Humaniora

Undip kumpulkan pakar dunia bahas tata kelola lingkungan

1002187419
Foto : Richard Garcia - indocrowdfunding.com
Daftar Isi
  1. ICISPE 2026 Dorong Dialog Global tentang Lingkungan dan Tata Kelola
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

ICISPE 2026 Dorong Dialog Global tentang Lingkungan dan Tata Kelola

Indocrowdfunding.com – Isu lingkungan ditempatkan sebagai perhatian utama dalam International Conference on Indonesian Social and Political Enquiries (ICISPE) 2026 yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro di Semarang, Jumat. Forum internasional ini mempertemukan akademisi serta peneliti dari Indonesia dan sejumlah negara untuk membicarakan relasi antara kebijakan publik, energi, perlindungan alam, dan perubahan iklim.

Konferensi yang telah memasuki pelaksanaan ke-11 tersebut mengangkat tema “Bridging Governance and Ecology: Navigating Energy Policy, Environmental Protection, and Climate Governance”. Tema ini menegaskan bahwa persoalan ekologis tidak dapat dipisahkan dari kualitas tata kelola pemerintahan, arah kebijakan energi, serta keputusan yang memengaruhi kehidupan masyarakat di masa kini dan mendatang.

Lingkungan sebagai tanggung jawab lintas generasi

Wakil Rektor Undip Wijayanto menekankan bahwa pembicaraan tentang lingkungan telah menjadi agenda penting di berbagai belahan dunia. Kerusakan alam dan perubahan iklim bukan sekadar wacana akademik, melainkan persoalan yang dampaknya telah terasa dalam kehidupan sehari-hari di banyak wilayah.

“Percakapan dunia hari ini adalah tentang masalah-masalah lingkungan hidup. Ini adalah utang kita kepada generasi yang akan datang, generasi yang hari ini baru lahir, gen Z, dan juga yang akan lahir di masa depan,” kata Wijayanto.

Ia mencontohkan gelombang panas yang melanda Prancis sebagai salah satu gambaran dampak perubahan iklim yang dirasakan di dunia. Di sisi lain, Semarang sebagai kota pesisir juga menghadapi banjir dan rob, persoalan yang berkaitan dengan kerentanan wilayah terhadap perubahan kondisi lingkungan dan iklim.

Konteks tersebut membuat pembahasan tata kelola lingkungan memiliki arti langsung bagi kota-kota pesisir. Isu ini berkaitan dengan cara pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemangku kepentingan lain menyusun kebijakan serta merespons risiko yang muncul. Ruang akademik seperti konferensi internasional dapat menjadi tempat untuk menghubungkan kajian ilmiah dengan kebutuhan kebijakan yang lebih peka terhadap lingkungan.

“Jika kita tidak bicara tentang lingkungan, maka kemudian kita tertinggal dari percakapan dunia,” ujarnya.

Mempertemukan perspektif dari berbagai negara

Dekan FISIP Undip Teguh Yuwono menyampaikan bahwa ICISPE 2026 menghadirkan pembicara dari dalam negeri maupun perguruan tinggi luar negeri. Salah satu pembicara dari Indonesia adalah Prof. Sudharto P. Hadi, sementara peserta juga memperoleh perspektif internasional dari Prof. Mamoon Allan dari University of Jordan, Yordania, serta Dr. Wai Man Natalie Wong dari National Chengchi University, Taiwan.

Kehadiran akademisi dari latar negara yang berbeda memberi ruang bagi pertukaran gagasan mengenai persoalan yang sama-sama dihadapi banyak masyarakat, meski setiap wilayah memiliki kondisi sosial, geografis, dan kebijakan yang tidak selalu serupa. Tata kelola pemerintahan, kebijakan energi, perlindungan lingkungan, hingga strategi menghadapi perubahan iklim menjadi bidang diskusi yang saling berkaitan dalam forum tersebut.

Prof. Sudharto P. Hadi, yang pernah menjabat sebagai Rektor Undip, melihat keberlanjutan penyelenggaraan ICISPE hingga tahun ke-11 sebagai perkembangan positif. Fokus tahun ini membuka peluang pembahasan tata kelola lingkungan dari beragam sudut pandang.

“Kemudian, tema tahun ini adalah environmental governance. Jadi, environmental governance dilihat dari berbagai perspektif,” kata Sudharto.

Pendekatan lintas perspektif penting karena tantangan lingkungan tidak berdiri sendiri. Kebijakan energi, perlindungan ekosistem, perencanaan pembangunan, serta kapasitas pemerintah dalam menjalankan aturan dapat saling memengaruhi. Karena itu, pembahasan lingkungan dalam ilmu sosial dan politik dapat membantu melihat persoalan secara lebih luas, termasuk dampaknya bagi warga dan arah pengambilan keputusan publik.

Target publikasi ilmiah dan reputasi akademik

Selain menjadi forum pertukaran gagasan, ICISPE 2026 juga diarahkan untuk memperkuat reputasi akademik FISIP Undip di tingkat global. Artikel dan prosiding hasil konferensi direncanakan terbit dalam prosiding yang terindeks Scopus, setelah melewati tahap seleksi serta penelaahan oleh panitia.

Teguh menyebut keluaran dari kegiatan seminar ini berupa artikel Scopus. FISIP Undip memperkirakan akan memperoleh sekitar 100 artikel yang dapat memberi kontribusi bagi target Undip untuk mencapai sekitar 3.000 artikel Scopus.

“Semua seminar ini produknya adalah artikel Scopus. Kami akan mendapat sekitar 100 dan itu akan berkontribusi untuk Undip yang menargetkan sekitar 3.000 artikel Scopus,” kata Teguh.

Proses publikasi ilmiah memberi nilai tambah bagi konferensi karena gagasan yang dibahas tidak berhenti pada sesi pertemuan. Melalui artikel dan prosiding, hasil kajian dapat terdokumentasi, ditelaah, serta menjadi bahan diskusi bagi komunitas akademik yang lebih luas. Dalam tema lingkungan, penyebaran pengetahuan semacam ini relevan untuk memperkaya pemahaman mengenai kebijakan energi, perlindungan alam, dan tata kelola iklim.

ICISPE 2026 memperlihatkan upaya Undip untuk menempatkan isu ekologis sebagai bagian penting dari percakapan sosial dan politik. Bagi Semarang dan daerah lain yang menghadapi dampak perubahan lingkungan, diskusi tentang tata kelola bukan hanya soal teori, tetapi juga tentang bagaimana keputusan hari ini dapat membentuk kondisi kehidupan bagi generasi berikutnya.

Frequently Asked Questions

What is Undip kumpulkan pakar dunia bahas tata?

Undip kumpulkan pakar dunia bahas tata is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Undip kumpulkan pakar dunia bahas tata matter?

Undip kumpulkan pakar dunia bahas tata matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Richard Garcia - indocrowdfunding.com

Richard Garcia - indocrowdfunding.com

Richard Garcia adalah spesialis teknologi crowdfunding yang memahami berbagai platform dan tools penggalangan dana online. Ia berpengalaman dalam integrasi sistem pembayaran, keamanan data, dan user experience. Di IndoCrowdfunding, ia membahas aspek teknis yang mendukung kesuksesan kampanye.