampaikan bahwa media massa, terutama Antara, memiliki peran kritis dalam membentuk pemahaman masyarakat tentang Pancasila. “Media tidak hanya menghimpun berita, tetapi juga mengajarkan cara melihat dunia dengan perspektif Pancasila,” katanya. Hal ini relevan dengan peran Paskibraka sebagai pihak yang secara aktif terlibat dalam kegiatan media dan sosialisasi nilai-nilai nasional.
BPIP memandu latihan tersebut dengan fokus pada empat aspek utama: pengetahuan Pancasila, kemampuan berkomunikasi, literasi informasi, dan etika kerja. Benny menyatakan bahwa kompetensi ini akan meningkatkan kualitas anggota Paskibraka, sehingga mereka mampu menghadapi berbagai tantangan informasi di masyarakat. “Kita harus melatih mereka agar tidak hanya memahami Pancasila secara teori, tetapi juga mampu merespons kebutuhan masyarakat dengan solusi yang berlandaskan nilai-nilai luhur,” tambahnya.
Dalam rangkaian kegiatan, para peserta diberikan materi tentang sejarah Pancasila dan perannya dalam pembentukan identitas bangsa. Benny menekankan bahwa Pancasila bukan hanya konsep abstrak, tetapi juga prinsip-prinsip yang hidup dalam kehidupan sehari-hari. “Mereka harus mampu menjelaskan bahwa Pancasila adalah jembatan antara generasi muda dan tradisi,” katanya. Selain itu, latihan tersebut juga mencakup simulasi upacara bendera dan diskusi tentang tanggung jawab sosial anggota Paskibraka.
Sejumlah peserta latihan menyampaikan bahwa mereka merasa lebih siap untuk menjalankan tugas di masa depan. “Saya belajar bahwa setiap tindakan kecil, seperti mengibarkan bendera, bisa memperkuat nilai-nilai Pancasila di mata masyarakat,” ujar salah satu anggota. Benny mengapresiasi antusiasme para peserta dan berharap mereka bisa menjadi pelaku utama dalam promosi ideologi nasional. “Dengan literasi informasi yang baik, mereka bisa menjadi duta Pancasila yang lebih efektif dan berwawasan luas,” tambahnya.
Acara tersebut juga menjadi ajang dialog antara perwakilan BPIP dan para anggota Paskibraka. Dalam sesi tanya jawab, beberapa peserta menanyakan tentang peran media dalam menjaga keutuhan ideologi Pancasila. Benny menjelaskan bahwa media massa harus menjadi tempat penyebaran nilai-nilai Pancasila yang konsisten, serta menjaga keseimbangan antara kebebasan berpendapat dan keselarasan dengan konsep luhur. “Pancasila adalah pondasi, dan media adalah alatnya,” katanya.
BPIP menyatakan bahwa latihan ini adalah bagian dari upaya jangka panjang untuk membangun generasi muda yang memahami dan menghargai ideologi nasional. Benny menekankan bahwa Paskibraka bukan hanya simbol kebanggaan, tetapi juga garda terdepan dalam penguatan Pancasila. “Mereka harus menjadi teladan, baik dalam berbicara maupun berperilaku,” ujarnya. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk media, keberhasilan latihan ini diharapkan bisa berdampak signifikan dalam memperkuat pengaruh Pancasila di tengah dinamika kehidupan modern.
Sumber: Sanya Dinda Susanti/Bayu Pratama S/Sandy Arizona/Ludmila Yusufin Diah Nastiti
