Metro

Kombes Andi Sinjaya raih doktor lewat riset transformasi digital STIK

khrisna-edit-1788585550-1c8dff9db2
Foto : Anthony Smith - indocrowdfunding.com
Daftar Isi
  1. Doktor Manajemen Pendidikan dari Balik Meja Sidang: Andi Sinjaya dan Arah Baru Pendidikan Kepolisian di Era Society 5.0
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Doktor Manajemen Pendidikan dari Balik Meja Sidang: Andi Sinjaya dan Arah Baru Pendidikan Kepolisian di Era Society 5.0

Indocrowdfunding.com – Di tengah percepatan adopsi teknologi digital di berbagai sektor publik, satu pertanyaan strategis terus mengemuka: bagaimana institusi pendidikan kedinasan mampu menyelaraskan tata kelola akademik dengan tuntutan era Society 5.0 tanpa mengorbankan esensi pembentukan karakter? Jawabannya, dalam konteks pendidikan kepolisian Indonesia, kini mendapat landasan akademis yang lebih kokoh berkat riset seorang perwira menengah Polri yang baru saja menyelesaikan studi doktoralnya di ibu kota.

Komisaris Besar Polisi Dr. Andi Sinjaya, S.H., S.I.K., M.H., resmi menyandang gelar Doktor Manajemen Pendidikan dengan predikat cumlaude dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Pencapaian itu diraihnya setelah ia mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor yang digelar di Sekolah Pascasarjana UNJ, Jakarta, pada Selasa (1/9). Sidang promosi tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Sekolah Pascasarjana UNJ, Prof. Dr. Dedi Purwana ES, M.Bus.

Fokus Riset: Transformasi Digital di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian

Disertasi yang dipertahankan Andi Sinjaya mengangkat judul “Model Transformasi Manajemen Akademik melalui Implementasi Teknologi Digital yang Berkelanjutan di Era Society 5.0 (Studi Kasus pada Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian/STIK Jakarta)”. Pilihan topik ini bukan sekadar kajian teknis, melainkan respons terhadap kebutuhan nyata: bagaimana STIK Jakarta, sebagai lembaga pendidikan kedinasan utama Polri, dapat mengoptimalkan pemanfaatan teknologi tanpa terjebak pada fragmen sistem yang saling terputus.

Sebagai perwira yang saat ini mengemban tugas Pengawas Penyidikan di Bareskrim Polri, Andi Sinjaya memiliki kedekatan operasional dengan dinamika internal institusi. Dalam penelitiannya, ia mengidentifikasi bahwa STIK Jakarta sesungguhnya telah mengimplementasikan sejumlah platform digital untuk mendukung layanan akademik. Rangkaian sistem tersebut mencakup Computer Assisted Test (CAT) untuk mekanisme ujian, Learning Management System (LMS) sebagai ruang kelas virtual, Sistem Informasi Nilai Akademik (SINA) untuk pengelolaan nilai, perpustakaan digital (e-library), absensi berbasis kode batang (barcode), serta aplikasi e-Nimen.

Temuan utama riset ini menunjukkan bahwa keberadaan teknologi tersebut memang memberikan dampak positif terhadap percepatan proses administrasi dan peningkatan transparansi penilaian akademik. Namun, Andi Sinjaya juga mencatat celah struktural yang signifikan: seluruh sistem itu masih beroperasi secara terpisah-pisah. Pemanfaatan LMS dan e-library, misalnya, dinilai belum mencapai potensi optimal karena belum terintegrasi ke dalam satu ekosistem akademik yang utuh. Ketidakterpaduan ini, menurut analisisnya, menghambat efisiensi layanan dan memperlambat pengambilan keputusan berbasis data.

Model GADT: Kerangka Integrasi untuk Ekosistem Akademik Digital

Untuk menjawab persoalan fragmentasi tersebut, Andi Sinjaya merumuskan sebuah kerangka konseptual yang ia beri nama Model GADT (Ghalib Academic Digital Transformation). Model ini dirancang bukan sebagai pengganti sistem yang sudah ada, melainkan sebagai arsitektur penghubung yang mengintegrasikan berbagai platform digital, infrastruktur teknologi, kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta mekanisme evaluasi ke dalam satu ekosistem terpadu.

Arah transformasi yang diusung Model GADT melampaui sekadar percepatan tugas administratif. Visinya adalah membangun budaya akademik yang lebih efektif, efisien, transparan, dan berlandaskan data, dengan tetap menempatkan pengembangan karakter mahasiswa sebagai pilar utama. Dengan kata lain, teknologi diposisikan sebagai alat penguatan, bukan pengganti, dari proses pembentukan perwira yang berkarakter.

Gagasan ini diharapkan menjadi acuan strategis bagi STIK Jakarta maupun institusi pendidikan kedinasan lainnya dalam menyesuaikan tata kelola akademik dengan tuntutan era Society 5.0. Dalam konteks yang lebih luas, keberhasilan implementasi model semacam ini akan menentukan apakah pendidikan kepolisian Indonesia mampu bersaing secara kualitas dengan standar pendidikan kedinasan di negara-negara lain yang telah lebih dulu mengadopsi integrasi digital penuh.

Dukungan Institusional dan Jejak Akademik

Pencapaian akademik ini mendapat apresiasi langsung dari jajaran pimpinan Polri. Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs. Syahardiantono, M.Si., menyampaikan sambutan yang diwakili oleh Karo Wassidik Bareskrim Polri Brigjen Pol Boy Rando Simanjuntak, yang menilai langkah tersebut sebagai kontribusi penting dalam pengembangan kualitas SDM Polri.

“Pengembangan SDM Polri tidak bisa dilepaskan dari penguatan kapasitas akademik perwiranya. Riset yang berpihak pada kepentingan institusi sekaligus berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan merupakan langkah yang sangat kami hargai,” demikian substansi apresiasi yang disampaikan dalam sidang tersebut.

Jejak pendidikan Andi Sinjaya sendiri mencerminkan perjalanan panjang dalam dua ranjang sekaligus: kepolisian dan akademik umum. Di jalur kepolisian, ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 2002, dan telah menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) serta Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri. Di jalur akademik sipil, ia sebelumnya meraih gelar Sarjana dan Magister Hukum dari Universitas Hasanuddin, Makassar, sebelum menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Brawijaya, Malang. Gelar Doktor Manajemen Pendidikan dari UNJ ini menjadi mahkota dari rangkaian pendidikan lintas disiplin tersebut.

Keberhasilan ini juga menandai semakin matangnya posisi Polri dalam mendorong perwiranya untuk tidak hanya berkiprah di lapangan, tetapi juga menghasilkan karya ilmiah yang aplikatif. Ketika transformasi digital menjadi keniscayaan di seluruh sektor, kehadiran kerangka akademik seperti Model GADT memberikan fondasi teoretis sekaligus panduan praktis bagi institusi pendidikan kedinasan untuk beradaptasi secara bertanggung jawab terhadap perubahan teknologi yang tak terhindarkan.

Frequently Asked Questions

What is Kombes Andi Sinjaya raih doktor lewat?

Kombes Andi Sinjaya raih doktor lewat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kombes Andi Sinjaya raih doktor lewat matter?

Kombes Andi Sinjaya raih doktor lewat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Anthony Smith - indocrowdfunding.com

Anthony Smith - indocrowdfunding.com

Anthony Smith adalah konsultan crowdfunding dan social impact strategist dengan pengalaman lebih dari 12 tahun dalam membantu organisasi non-profit dan startup sosial mengembangkan kampanye penggalangan dana yang efektif. Ia telah terlibat dalam berbagai proyek crowdfunding internasional, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat. Di IndoCrowdfunding, Anthony berfokus pada strategi kampanye, optimasi konversi donasi, serta tren global dalam industri crowdfunding.