Latest Program: Pemkot Jaksel tingkatkan kompetensi guru lewat pembinaan fungsional

Pemkot Jaksel Tingkatkan Kompetensi Guru Melalui Pembinaan Fungsional

Latest Program – Jakarta, Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) kembali menggelar program pembinaan jabatan fungsional guru yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan profesionalisme pendidik. Kegiatan ini diadakan dalam rangka persiapan Tahun 2026 dan merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem pendidikan di wilayah tersebut. Program ini diikuti oleh lebih dari 350 peserta, baik secara langsung maupun melalui platform daring, dan digelar di Ruang Dirgantara, Kantor Wali Kota Jaksel.

Pembinaan sebagai Tantangan dan Peluang

Dalam penyelenggaraan program ini, Achmad Basyaruddin, Asisten Pemerintahan Kota Jakarta Selatan, menggarisbawahi bahwa pengembangan kompetensi guru adalah kunci utama bagi kemajuan pendidikan. “Tanpa peran guru yang profesional dan dedikasi tinggi, perbaikan kualitas sumber daya manusia tidak akan tercapai,” ujarnya pada Rabu lalu. Ia menekankan bahwa pembinaan jabatan fungsional bukan sekadar proses administratif, melainkan tanggung jawab besar yang melibatkan kewajiban moral, profesional, dan sosial. Menurut Achmad, upaya ini bertujuan memberikan wawasan lebih dalam tentang jalur karier pendidik, serta menjaga konsistensi dalam memenuhi standar angka kredit jabatan fungsional.

“Tidak akan ada kemajuan pendidikan tanpa peran guru yang profesional, berdedikasi, dan memiliki semangat untuk terus belajar,” kata Achmad Basyaruddin.

Ia menambahkan, guru memiliki peran sentral dalam membangun masa depan generasi muda. “Guru bukan hanya sekadar penyalur ilmu, tetapi juga pengambil kebijakan dalam membentuk karakter dan kapasitas peserta didik,” jelasnya. Dengan adanya pembinaan fungsional, diharapkan para pendidik bisa lebih adaptif terhadap perubahan kurikulum, inovasi teknologi, serta kebutuhan pendidikan yang berkembang dinamis.

Penekanan pada Profesionalisme Berkelanjutan

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Premi Lasari, menyoroti bahwa program ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan profesionalisme guru secara berkelanjutan. “Tujuan utamanya adalah meningkatkan kemampuan mengajar, kepekaan sosial, serta keberlanjutan dalam pemenuhan angka kredit jabatan fungsional,” ujarnya. Premi menjelaskan bahwa kegiatan ini menyediakan wadah bagi guru untuk mengembangkan diri melalui pelatihan tentang mekanisme administrasi jabatan, penyusunan rencana kerja, dan pengumpulan data kinerja. “Ini juga memberikan kesempatan bagi pendidik untuk memahami peran mereka dalam mencetak manusia unggul dan siap menghadapi era digital,” tambahnya.

“Tujuannya adalah memberikan pemahaman mengenai pengembangan karier, peningkatan kompetensi profesional, sosial, dan kepribadian, serta pemenuhan angka kredit jabatan fungsional guru sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Premi Lasari.

Premi berharap, melalui program ini, guru bisa lebih aktif dalam merancang pendekatan pembelajaran yang inovatif. “Guru perlu memanfaatkan berbagai platform pelatihan dan kolaborasi antarpendidik untuk meningkatkan kualitas pengajaran,” ucapnya. Ia juga menyoroti pentingnya etos kerja yang baik, karena perubahan lingkungan pendidikan menuntut respons cepat dan strategi yang relevan. Dengan meningkatkan kompetensi, para pendidik diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan efektif.

Peran Guru di Era Transformasi Pendidikan

Dalam konteks transformasi pendidikan modern, Achmad Basyaruddin menegaskan bahwa guru harus menjadi pusat inovasi dan penyebar ilmu. “Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator, dan inspirator agar peserta didik bisa berkembang secara optimal, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun nilai kehidupan,” jelasnya. Hal ini sejalan dengan visi Pemkot Jaksel untuk mengubah sistem pendidikan menjadi lebih inklusif dan berbasis kompetensi.

Menurut Achmad, program pembinaan ini melibatkan berbagai metode seperti diskusi kelompok, simulasi pembelajaran, dan evaluasi berkelanjutan. “Kegiatan ini juga menggali potensi guru dalam memanfaatkan teknologi untuk memperkaya metode pengajaran,” tambahnya. Dengan adanya pembinaan fungsional, ia berharap seluruh pendidik bisa merasakan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja dan kontribusi terhadap masyarakat. “Guru menjadi bagian dari sistem yang mampu menghasilkan SDM yang berkualitas, berwawasan, dan berdaya saing,” kata Achmad.

Langkah Konsisten untuk Kemajuan Wilayah

Sementara itu, Premi Lasari menjelaskan bahwa pembinaan fungsional guru merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memajukan pendidikan. “Kita ingin guru tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga mampu menjadi model etos kerja dan kreativitas yang baik,” ujarnya. Ia menyatakan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas guru dalam menghadapi tantangan pemerintahan digital, seperti penerapan sistem pembelajaran online dan penggunaan data pendidikan untuk evaluasi.

“Peran guru sangat menentukan dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan masa depan,” katanya.

Menurut Premi, program ini juga mencakup pelatihan tentang pengelolaan keuangan, kepemimpinan kelas, dan manajemen waktu. “Guru perlu menguasai berbagai aspek agar bisa memberikan layanan pendidikan yang maksimal,” tambahnya. Ia menekankan bahwa profesionalisme pendidik tidak hanya diukur dari kompetensi akademik, tetapi juga dari dedikasi terhadap peserta didik dan komunitas. “Guru yang berkualitas akan menjadi tulang punggung dalam mendorong kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pemkot Jaksel berupaya menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pertumbuhan karier pendidik. Program ini diharapkan mampu mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam proses belajar mengajar, serta meningkatkan keterlibatan guru dalam berbagai aktivitas kependidikan. Dengan adanya pembinaan fungsional, diharapkan tercipta sistem pendidikan yang lebih efektif, relevan, dan berkelanjutan. “Guru perlu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar pelaku masalah,” pungkas Premi.

Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyatukan peran pendidik dari berbagai level. Para guru tidak hanya menerima pelatihan, tetapi juga berdiskusi tentang isu-isu pendidikan yang relevan. “Ini adalah langkah konkret untuk mendorong kolaborasi antarpendidik dan membangun ekosistem pendidikan yang solid,” ujarnya. Dengan kompetensi yang lebih tinggi, guru diharapkan bisa menciptakan lingkungan belajar yang lebih menginspirasi dan berdampak positif terhadap kehidupan masyarakat secara keseluruhan.

Komitmen Pemkot Jaksel terhadap pengembangan pendidikan terus berlanjut. Program ini menjadi salah satu dari banyak