Persebaya gelar persembahan untuk Andi Peci pada Anniversary Game

Persebaya Gelar Persembahan untuk Andi Peci dalam Perayaan 99 Tahun

indocrowdfunding.com – Persebaya gelar persembahan untuk Andi Peci dalam sebuah acara istimewa yang diselenggarakan pada pertandingan Anniversary Game ke-99 klub. Suasana haru menyelimuti Stadion Gelora Bung Tomo di Surabaya saat para pemain, pelatih, dan suporter berkumpul untuk mengenang almarhum Andi Krostianto yang lebih dikenal dengan panggilan Andi Peci. Acara penghormatan ini menjadi momen bersejarah bagi seluruh keluarga besar Persebaya yang ingin menunjukkan rasa terima kasih atas kontribusi luar biasa sang legenda dalam menghidupkan kembali klub tercinta.

Momen Haru di Stadion Gelora Bung Tomo

Pertandingan antara Persebaya dan PSIS Semarang menjadi wadah sempurna untuk menyampaikan penghormatan kepada Andi Peci. Sebelum pertandingan dimulai, seluruh pemain Persebaya mengenakan pita hitam di lengan baju mereka sebagai tanda duka dan penghormatan. Momen hening cipta dilakukan dengan khidmat, dihadiri oleh ribuan suporter yang hadir untuk menyaksikan upacara tersebut. Kehadiran pita hitam tersebut menciptakan visual yang sangat menyentuh hati bagi para penonton yang hadir di stadion.

Setelah pertandingan selesai, manajemen Persebaya menayangkan video tribute yang menampilkan perjalanan hidup dan perjuangan Andi Peci. Video tersebut menceritakan bagaimana almarhum berperan penting dalam mengawal kebangkitan Persebaya dari masa-masa sulit menuju era baru yang lebih cerah. Para penonton disuguhi momen-momen bersejarah yang menunjukkan dedikasi Andi Peci terhadap klub yang dicintainya selama bertahun-tahun.

Pernyataan dari Pemain dan Pelatih

Rachmat Irianto, salah satu gelandang Persebaya, mengungkapkan perasaannya dalam konferensi pers setelah laga berakhir. Ia mengakui bahwa dirinya tidak sempat menyaksikan secara langsung perjuangan Andi Peci dalam menghidupkan kembali klub ini. “Saya berterima kasih kepada Mas Andi Peci yang sudah memperjuangkan Persebaya kembali bergulir di Liga Indonesia,” ujar Rachmat Irianto dengan penuh hormat. Pemain yang akrab dipanggil Rian tersebut merasa sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari tim yang kini berkompetisi di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia.

Tidak hanya dari pihak Persebaya, pelatih PSIS Semarang, Widodo Cahyono Putro, juga menyampaikan penghormatan khusus kepada almarhum Andi Peci. Meskipun dirinya tidak pernah menjadi bagian dari klub Suroboyo, Widodo mengetahui betapa besarnya kontribusi Andi Peci bagi perjalanan Persebaya dan para pendukungnya. “Persebaya ini luar biasa, terutama dari suporternya dan penggerak-penggeraknya, terutama almarhum Andi Peci. Semoga almarhum juga bisa diterima di sisi-Nya,” kata Widodo Cahyono Putro.

Kursi Khusus dan Penghormatan Terakhir

Di area VIP, panitia juga menyiapkan satu kursi khusus yang dipasangi foto Andi Peci beserta rangkaian bunga segar. Kursi tersebut menjadi simbol penghormatan kepada salah satu tokoh paling dihormati di kalangan Bonek. Kehadiran kursi kosong tersebut mengingatkan semua orang akan sosok Andi Peci yang telah pergi namun meninggalkan warisan yang tak ternilai bagi klub dan seluruh suporter.

Tribute ditutup dengan tepuk tangan meriah dari ribuan Bonek dan Bonita yang memenuhi tribun Stadion Gelora Bung Tomo. Mereka memberikan penghormatan terakhir atas jasa-jasa Andi Peci bagi perjalanan Persebaya. Persebaya gelar persembahan untuk Andi Peci dengan penuh rasa syukur dan penghormatan yang mendalam. Suasana haru namun penuh rasa syukur menyelimuti seluruh stadion saat para suporter mengenang sosok yang telah memberikan segalanya untuk klub tercinta mereka.