BMKG: Waspada gelombang tinggi 2,5 meter di perairan Kalsel
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter di Perairan Kalimantan Selatan
BMKG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan peringatan dini untuk potensi gelombang laut yang mencapai tinggi 2,5 meter. Peringatan ini berlaku mulai Selasa, 16 Juni 2026, dan dikeluarkan sebagai upaya mencegah risiko kecelakaan di sektor pelayaran. Pihak BMKG memperkirakan kondisi cuaca yang tidak stabil akan berdampak pada perairan Kalimantan Selatan, khususnya di sekitar Kotabaru dan daerah lainnya.
Analisis Cuaca dan Kondisi Gelombang
Menurut Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor Banjarmasin, Putri Cahyaningsih, kondisi gelombang tinggi terjadi dalam kondisi cuaca umum yang masih berawan hingga mengalami hujan ringan. Angin yang berhembus dari arah barat daya memperparah situasi, sehingga memengaruhi tinggi gelombang di perairan tersebut.
“Di perairan Kotabaru, gelombang laut diprakirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori sedang hingga tinggi, meskipun kondisi cuaca tetap didominasi hujan ringan pada pagi, siang, dan dini hari serta berawan pada malam hari,” ujar Putri Cahyaningsih.
Putri menambahkan bahwa perairan Banjarmasin, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu memiliki gelombang yang relatif rendah, antara 0,5 hingga 1,25 meter. Namun, wilayah Kotabaru tetap menjadi fokus utama karena potensi gelombang tinggi yang lebih signifikan. BMKG memperingatkan bahwa keadaan ini dapat mengganggu operasional kapal, terutama untuk nelayan dan operator perahu yang bekerja di daerah tersebut.
Peringatan Cuaca untuk Wilayah Daratan Kalsel
Peringatan dini dari BMKG juga mencakup kondisi cuaca di daratan Kalimantan Selatan selama tiga hari ke depan. Pada 15 Juni 2026, BMKG memprediksi hujan disertai kilat dan petir, serta angin kencang akan terjadi di Banjarmasin, Barito Kuala, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong, dan Tanah Bumbu. Kondisi ini diperkirakan terjadi sepanjang siang hingga sore hari.
Di hari kedua, 16 Juni 2026, BMKG menyatakan bahwa cuaca daratan Kalsel akan relatif stabil tanpa adanya peringatan khusus. Namun, pada 17 Juni 2026, hujan sedang kembali terjadi, diiringi kilat dan angin kencang. Wilayah yang terkena meliputi Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Tapin, serta Hulu Sungai. BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau perubahan cuaca dan siapkan langkah pencegahan.
Rekomendasi dan Kewaspadaan untuk Aktivitas Pelayaran
BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan dari nelayan, operator kapal tongkang, serta pengemudi kapal feri. Kondisi gelombang tinggi di perairan Kotabaru, yang mencapai hingga 2,5 meter, dianggap berpotensi membahayakan keselamatan dalam berlayar. Karena itu, BMKG meminta para pelaku pelayaran untuk memperhatikan jadwal operasional dan menghindari jalur yang rawan di waktu-waktu tertentu.
Pada saat yang sama, BMKG menjelaskan bahwa suhu udara di perairan Kalimantan Selatan relatif tinggi, berkisar antara 25 hingga 32 derajat Celsius. Kelembapan udara mencapai 75 hingga 91 persen, yang dapat meningkatkan risiko banjir atau genangan air di wilayah pesisir. Angin barat daya yang berkecepatan 10 hingga 13 knot juga berkontribusi pada peningkatan tinggi gelombang.
Pengaruh Cuaca Terhadap Aktivitas Masyarakat
Peringatan cuaca ini memiliki dampak signifikan terhadap kegiatan sehari-hari masyarakat di Kalimantan Selatan. Khususnya di daerah pesisir, hujan ringan dan angin kencang dapat mengganggu transportasi laut, termasuk operasional kapal feri yang sering digunakan oleh warga untuk perjalanan antar pulau. BMKG merekomendasikan penggunaan perahu yang memiliki kekuatan tahan banting dan persiapan sumber daya darurat.
Di sisi lain, BMKG juga memberikan panduan untuk masyarakat daratan. Meski cuaca pada 16 Juni 2026 dianggap stabil, ada kemungkinan hujan sedang akan kembali mengguyur beberapa wilayah. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya banjir, tanah longsor, pohon tumbang, atau jalan menjadi licin. Dengan demikian, BMKG meminta warga untuk waspada terutama di sekitar daerah rawan banjir seperti Banjarmasin dan Banjarbaru.
Langkah Pencegahan dan Pengawasan BMKG
Sebagai bagian dari upaya meminimalkan risiko bencana, BMKG terus memantau pergerakan angin, suhu, dan kelembapan udara. Data yang diperoleh melalui observasi di lapangan dan sistem prakiraan cuaca digital digunakan untuk memberikan informasi yang akurat. Hal ini penting agar para pelaku pelayaran dapat mengambil keputusan yang tepat.
Putri Cahyaningsih menegaskan bahwa peringatan dini ini dirancang untuk memberikan waktu persiapan se
