Main Agenda: Pengurus IKKB periode 2026-2031 resmi dikukuhkan
Pengurus IKKB Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan
Main Agenda – Jakarta menjadi tempat kegiatan resmi pengukuhan pengurus Ikatan Keluarga Kalimantan Barat (IKKB) untuk periode 2026-2031, yang berlangsung di sebuah hotel di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada hari Minggu. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan; Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung; Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Maman Abdurrahman; serta Ketua Umum Partai Hanura, Osman Sapta Odang (OSO). Hadir pula tokoh masyarakat dari Kalimantan Barat yang turut mendukung pentingnya peran organisasi tersebut.
Harapan untuk Persatuan dan Pembangunan
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengungkapkan antusiasme besar terhadap pengukuhan pengurus IKKB. Ia menekankan bahwa lembaga ini bertujuan untuk menjadi pusat kegiatan yang menggabungkan berbagai etnis di Kalimantan Barat. “Saya berharap IKKB dapat terus berperan aktif dalam menjaga persatuan seluruh komunitas etnis di Kalbar dan memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai bidang pembangunan,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Dalam wawancara yang dilakukan, Norsan juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar etnis untuk menciptakan kekuatan bersama yang mendorong kemajuan daerah. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya berfokus pada kegiatan lokal, tetapi juga memiliki dampak luas bagi pembangunan nasional. “IKKB diharapkan menjadi wadah untuk membangun Kalimantan Barat secara holistik, baik melalui pertumbuhan ekonomi, budaya, maupun sosial,” lanjutnya.
Kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan selamat kepada para pengurus IKKB baru. Ia mengatakan bahwa tugas yang diberikan kepada mereka adalah tantangan yang berat, tetapi juga penuh makna. “Saya yakin mereka akan menjalankan amanah dengan baik, serta terus mendorong sinergitas antara IKKB dan Pemprov DKI Jakarta,” ungkap Anung.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menawarkan kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan IKKB. Ia ingin memastikan bahwa lembaga ini mendapat dukungan penuh untuk pengembangannya, termasuk dalam pembangunan infrastruktur. “Saya bersedia membantu IKKB dalam menyiapkan fasilitas yang diperlukan di Jakarta, sebagai langkah awal untuk menguatkan hubungan bilateral,” jelasnya.
Pramono menambahkan bahwa Kalimantan Barat memiliki peran penting dalam kontribusi sumber daya alam ke pusat pemerintahan. Oleh karena itu, ia berharap daerah tersebut dapat meningkatkan kapasitas fiskalnya, khususnya melalui peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). “Kalbar memiliki potensi besar, dan PAD-nya saat ini perlu ditingkatkan agar dapat mendukung berbagai program pembangunan,” tambahnya.
Peran Diaspora Kalbar di Jabodetabek
Ketua Harian IKKB periode 2026-2031, Budi Siswanto, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menjelaskan bahwa IKKB telah berdiri sejak tahun 1955, sehingga usianya mencapai 61 tahun. “Diaspora Kalbar di kawasan Jabodetabek, khususnya Jakarta, cukup besar dengan jumlah sekitar 100 ribu orang. Lebih dari 90 persen dari mereka memiliki KTP DKI Jakarta, yang menunjukkan kepentingan bersama mereka terhadap perkembangan Ibu Kota,” tuturnya.
Budi juga menggarisbawahi bahwa IKKB diharapkan tidak hanya menjadi wadah untuk pengembangan etnis, tetapi juga menjadi bagian dari komunitas Jakarta. “Para anggota IKKB di Jakarta tetap menjaga kebudayaan Kalbar, sekaligus menjalankan peran sebagai warga Jakarta,” tambahnya.
Pengembangan Kerja dan Komitmen Etnis
Pasca pengukuhan, Budi memastikan bahwa para pengurus akan melakukan rapat kerja untuk menyusun strategi kerja. Ia menegaskan bahwa tiga etnis utama—Tionghoa, Dayak, dan Melayu—telah menunjukkan komitmen bersama dalam membangun Kalimantan Barat. “Saya yakin mereka akan bekerja secara sinergis untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kalbar,” ujarnya.
Budi juga berharap bahwa IKKB dapat menjadi pendorong dalam program-program yang dirancang untuk menyerap kekuatan ekonomi dan sosial dari diaspora. “Dengan keterlibatan semua pihak, saya yakin Kalbar akan terus berkembang, baik melalui kegiatan lokal maupun nasional,” lanjutnya.
Komentar dari Ketua Perhimpunan Tionghoa
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Tionghoa Kalimantan Barat Indonesia, Yordanus (Djong Se Min), menyampaikan harapan besar terhadap peran IKKB. Ia menekankan bahwa lembaga ini menjadi wadah yang ideal untuk menggabungkan berbagai komunitas etnis. “IKKB diharapkan menjadi pintu terbuka bagi kolaborasi antar etnis, serta menjembatani kebutuhan masyarakat Kalbar dengan pemerintahan DKI Jakarta,” katanya.
Dalam wawancara yang dilakukan, Yordanus menyoroti pentingnya persatuan dalam menghadapi tantangan masa depan. “Kita perlu terus memupuk rasa kebersamaan, agar semua pihak dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan Kalbar. Ini adalah langkah awal menuju kesuksesan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu, Yordanus juga menegaskan bahwa IKKB akan terus berperan dalam memperkuat hubungan antar komunitas. “Dengan adanya pengurus yang berasal dari berbagai etnis, IKKB diharapkan menjadi representasi kekuatan kolektif Kalbar, yang siap berkontribusi dalam berbagai sektor,” tambahnya.
Menurut Budi Siswanto, setelah pengukuhan ini, IKKB akan fokus pada penyusunan rencana kerja yang menyeluruh. “Kami ingin menjamin bahwa semua bidang, seperti ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan, akan mendapat perhatian yang serius,” jelasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih kuat antara IKKB dan pemerintah DKI Jakarta. Dengan dukungan tersebut, para pengurus lembaga ini siap berkiprah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat Kalbar, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan Jakarta.
