KAI Sumut pastikan operasional kembali normal pascagempa M 5,6 di Aceh

Operasional KAI Sumut Pulih Sepenuhnya Pasca Gempa Bumi M 5,6 di Aceh

Indocrowdfunding.com – Medan — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara telah mengonfirmasi bahwa seluruh aktivitas perjalanan kereta api di wilayah kerjanya telah kembali berfungsi secara normal. Pengumuman ini menyusul terjadinya gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 5,6 yang mengguncang kawasan Gayo Lues, Aceh, pada hari Rabu siang. Langkah-langkah tanggap darurat yang segera diterapkan, termasuk pemeriksaan ketat, bertujuan untuk menjamin keselamatan dan keamanan para penumpang selama perjalanan.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan pernyataan resmi dari kantornya di Medan pada hari Rabu. Ia menegaskan bahwa prosedur keselamatan telah dijalankan dengan ketat sejak awal kejadian.

Langkah tanggap darurat dan pemeriksaan ketat langsung diterapkan guna menjamin keselamatan serta keamanan perjalanan para penumpang.

Menurut penjelasan Anwar, gempa bumi yang terjadi pada pukul 11.18 WIB segera ditindaklanjuti oleh Pusat Pengendali Operasional Kereta Api (Pusdalopka). Tindakan preventif pun langsung diambil dengan menginstruksikan seluruh masinis untuk melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) pada pukul 11.20 WIB. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi awal sebelum dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap infrastruktur perkeretaapian.

Anwar menekankan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama bagi KAI. Segera setelah menerima informasi mengenai gempa, sistem BLB diberlakukan untuk semua perjalanan kereta api, baik yang mengangkut penumpang maupun barang. Pemeriksaan komprehensif terhadap prasarana dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh lintas kereta api benar-benar aman sebelum operasional dilanjutkan secara penuh.

Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Begitu menerima informasi gempa, kami langsung memberlakukan BLB untuk seluruh perjalanan KA, baik kereta penumpang maupun barang. Pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana segera dilakukan untuk memastikan seluruh lintas benar-benar aman sebelum operasional dilanjutkan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa bumi terletak pada jarak 41 kilometer ke arah timur laut Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Kedalaman hiposenter tercatat sebesar 10 kilometer. BMKG juga menyatakan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami, sehingga tidak ada kekhawatiran akan gelombang besar yang mengancam wilayah pesisir.

Guncangan gempa bumi ini tidak hanya dirasakan di Aceh, tetapi juga merambat hingga ke wilayah Sumatera Utara. Kota-kota seperti Medan, Deli Serdang, dan Sibolga merasakan getaran yang cukup kuat. KAI Divre I Sumut merespons situasi ini dengan segera menerjunkan petugas lapangan untuk menyisir dan memeriksa secara detail seluruh infrastruktur perkeretaapian di wilayahnya.

Proses pemeriksaan yang dilakukan mencakup berbagai komponen penting, mulai dari jalur rel, jembatan-jembatan penyeberangan, sistem persinyalan, hingga struktur bangunan stasiun. Hasil dari pemeriksaan visual menunjukkan bahwa guncangan gempa yang berlangsung selama beberapa detik tersebut tidak menyebabkan kerusakan pada struktur bangunan stasiun maupun prasarana jalan rel. Layanan kepada penumpang di stasiun pun dipastikan tidak mengalami gangguan berarti.

Setelah seluruh lintas dinyatakan aman tanpa adanya kerusakan atau potensi bahaya, operasional perjalanan kereta api resmi dibuka kembali secara normal pada pukul 12.09 WIB. Namun, penerapan prosedur BLB tersebut sempat menyebabkan enam perjalanan kereta api mengalami keterlambatan operasional. Durasi keterlambatan bervariasi antara 3 hingga 24 menit tergantung pada lokasi dan kondisi masing-masing kereta.

Anwar menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan yang terjadi. Ia menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari prosedur keselamatan operasional yang tidak bisa ditawar demi memastikan prasarana dalam kondisi prima sebelum kereta melanjutkan perjalanannya.

Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan yang terjadi. Langkah ini merupakan bagian dari prosedur keselamatan operasional yang tidak bisa ditawar demi memastikan prasarana dalam kondisi prima.

KAI Divre I Sumut terus memantau kondisi infrastruktur secara berkala untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan dari gempa bumi tersebut. Seluruh petugas lapangan tetap siaga untuk memberikan respons cepat jika diperlukan tindakan lebih lanjut. Dengan langkah-langkah proaktif ini, KAI berkomitmen untuk menjaga kelancaran dan keamanan layanan transportasi kereta api di Sumatera Utara.

Para penumpang yang menggunakan jasa kereta api di wilayah Sumatera Utara dapat kembali merencanakan perjalanan mereka dengan tenang. KAI Divre I Sumut telah memastikan bahwa semua sistem dan prasarana berfungsi dengan baik. Informasi mengenai jadwal kereta api dapat diakses melalui berbagai saluran resmi yang tersedia. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang terkait aktivitas seismik di wilayah Aceh dan sekitarnya.