Facing Challenges: Sudinhub Jaksel tertibkan kendaraan parkir liar di Gunawarman-Senopati
Sudinhub Jakarta Selatan Lakukan Operasi Penertiban Parkir di Gunawarman-Senopati
Facing Challenges – Kamis, 25 Juni 2026, Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan melakukan penertiban kendaraan parkir liar di dua kawasan strategis, yaitu Jalan Gunawarman dan Jalan Senopati, Kebayoran Baru. Operasi ini melibatkan kerja sama dengan sejumlah elemen keamanan, termasuk TNI, Polri, dan Satpol PP, guna mengatasi masalah pelanggaran parkir serta penggunaan fasilitas umum secara tidak semestinya. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap aduan masyarakat yang viral di media sosial, yang mengungkapkan keluhan terkait ketidaknyamanan dan gangguan lalu lintas di area tersebut.
Penertiban Berlangsung dengan Pendekatan Humanis
Kepala Sudinhub Jakarta Selatan, Bernad Pasaribu, mengatakan bahwa operasi penertiban diadakan sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat yang menyebarkan isu tentang penggunaan trotoar secara sembarangan dan pelanggaran aturan parkir. “Kami merespons aduan yang beredar luas di media sosial, terutama soal kendaraan yang parkir di jalur khusus dan menyebabkan hambatan bagi pejalan kaki,” jelasnya. Menurut Bernad, kegiatan ini tidak hanya menargetkan pengendara, tetapi juga mengedepankan pendekatan persuasif untuk meningkatkan kesadaran warga.
“Sebelum kendaraan diangkut, kami menanyakan pemiliknya terlebih dahulu untuk dipindahkan. Jika lebih dari 10 menit tidak ada respons, kami langsung melakukan penindakan,” tambah Bernad.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan delapan unit sepeda motor melalui pengangkutan menggunakan derek jaring. Selain itu, 17 sepeda motor lainnya diberi tindakan pencabutan pentil sebagai bentuk sanksi administratif. Tak hanya itu, satu unit mobil juga berhasil diderek dari area yang dianggap melanggar aturan parkir. Seluruh tindakan ini dilakukan secara terencana dan sesuai prosedur operasional standar (SOP), dengan penekanan pada cara yang santun dan tidak memperumit.
PMKS Juga Diturunkan dari Fungsi Utamanya
Salah satu langkah menarik dalam penertiban kali ini adalah pemindahan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang beraktivitas sebagai juru parkir liar, dikenal sebagai “Pak Ogah.” Petugas menemukan seorang PMKS yang terlibat dalam aktivitas tersebut, lalu memindahkannya ke tempat yang lebih sesuai dengan fungsi sosialnya. “Kami tidak hanya menertibkan kendaraan, tetapi juga memberikan perhatian khusus kepada individu yang memanfaatkan fasilitas umum untuk aktivitas tidak resmi,” ungkap Bernad.
Operasi penertiban melibatkan personel dari TNI, Brimob, Polres Metro Jakarta Selatan, Sudinhub, serta Satpol PP. Keseluruhan tim kerja sama ini membagi tugas berdasarkan keahlian masing-masing. TNI bertugas mengamankan situasi di sekitar area, sementara Satpol PP dan Polri fokus pada pengawasan serta pemberian sanksi. Sudinhub Jakarta Selatan, sebagai pengelola transportasi di wilayah tersebut, mengkoordinasikan langkah-langkah yang diambil agar tidak mengganggu kegiatan masyarakat.
Pelanggaran Parkir dan Fungsi Trotoar Jadi Fokus Utama
Bernad menegaskan bahwa penertiban ini juga bertujuan untuk menjaga fungsi trotoar sebagai ruang yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki. “Kawasan Jalan Gunawarman dan Senopati sering kali menjadi sasaran pelanggaran parkir karena kurangnya kesadaran pengguna jalan,” katanya. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah tersebut dikenal dengan masalah parkir liar yang mengakibatkan kemacetan dan pengurangan ruang untuk pejalan kaki. Operasi kali ini diharapkan mampu memperbaiki kondisi tersebut.
Menurut Bernad, selama penertiban berlangsung, petugas memberikan imbauan kepada pemilik kendaraan serta pelaku usaha yang berada di sepanjang Jalan Gunawarman dan Senopati. “Kami memberi informasi tentang aturan parkir dan pentingnya menjaga fungsi trotoar, agar masyarakat lebih memahami dampak dari tindakan mereka,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa aduan masyarakat di media sosial menjadi salah satu pemicu utama untuk memperkuat upaya penertiban. “Media sosial membantu menyampaikan masalah ke berbagai lapisan masyarakat, sehingga respons cepat dan efektif dapat dilakukan,” kata Bernad.
Langkah Sosialisasi dan Peningkatan Kesadaran Masyarakat
Setelah menertibkan kendaraan, petugas melakukan sosialisasi terkait aturan parkir dan penggunaan fasilitas umum secara tepat. “Kami menekankan bahwa trotoar adalah ruang khusus untuk pejalan kaki, dan parkir di sana bisa mengganggu kelancaran lalu lintas serta kenyamanan warga,” jelas Bernad. Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk memperbaiki tata kota dan memastikan ruang publik digunakan sesuai fungsi utamanya.
Menurutnya, selama operasi berlangsung, petugas tidak hanya menindak pelanggaran parkir, tetapi juga memastikan proses yang transparan dan adil. “Kami menjamin bahwa setiap kendaraan yang ditertibkan telah melalui prosedur yang jelas, termasuk konfirmasi kepada pemilik sebelumnya,” katanya. Ini membantu mengurangi kesan represif dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap upaya penertiban.
Sudinhub Jakarta Selatan berharap bahwa kegiatan ini bisa menjadi contoh terbaik dalam penegakan aturan parkir secara bersamaan dengan penghormatan terhadap hak warga. “Kami ingin masyarakat lebih tertib dalam memarkir kendaraan, serta menghargai ruang publik sebagai bagian dari kehidupan bersama,” ucap Bernad. Ia menambahkan bahwa ke depan, penertiban serupa akan terus dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan di lingkungan perumahan serta kawasan komersial di Jakarta Selatan.
Operasi ini juga menunjukkan komitmen Pemerintah DKI Jakarta dalam menjaga kota yang rapi dan terorganisir. Dengan melibatkan beberapa instansi keamanan, pemerintah ingin menunjukkan bahwa masalah parkir liar bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi memerlukan kolaborasi untuk diperbaiki. Bernad mengakui bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, terutama di kawasan-kawasan yang rawan penggunaan fasilitas umum secara tidak tepat.
Sebagai penutup, ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mengungkapkan keluhan melalui media sosial. “Kami menghargai masukan dari warga, karena itu menjadi salah satu indikator bahwa kita semua peduli dengan lingkungan sekitar,” ujarnya. Dengan berbagai langkah ini, Sudinhub Jakarta Selatan berharap bisa menciptakan kota yang lebih rapi, aman, dan nyaman untuk semua warga, baik pengendara maupun pejalan kaki.
