Pemkab Bogor bangun embung darurat percepat penanganan api TPAS Galuga
Daftar Isi
Embung Darurat Diperbanyak untuk Menjangkau Api di TPAS Galuga
Indocrowdfunding.com – Pemerintah Kabupaten Bogor memperkuat upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Cibungbulang, dengan membangun beberapa embung darurat. Kolam penampung air sederhana itu disiapkan agar pasokan air dapat berada lebih dekat dengan titik api yang sulit dimasuki kendaraan pemadam kebakaran.
Langkah ini menjadi penting karena sebagian area TPAS Galuga memiliki medan yang tidak memungkinkan untuk dilalui mobil maupun sepeda motor. Di titik tertentu, petugas hanya dapat bergerak dengan berjalan kaki atau memanfaatkan alat berat. Luas kawasan TPAS Galuga sendiri melampaui 40 hektare, sehingga distribusi air ke lokasi kebakaran membutuhkan pengaturan yang lebih fleksibel.
Air Dipompa Bertahap ke Area Terdalam
Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau penanganan kebakaran pada Senin dini hari. Ia menjelaskan bahwa embung yang dibuat memiliki kedalaman kurang lebih satu hingga dua meter dan menggunakan lapisan terpal. Fasilitas sementara tersebut dirancang untuk menahan air yang dialirkan dari sumber awal menuju area pemadaman.
“Hari ini kami mendekatkan sumber air,” kata Rudy Susmanto.
Pengaliran dilakukan secara bertahap. Air dari titik awal yang berjarak sekitar satu hingga dua kilometer dipompa ke embung berikutnya, lalu diteruskan kembali ke kolam penampung lain. Mesin pompa alkon digunakan untuk menjaga aliran air tetap bergerak menuju lokasi yang paling sulit dijangkau.
Pola pemompaan berantai tersebut diarahkan terutama untuk menghadapi api di sisi timur TPAS Galuga. Wilayah ini tidak dapat ditangani dengan mengandalkan armada damkar karena akses kendaraan terbatas. Pemadaman di sana dilakukan melalui pasokan air dari embung, mesin alkon, serta dukungan alat berat.
“Pemadaman di titik wilayah timur tidak menggunakan mobil damkar,” ujar Rudy.
Area Terdampak Mulai Menyusut
Kebakaran di TPAS Galuga berlangsung sejak 7 September 2026 dan penanganannya telah memasuki hari kedelapan. Saat awal kejadian, area yang terdampak tercatat sekitar 5,5 hektare. Luasan itu sempat berkembang hingga 8,4 hektare pada 8 September 2026 sebelum upaya pemadaman dan pendinginan dilakukan secara intensif.
Setelah penanganan berkelanjutan, area yang masih menjadi fokus petugas tersisa sekitar 1,4 hektare di bagian utara. Selain itu, terdapat sekitar 1.000 meter persegi area di sisi timur yang masih memerlukan penanganan. Sementara itu, penanganan di bagian selatan yang berada dalam pengelolaan Pemkab Bogor telah dinyatakan selesai.
Penyusutan area aktif memperlihatkan kemajuan kerja tim di lapangan, tetapi proses pendinginan tetap krusial. Pada kebakaran di kawasan tumpukan sampah, permukaan yang tampak padam belum selalu berarti seluruh panas telah hilang. Karena itu, distribusi air, penguraian material dengan alat berat, dan pengawasan terhadap titik yang masih berasap menjadi bagian dari pekerjaan yang terus berjalan.
Tim Gabungan Bekerja Tiga Shift
Penanganan kebakaran melibatkan unsur gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Palang Merah Indonesia, Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, serta elemen pendukung lainnya. Koordinasi lintas lembaga diperlukan untuk mengatur pemadaman, ketersediaan air, pergerakan alat berat, dan keselamatan personel di area TPAS.
Petugas bekerja sepanjang 24 jam melalui sistem tiga shift. Setiap personel menjalankan tugas selama sekitar tujuh hingga delapan jam. Pola tersebut diterapkan untuk menjaga kondisi fisik anggota tim, mengingat pemadaman berlangsung di area terbuka dengan medan yang menantang dan membutuhkan kegiatan berulang dalam waktu panjang.
Keberadaan embung darurat memberi fungsi praktis sebagai titik persediaan air di dekat lokasi kerja. Dengan jarak pasokan yang lebih pendek, petugas dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan yang tidak dapat mencapai seluruh bagian TPAS. Sistem ini juga memungkinkan pemompaan diteruskan ke bagian kawasan yang hanya bisa diakses secara terbatas.
Pemkab Bogor turut menempatkan tim patroli di sekitar kawasan pertanian. Pengawasan tersebut ditujukan untuk mendeteksi dan mencegah kemunculan titik api baru di area sekitar. Langkah antisipasi ini berjalan bersamaan dengan operasi utama di dalam TPAS Galuga.
Target Penyelesaian Sebelum 17 September
Pemadaman kebakaran di TPAS Galuga ditargetkan selesai sebelum 17 September 2026. Hingga target tersebut tercapai, pekerjaan lapangan akan tetap berfokus pada titik tersisa di wilayah utara dan timur, termasuk pendinginan untuk memastikan api tidak kembali muncul.
Pembangunan embung darurat menunjukkan penyesuaian strategi terhadap kondisi lapangan. Ketika kendaraan pemadam tidak dapat mendekati sumber api, air harus dibawa lebih dekat melalui jalur lain. Penggunaan kolam berlapis terpal dan pompa alkon menjadi bagian dari solusi sementara agar proses pemadaman dapat menjangkau bagian terdalam kawasan TPAS.
Bagi warga di sekitar kawasan, keberlanjutan penanganan menjadi perhatian penting karena operasi pemadaman mencakup area luas dan berlangsung selama beberapa hari. Patroli, pendinginan, serta kesiapan petugas selama 24 jam menjadi langkah yang diperlukan untuk mendukung penyelesaian kebakaran hingga kondisi dinyatakan aman.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pemkab Bogor bangun embung darurat percepat?
Pemkab Bogor bangun embung darurat percepat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pemkab Bogor bangun embung darurat percepat matter?
Pemkab Bogor bangun embung darurat percepat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.