Humaniora

Sampah harus punya alamat

Penertiban-Aktivitas-Pemilahan-Sampah-diatas-Tanah-Aset-Kota-Surabaya-3
Foto : Richard Garcia - indocrowdfunding.com
Daftar Isi
  1. Sampah Harus Punya Alamat agar Pengelolaannya Tertib
  2. Nilai Ekonomi Sampah Perlu Diimbangi Tanggung Jawab
  3. Surabaya Menghadapi Timbulan Sampah 1.800 Ton per Hari
  4. FAQ Pengelolaan Sampah di Surabaya
  5. Related Reading

Sampah Harus Punya Alamat agar Pengelolaannya Tertib

Indocrowdfunding.com – Sampah harus punya alamat menjadi pesan penting dalam penataan pengelolaan limbah di Keputih, Surabaya. Persoalan sampah perkotaan tidak selesai hanya dengan memindahkan tumpukan dari satu lokasi ke lokasi lain. Sampah dari rumah, pasar, hotel, restoran, kafe, dan berbagai usaha perlu memiliki jalur pengangkutan, tempat pemilahan, serta tujuan akhir yang jelas.

Pada 1 Oktober 2026, Pemerintah Kota Surabaya menertibkan aktivitas pengelolaan sampah tanpa izin di tujuh bidang tanah milik pemerintah di kawasan Keputih. Langkah ini merupakan kelanjutan dari penindakan pada Agustus. Pendataan yang dilakukan bersama kelurahan dan kecamatan menemukan 97 persil digunakan untuk usaha pengelolaan sampah tanpa izin.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa Keputih bukan hanya titik penumpukan limbah. Kawasan itu telah menjadi bagian dari rantai ekonomi persampahan yang melibatkan pekerja pemilah, pengepul, pengangkut, penjual material daur ulang, dan pembeli barang hasil pemilahan. Karena itu, penataan kawasan perlu dipahami sebagai upaya membenahi seluruh alur pengelolaan, bukan semata-mata membersihkan lahan pemerintah.

Nilai Ekonomi Sampah Perlu Diimbangi Tanggung Jawab

Sejumlah jenis sampah masih memiliki nilai ekonomi. Plastik, kertas, logam, dan material tertentu dapat dipilah lalu dimanfaatkan kembali dalam rantai daur ulang. Namun nilai jual tersebut tidak boleh menghilangkan kewajiban untuk mengelola sisa material secara aman dan sesuai aturan.

Kegiatan pemilahan tanpa izin maupun tanpa sarana memadai dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan sekitar. Bau, air lindi, residu yang tidak laku dijual, hingga risiko pembakaran terbuka dapat muncul ketika pengelolaan dilakukan tanpa pengawasan. Lahan yang tidak dirancang untuk aktivitas persampahan juga berisiko menjadi tempat penumpukan residu secara permanen.

Pada penertiban Agustus, Pemkot Surabaya membersihkan lahan sekitar 1,4 hektare di Keputih. Dari lokasi tersebut, kurang lebih 32 truk sampah yang tidak bernilai ekonomi diangkut ke TPA Benowo. Kawasan itu sebelumnya digunakan untuk pemilahan sampah dari sektor hotel, restoran, dan kafe, dengan sekitar 22 hingga 24 kelompok menjalankan aktivitas di lokasi tersebut.

Kondisi ini menegaskan bahwa sampah harus punya alamat yang jelas sejak dari sumbernya hingga tahap akhir. Material yang memiliki nilai jual dapat masuk ke rantai daur ulang, sedangkan residu yang tidak dapat dimanfaatkan perlu diarahkan ke fasilitas pengolahan atau pembuangan yang sesuai. Tidak seharusnya pelaku hanya mengambil material bernilai tinggi lalu meninggalkan sisanya menjadi beban lingkungan.

Surabaya Menghadapi Timbulan Sampah 1.800 Ton per Hari

Surabaya menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah setiap hari. Dari jumlah tersebut, kurang lebih 200 ton dikelola masyarakat melalui pemilahan, fasilitas pengelolaan berbasis 3R, dan bank sampah. Sementara sekitar 1.600 ton masih dikirim ke TPA Benowo.

Pengelolaan berbasis masyarakat itu berarti baru mencakup sekitar 11 persen dari total timbulan sampah harian. Angka tersebut memperlihatkan peluang besar untuk memperluas pemilahan dan pemanfaatan kembali material. Namun, peningkatan kegiatan tersebut harus dibarengi lokasi yang layak, sarana pendukung, izin yang jelas, dan pengawasan yang konsisten.

Kota membutuhkan lebih banyak sampah dipilah sejak awal agar beban TPA berkurang. Di sisi lain, pemilahan dapat menimbulkan persoalan baru jika tumbuh tanpa arah di tanah yang tidak sesuai atau tanpa perlindungan lingkungan. Jalan keluarnya bukan menutup seluruh kegiatan ekonomi persampahan, melainkan menyediakan jalur yang sah dan tertib bagi aktivitas yang dibutuhkan kota.

Pengawasan Perlu Menyusuri Alur Sampah

Penataan tidak seharusnya berhenti di lapak atau lokasi terakhir tempat sampah menumpuk. Sampah tidak datang ke Keputih dengan sendirinya. Ada pihak yang menghasilkan sampah, vendor pengangkutan, pekerja pemilah, pengepul, pembeli material, hingga pengelola residu yang perlu memikul tanggung jawab dalam rantai tersebut.

Pemetaan alur sampah dari hotel, restoran, dan kafe menjadi penting karena sektor ini menghasilkan sampah dalam jumlah besar dan melibatkan banyak pihak. Kejelasan mengenai pengangkutan serta tujuan akhir sampah dapat membantu mencegah material berpindah ke lokasi yang tidak berizin atau tidak memiliki kemampuan mengelola residu.

Pengelolaan sampah yang baik bukan sekadar memindahkan limbah, melainkan memastikan setiap jenis sampah memiliki jalur, penanggung jawab, dan tujuan akhir yang aman.

FAQ Pengelolaan Sampah di Surabaya

Mengapa sampah perlu dipilah sejak dari sumbernya?

Pemilahan dari rumah, usaha, atau tempat kegiatan membantu memisahkan material yang masih dapat digunakan kembali dari residu. Cara ini dapat mengurangi sampah yang masuk ke TPA dan memudahkan proses daur ulang.

Ke mana sampah yang tidak bernilai ekonomi harus dibawa?

Sampah residu perlu dikirim ke fasilitas pengolahan atau pembuangan yang ditetapkan pemerintah. Dalam konteks Surabaya, sebagian besar sampah masih diarahkan ke TPA Benowo.

Apa yang perlu diperhatikan pelaku usaha pengelolaan sampah?

Pelaku usaha perlu memastikan lokasi kegiatan memiliki izin, memenuhi ketentuan lingkungan, dan mempunyai jalur penanganan residu. Pengelolaan yang tertib melindungi pekerja, warga sekitar, serta keberlanjutan ekonomi daur ulang.

Pada akhirnya, sampah harus punya alamat bukan hanya sebagai slogan. Prinsip ini menuntut kepastian dari hulu hingga hilir: siapa yang menghasilkan, siapa yang mengangkut, di mana sampah dipilah, dan ke mana residu akhirnya dibawa. Dengan jalur yang jelas, pengurangan sampah dapat berjalan tanpa memindahkan persoalan ke lingkungan lain.

Richard Garcia - indocrowdfunding.com

Richard Garcia - indocrowdfunding.com

Richard Garcia adalah spesialis teknologi crowdfunding yang memahami berbagai platform dan tools penggalangan dana online. Ia berpengalaman dalam integrasi sistem pembayaran, keamanan data, dan user experience. Di IndoCrowdfunding, ia membahas aspek teknis yang mendukung kesuksesan kampanye.