Ketua Umum Dekranas dorong hemat energi jadi gaya hidup masyarakat
Daftar Isi
Hemat Energi Dikampanyekan sebagai Kebiasaan Harian, Bukan Beban Tambahan
Indocrowdfunding.com – Kota Palu, Sulawesi Tengah, menjadi titik fokus kampanye penghematan energi yang diinisiasi langsung oleh pimpinan nasional. Selvi Ananda Gibran Rakabuming, yang menjabat Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), hadir di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tengah pada hari Rabu untuk berdialog dengan ratusan peserta sosialisasi. Pesan intinya tegas: menghemat listrik dan sumber daya energi tidak boleh lagi dipandang sebagai kewajiban berat, melainkan harus bertransformasi menjadi refleks alami dalam rutinitas rumah tangga.
“Yang ingin kita bangun, hemat energi bukan lagi iringan yang berat, tapi menjadi kebiasaan.”
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan para ibu rumah tangga yang sengaja dipilih sebagai audiens utama acara. Pemilihan segmen ini bukan tanpa alasan strategis. Dalam struktur sosial Indonesia, perempuan yang mengelola dapur dan keuangan rumah tangga memegang kendali langsung atas pola konsumsi energi harian — mulai dari menyalakan kompor, mengoperasikan pendingin ruangan, hingga mengatur jadwal penerangan. Selvi menegaskan bahwa para ibu merupakan “ujung tombak” dalam menentukan apakah sebuah keluarga hidup boros atau efisien.
Mesin Penggerak Perubahan di Tingkat Rumah Tangga
Dalam paparannya, Selvi menekankan bahwa perubahan perilaku paling efektif berakar dari keputusan-keputusan kecil yang diulang setiap hari. Matikan saklar ketika ruangan kosong, pilih lampu berdaya rendah, batasi penggunaan perangkat elektronik yang tidak produktif. Langkah-langkah sederhana semacam itu, jika dilakukan konsisten oleh jutaan rumah tangga, akan menghasilkan pengurangan konsumsi listrik nasional yang signifikan.
“Dimulai dari gaya hidup sehari-hari, mematikan listrik yang tidak digunakan dan menggunakan penerangan secara efisien.”
Ia juga menyoroti peran ibu sebagai manajer keuangan keluarga yang paling peka terhadap setiap rupiah yang keluar. Sensitivitas ekonomi inilah, menurutnya, yang memberi para ibu kekuatan luar biasa untuk mendorong efisiensi di dalam rumah. Ketika seorang ibu memutuskan untuk mengurangi pemborosan energi, keputusan itu langsung berdampak pada tagihan bulanan, pada ketahanan ekonomi keluarga, dan pada jejak karbon rumah tangga.
Efek Rantai ke Generasi Berikutnya
Selvi tidak membatasi harapan kampanyenya pada satu sesi sosialisasi. Ia secara eksplisit meminta agar pesan hemat energi terus menyebar dari satu keluarga ke lingkungan sekitar, dari satu kelurahan ke kecamatan berikutnya. Lebih jauh lagi, ia menyoroti dimensi pendidikan: anak-anak yang menyaksikan orang tua mereka secara konsisten mematikan lampu yang tidak terpakai akan menginternalisasi perilaku tersebut sebagai norma, bukan sebagai aturan yang dipaksakan.
“Perilaku ini juga menjadi contoh anak-anak dan keluarga. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan dimulai dari sekarang, kapan lagi, mulai untuk menghemat energi untuk masa depan lebih baik.”
Konteks nasional memperkuat urgensi pesan ini. Indonesia masih bergantung pada pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar fosil untuk porsi besar pasokan listriknya. Setiap kilowatt-jam yang dihemat di tingkat rumah tangga berarti berkurangnya emisi karbon dioksida, berkurangnya tekanan terhadap infrastruktur transmisi, dan berkurangnya subsidi energi yang membebani anggaran negara. Dengan populasi yang terus tumbuh dan urbanisasi yang mempercepat permintaan listrik, budaya hemat energi bukan lagi pilihan — melainkan prasyarat keberlanjutan.
Kunjungan Kerja di Palu dan Sigi
Sosialisasi hemat energi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Selvi ke Sulawesi Tengah pada 2–3 September 2026. Ia hadir dalam kapasitas ganda: sebagai Ketua Umum Dekranas sekaligus Ketua Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP). Agenda kunjungan mencakup sejumlah kegiatan yang menyentuh berbagai sektor kehidupan masyarakat setempat.
Di Kota Palu, kegiatan yang dijadwalkan meliputi kunjungan ke Hunian Tetap (Huntap) di Kelurahan Talise — program rekonstruksi perumahan pascabencana yang menjadi simbol pemulihan komunitas. Agenda berikutnya adalah pelepasan rumpon (jaring apung) di Dermaga Vatuvuri, Kelurahan Tondo, yang mendukung mata pencaharian nelayan lokal. Selvi juga meninjau Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Rumah Coklat, sebuah unit usaha mikro yang mengolah kakao menjadi produk olahan bernilai tambah.
Perjalanan berlanjut ke Kabupaten Sigi. Di Desa Kanuna, Kecamatan Kinovaro, ia mengunjungi SDN Tondo G untuk menyerahkan bantuan revitalisasi sekolah, paket penambah gizi bagi siswa, serta paket gemar ikan yang bertujuan mendorong minat anak terhadap konsumsi protein hewani lokal. Kombinasi agenda ini memperlihatkan pendekatan yang menyentuh sekaligus dimensi ekonomi, lingkungan, pendidikan, dan ketahanan pangan dalam satu rangkaian kunjungan.
Implikasi Jangka Panjang
Kampanye hemat energi yang diarahkan pada segmen rumah tangga memiliki daya ungkit yang jauh melampaui satu acara sosialisasi. Jika perilaku efisien menjadi norma sosial yang diwariskan antargenerasi, dampaknya akan terakumulasi secara eksponensial: penurunan beban puncak jaringan listrik, perpanjangan umur infrastruktur kelistrikan, pengurangan ketergantungan pada bahan bakar impor, dan penciptaan ruang fiskal untuk investasi di sektor produktif. Dalam kerangka itu, pesan Selvi di Palu bukan sekadar seruan moral, melainkan strategi pembangunan yang dimulai dari saklar lampu di ruang tamu setiap keluarga Indonesia.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Ketua Umum Dekranas dorong hemat energi?
Ketua Umum Dekranas dorong hemat energi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Ketua Umum Dekranas dorong hemat energi matter?
Ketua Umum Dekranas dorong hemat energi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.