Persija lepas Riko – Nico, dan Hansamu

Perpisahan Tiga Pemain Persija Sebelum Dimulainya Super League 2026/2027

Persija lepas Riko – Jakarta – Persija Jakarta secara resmi mengumumkan kepergian tiga pemain andalan mereka, yaitu Riko Simanjuntak, Alfriyanto Nico Saputro, dan Hansamu Yama Pranata, menjelang dimulainya musim Super League 2026/2027. Keputusan ini diambil setelah masa kontrak ketiganya berakhir, menandai akhir dari perjalanan yang penuh prestasi dan kenangan bagi para pemain tersebut. Presiden klub, Mohamad Prapanca, menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi mereka dalam membentuk identitas tim sejak era Liga 1 2018 hingga kini.

Proses pemutusan kontrak ini dilakukan dengan transparan, sesuai dengan kebijakan klub untuk memastikan keberlanjutan tim dalam menghadapi tantangan kompetisi tingkat tinggi. Pemain-pemain yang dilepas ini memiliki peran berbeda, tetapi semuanya berkontribusi signifikan dalam kesuksesan Persija. Dalam pernyataannya, Prapanca menyebutkan,

“Riko, Nico, dan Hansamu adalah bagian dari sejarah Persija, dan kepergian mereka akan membawa dampak positif bagi penyesuaian kekuatan tim di musim depan.”

Riko Simanjuntak: Legenda Taktis yang Membawa Kesuksesan

Riko Simanjuntak, yang dikenal sebagai salah satu pemain paling berpengalaman di Persija, secara resmi dinyatakan dilepas setelah bermain selama lebih dari delapan tahun. Pemain berusia 34 tahun ini tidak hanya menjadi bagian dari kemenangan Persija di Liga 1 2018, tetapi juga membantu klub meraih prestasi di berbagai ajang seperti Piala Presiden 2018, Boost Fix Super Cup 2018, dan Piala Menpora 2021. Sebagai seorang gelandang bertahan, Riko dikenal sebagai pemain yang tajam dalam distribusi bola dan penguasaan bola, serta konsisten dalam menjaga stabilitas pertahanan.

Kontribusi Riko terhadap Persija juga terlihat dari catatan statistiknya, yaitu total 207 penampilan, 12 gol, dan 67 assist selama karier di klub. Kemampuannya dalam mengatur tempo permainan dan menyelesaikan situasi pertandingan membuatnya menjadi bintang penting bagi Macan Kemayoran. Meski telah memasuki usia 34 tahun, Riko tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dalam beberapa musim terakhir sebelum memutus kontraknya. Kepergian Riko dianggap sebagai salah satu langkah strategis untuk memperkuat tim di era baru.

Alfriyanto Nico Saputro: Pemain Muda yang Terus Beradaptasi

Alfriyanto Nico Saputro, yang bergabung dengan Persija pada musim 2021/2022, menjadi bagian dari rencana jangka panjang klub untuk mengembangkan talenta muda. Pemain 23 tahun ini menghabiskan 55 pertandingan, mencetak empat gol, dan memberikan dua assist, meski perannya masih berkembang di berbagai posisi. Nico sempat dipinjamkan ke SIM Yogyakarta, Dewa United, dan Persis Solo untuk menambah pengalaman bermain dan memperkaya skill yang dimilikinya.

Persija lepas Riko juga menjadi momentum bagi Nico untuk menunjukkan kemampuan lebih baik di level kompetitif. Meski belum sepenuhnya meraih gelar bergengsi, penampilannya di berbagai kompetisi menunjukkan potensi yang besar. Dengan kepergian pemain-pemain senior, Nico diharapkan bisa menjadi salah satu pilar baru dalam skuad Persija. Presiden klub menyatakan,

“Riko dan Nico memiliki peran yang berbeda, tetapi keduanya menjadi bagian dari perjalanan Persija yang terus berkembang.”

Hansamu Yama Pranata: Bek yang Konsisten dan Fleksibel

Hansamu Yama Pranata, yang bergabung dengan Persija pada musim 2022/2023, menghabiskan dua musim sebagai bek tengah yang andal. Total penampilannya mencapai 63 kali, dengan tiga gol dan dua assist yang menunjukkan kemampuan tidak hanya bertahan tetapi juga terlibat dalam serangan. Meski banyak bermain di posisi bek, Hansamu juga sering dipercaya untuk masuk ke lini depan, terutama saat tim membutuhkan eksploitasi ruang.

Sebelum dilepas, Hansamu menjalani masa peminjaman ke Arema FC sejak pertengahan musim Super League 2025/2026. Pengalaman di klub lain ini membantunya berkembang sebagai pemain yang bisa beradaptasi dengan cepat. Dalam beberapa pertandingan krusial, Hansamu menunjukkan ketangguhan di lapangan, dan kepergian kiper, bek, dan gelandang seperti Riko Simanjuntak dianggap sebagai bagian dari strategi persiapan untuk musim 2026/2027.

Strategi Persija dalam Penyesuaian Tim

Dengan persiapan memasuki musim Super League 2026/2027, Persija lepas Riko menjadi salah satu langkah penting untuk membangun tim yang lebih kompetitif. Selain mengakhiri kontrak tiga pemain, klub juga berencana menambah pilihan pemain di berbagai posisi untuk menghadapi kompetisi yang lebih berat. Prapanca menjelaskan,

“Kami melakukan evaluasi terhadap kekuatan tim, dan kepergian Riko serta dua pemain lain adalah bagian dari upaya untuk menciptakan keseimbangan di setiap lini.”

Penyesuaian ini diharapkan bisa meningkatkan performa Persija di musim depan, terutama dalam menghadapi rival-rival kuat di Liga 1. Meski kepergian Riko Simanjuntak disayangkan, presiden klub yakin bahwa kehadiran pemain baru akan memberikan momentum positif bagi perjalanan Macan Kemayoran. Dalam beberapa tahun terakhir, Persija lepas Riko juga menunjukkan komitmen untuk memperkuat basis pemain muda dan berpengalaman secara seimbang.