Politik

KSAL nilai drone bawah air penting untuk pengawasan laut Indonesia

1001626581
Foto : Jessica Jones - indocrowdfunding.com
Daftar Isi
  1. Drone Bawah Air Dipandang Strategis untuk Pengawasan Laut Indonesia
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Drone Bawah Air Dipandang Strategis untuk Pengawasan Laut Indonesia

Indocrowdfunding.com – Pengawasan perairan Indonesia memerlukan dukungan teknologi yang mampu bekerja secara senyap, menjangkau wilayah sulit, dan beroperasi tanpa selalu mengerahkan kapal dalam jumlah besar. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menilai pengembangan drone bawah air menjadi salah satu kebutuhan penting untuk memperkuat pengintaian serta pengawasan maritim.

Gagasan tersebut disampaikan Ali dalam diskusi mengenai kapal selam di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Jakarta Selatan, Rabu. TNI AL tengah mengkaji pola pemanfaatan pesawat nirawak bawah air sebagai bagian dari pengembangan kemampuan teknologi bawah laut.

“Pengembangan teknologi bawah air saat ini makin maju. TNI AL terus mengkaji skema penggunaan drone bawah air untuk mendukung pengawasan dan pengintaian wilayah laut kita,” kata Ali.

Menjangkau Jalur Laut yang Bernilai Strategis

Drone bawah air atau unmanned underwater vehicle dapat digunakan untuk memantau area yang tidak selalu mudah dijangkau oleh kapal permukaan. Ali menekankan bahwa perangkat tersebut berpotensi efektif saat ditempatkan di titik sempit atau choke point pada perairan strategis Indonesia, termasuk Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, II, dan III.

Jalur-jalur itu memiliki arti penting karena menjadi lintasan pelayaran internasional dan menghubungkan berbagai kawasan perairan Indonesia. Kemampuan untuk mengamati aktivitas di bawah permukaan laut dapat memberi tambahan informasi bagi operasi pengawasan, terutama saat dibutuhkan pemantauan dalam waktu panjang.

Dengan jangkauan operasi yang memadai, drone bawah air dinilai dapat membantu mengenali pergerakan kapal asing dan memperkuat antisipasi terhadap kemungkinan masuknya kapal secara ilegal ke wilayah Indonesia. Perangkat nirawak juga dapat mengurangi kebutuhan mengirim personel ke lingkungan yang memiliki risiko operasional lebih tinggi.

Pemetaan Dasar Laut sebagai Kebutuhan Utama

Fungsi drone bawah air tidak terbatas pada pengintaian. Teknologi ini juga dapat dimanfaatkan untuk memperoleh gambaran kontur dasar laut. Data yang terhimpun nantinya dapat mendukung penyusunan peta bawah laut yang lebih akurat dan relevan untuk kebutuhan operasi.

Peta tersebut mencakup informasi mengenai arus, pasang surut, keberadaan terumbu karang, hingga lokasi bangkai kapal. Kelengkapan data bawah laut menjadi penting karena kondisi perairan tidak seragam. Informasi yang terus diperbarui membantu perencanaan operasi kapal selam maupun kapal permukaan dengan pemahaman yang lebih baik terhadap lingkungan laut di sekitarnya.

Ali melihat penggunaan drone dapat membuat sejumlah pekerjaan pemantauan dilakukan dengan biaya yang lebih terkendali dibandingkan pengerahan kapal secara penuh. Pada saat yang sama, keselamatan prajurit dapat lebih terjaga karena sebagian tugas pengumpulan data dapat dijalankan oleh sistem tanpa awak.

Pengembangan kemampuan tersebut diharapkan melibatkan industri pertahanan dalam negeri. Kolaborasi antara TNI AL dan industri nasional dipandang penting agar kebutuhan pertahanan maritim tidak hanya dipenuhi melalui pengadaan, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas teknologi di dalam negeri.

Karakter Laut Indonesia Berbeda di Setiap Kawasan

Pengamat pertahanan dari Marapi Consulting, Alman Helvas Ali, menyoroti perlunya pemahaman mendalam terhadap karakter perairan Indonesia sebelum membangun kekuatan pertahanan maritim. Kondisi laut di kawasan barat dan timur Indonesia memiliki perbedaan yang perlu diperhitungkan dalam penggunaan sistem deteksi maupun alutsista.

“Di wilayah Barat, wilayah laut kita cenderung dangkal, sementara di wilayah Timur itu merupakan perairan dalam. Di setiap wilayah memiliki densitas dan salinitas temperatur yang berbeda-beda,” ungkapnya.

Perbedaan kedalaman, densitas, salinitas, dan temperatur memengaruhi lingkungan bawah laut. Karena itu, data oseanografi dan pemetaan perairan perlu diperbarui secara berkelanjutan. Data yang valid dapat membantu TNI AL memaksimalkan penggunaan kapal selam serta kapal permukaan untuk mendukung pertahanan maritim.

Alman juga menilai kemampuan teknologi khusus untuk menjalankan pemetaan bawah air secara maksimal masih perlu diperkuat. Kebutuhan tersebut membuka ruang bagi pengembangan industri pertahanan nasional, sekaligus memungkinkan kerja sama teknologi dengan pihak luar sebagai solusi jangka pendek.

Opsi Teknologi Deteksi dari Fincantieri

Selain pengembangan dari industri pertahanan nasional, Alman memandang TNI AL dapat mempertimbangkan teknologi deteksi bawah laut yang ditawarkan Fincantieri. Perusahaan tersebut merupakan produsen kapal TNI AL KRI Brawijaya-320.

“Saat ini ada tawaran dari Fincantieri untuk asistensi sistem deteksi bawah air yang komplit, mulai dari UUV, hydrophone, sonar pasif, dan command center,” kata dia.

Paket teknologi yang disebutkan mencakup unmanned underwater vehicle atau UUV, hidrofon, sonar pasif, serta pusat komando. Kombinasi perangkat itu dapat membentuk sistem pengawasan yang lebih menyeluruh, dari pengumpulan sinyal atau data di bawah air hingga pengolahan informasi untuk kebutuhan pengambilan keputusan.

Opsi pengadaan teknologi dinilai dapat membantu mengisi kebutuhan kemampuan deteksi bawah laut sambil pengembangan drone produksi industri nasional terus berjalan. Namun, kerja sama tersebut juga dipandang dapat memberikan manfaat lebih luas apabila disertai skema alih teknologi atau offset.

“Kalau kita mau bisa dibicarakan bagaimana offset-nya, karena ini bisa menjadi modal awal bagi industri pertahanan dalam negeri kita membangun kemampuan memproduksi sistem deteksi bawah air,” jelas Alman.

Penguatan pengawasan laut pada akhirnya bukan hanya soal menambah alat, melainkan membangun kemampuan untuk memahami kondisi perairan nasional secara konsisten. Drone bawah air, sistem sonar, data pemetaan, dan pusat komando dapat saling melengkapi dalam mendukung pertahanan maritim Indonesia yang memiliki wilayah laut sangat luas serta karakter geografis yang beragam.

Frequently Asked Questions

What is KSAL nilai drone bawah air penting?

KSAL nilai drone bawah air penting is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does KSAL nilai drone bawah air penting matter?

KSAL nilai drone bawah air penting matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Jessica Jones - indocrowdfunding.com

Jessica Jones - indocrowdfunding.com

Jessica Jones adalah campaign manager berpengalaman yang telah mengelola berbagai proyek crowdfunding sukses di sektor sosial dan kemanusiaan. Ia memiliki keahlian dalam perencanaan kampanye, komunikasi publik, dan manajemen relawan. Di IndoCrowdfunding, Jessica berbagi panduan praktis untuk membuat kampanye yang berdampak dan terpercaya.