Pemprov NTB jajaki kerja sama pariwisata hingga energi dengan Maroko

NTB Buka Peluang Kerjasama Strategis dengan Maroko di Berbagai Sektor

Pemprov NTB jajaki kerja sama pariwisata – Mataram, Nusa Tenggara Barat — Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, telah melakukan pertemuan resmi dengan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, di ruang kerjanya pada hari Jumat. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan di masa depan. Fokus utama mencakup perdagangan, pariwisata, pengembangan sumber daya alam, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta sektor energi.

Kontribusi Nyata bagi Masyarakat Melalui Kerjasama Internasional

Gubernur Iqbal menekankan bahwa kerjasama internasional harus mampu memberikan manfaat konkret bagi masyarakat. Hal ini dapat dicapai melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hilirisasi industri, serta penguatan daya saing ekonomi daerah. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Anggota Komisi II DPR, Jazuli Juwaini, serta Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair.

Dalam paparannya yang berjudul “Kepulauan dengan Potensi Tanpa Batas”, Gubernur Iqbal memperkenalkan NTB sebagai wilayah dengan potensi investasi yang sangat besar dan beragam. Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 5,81 juta jiwa, sebagian besar merupakan usia produktif, serta didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil dan posisi geografis strategis sebagai gerbang kawasan timur Indonesia.

Pariwisata dan Pertanian sebagai Sektor Unggulan

Di bidang pariwisata, NTB menawarkan konsep pariwisata berkualitas yang berfokus pada pembangunan destinasi yang berkelanjutan dan memiliki daya saing global. Saat ini, provinsi ini memiliki 265 destinasi wisata dan 375 desa wisata, dengan infrastruktur pendukung yang terus berkembang. Tren kunjungan wisatawan menunjukkan peningkatan signifikan, seiring dengan upaya memperluas konektivitas penerbangan internasional dan pengembangan investasi di sektor perhotelan, kawasan wisata, serta transportasi pariwisata.

“Tren kunjungan wisatawan juga menunjukkan peningkatan, seiring dengan upaya memperluas konektivitas penerbangan internasional dan pengembangan investasi di bidang perhotelan, kawasan wisata, serta transportasi pariwisata,” ujar Gubernur Iqbal.

Sektor pertanian menjadi salah satu kekuatan utama NTB dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Berbagai komoditas unggulan seperti padi, jagung, bawang merah, cabai, kopi, kakao, kelapa, vanili, hingga tembakau menjadi peluang investasi yang menjanjikan. Pemprov NTB tengah menjalankan program penanaman satu juta pohon kelapa dan satu juta pohon kopi sebagai bagian dari strategi pembangunan pertanian berkelanjutan yang terintegrasi dengan industri pengolahan hasil pertanian.

Potensi Peternakan, Kelautan, dan Energi Terbarukan

Di sektor peternakan, NTB telah menjadi salah satu sentra produksi sapi potong nasional. Pemerintah membuka peluang investasi pada pengembangan pembibitan, rumah potong hewan modern, industri pengolahan daging, produk susu, hingga proyek strategis peternakan sapi potong di Labangka, Kabupaten Sumbawa.

Potensi besar juga dimiliki sektor kelautan dan perikanan. Produksi perikanan yang mencapai sekitar 1,25 juta ton pada tahun 2025 menjadi modal penting bagi pengembangan industri pengolahan hasil perikanan, pembangunan fasilitas cold chain, serta hilirisasi berbagai komoditas ekspor unggulan seperti tuna, udang vaname, lobster, rumput laut, dan garam.

Di bidang energi, NTB memiliki potensi energi baru dan terbarukan yang sangat besar, terutama energi surya, angin, air, biomassa, dan panas bumi. Potensi tersebut diperkuat dengan keberadaan sedikitnya 15 bendungan besar yang dapat dikembangkan sebagai lokasi pembangkit listrik tenaga surya terapung maupun sistem pembangkit listrik hibrida.

“Potensi tersebut diperkuat dengan keberadaan sedikitnya 15 bendungan besar yang dapat dikembangkan sebagai lokasi pembangkit listrik tenaga surya terapung maupun sistem pembangkit listrik hibrida,” terang Iqbal.

Proyek Siap Investasi dan Harapan Masa Depan

Selain itu, sumber daya mineral strategis seperti tembaga, emas, perak, mangan, pasir besi, dan timbal menjadi peluang besar bagi pengembangan industri hilirisasi berbasis energi hijau. Sebagai bagian dari promosi investasi, Pemprov NTB juga menawarkan sejumlah proyek siap investasi, di antaranya Kerakas Beach Five-Star Hotel di Lombok Utara, Gili Gede Luxury Resort & Five-Star Hotel, Mautika Mandalika Hotel, dan Kuta Heights Hotel di kawasan Mandalika.

Seluruh proyek tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp1,61 triliun dan telah dipersiapkan dengan dukungan infrastruktur, kemudahan perizinan, serta prospek pasar yang menjanjikan. Iqbal berharap melalui forum tersebut, hubungan dengan Kerajaan Maroko tidak hanya berkembang dalam bentuk perdagangan dan investasi, tetapi juga mencakup penguatan kerjasama di bidang pendidikan, pengembangan teknologi, energi terbarukan, pertanian modern, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.