Politik

Komisi VII dorong pemerintah maksimalkan pemadaman karhutla di TNWK

WhatsApp-Image-2026-09-09-at-09.18.55
Foto : John Jackson - indocrowdfunding.com
Daftar Isi
  1. Pemadaman Karhutla Way Kambas Diminta Dipercepat demi Konservasi dan Pariwisata
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Pemadaman Karhutla Way Kambas Diminta Dipercepat demi Konservasi dan Pariwisata

Indocrowdfunding.com – Kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, dinilai perlu ditangani secara maksimal agar dampaknya tidak meluas terhadap lingkungan, satwa liar, kegiatan wisata, serta ekonomi warga di sekitar kawasan.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia menekankan bahwa upaya pemadaman harus memastikan seluruh titik api benar-benar terkendali. Kawasan konservasi seperti Way Kambas memiliki fungsi penting bagi kelestarian alam sekaligus menjadi penopang aktivitas wisata di Lampung.

“Pemerintah harus memaksimalkan upaya pemadaman dan memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi meluas. Dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap pariwisata dan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan,” ucapnya.

Ribuan Hektare Terdampak

Data Balai TNWK mencatat 21 peristiwa kebakaran sepanjang Januari hingga awal Oktober 2026. Luas kawasan yang terdampak mencapai sekitar 7.000 hektare. Skala tersebut menjadi perhatian karena kebakaran di area konservasi dapat mengganggu kondisi vegetasi dan habitat satwa yang hidup di dalam taman nasional.

Asap dari kebakaran, kerusakan tumbuhan, serta perubahan kondisi habitat dapat pula memengaruhi pengalaman pengunjung. Wisata alam membutuhkan kawasan yang aman, nyaman, dan terjaga agar kegiatan kunjungan dapat berlangsung tanpa menambah risiko bagi wisatawan maupun petugas lapangan.

Chusnunia menilai persoalan karhutla tidak dapat dipisahkan dari keberlanjutan ekonomi masyarakat sekitar. Saat kunjungan wisata menurun akibat gangguan di kawasan, warga yang memperoleh penghasilan dari aktivitas terkait pariwisata berpotensi merasakan dampaknya.

“Ketika kawasan wisata mengalami gangguan, masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pariwisata juga bisa terkena dampaknya. Karena itu, penanganan karhutla harus dilihat secara menyeluruh. Kita tidak boleh membiarkan kerusakan lingkungan berlarut-larut hingga mengurangi daya tarik wisata dan memukul ekonomi warga,” katanya.

Informasi Keselamatan Perlu Diperbarui

Pemerintah dan pengelola TNWK juga diminta menyampaikan pembaruan kondisi kawasan secara rutin melalui kanal resmi. Informasi mengenai akses kunjungan, situasi di lapangan, dan aspek keselamatan penting bagi calon wisatawan, pelaku usaha, serta masyarakat yang tinggal di wilayah penyangga taman nasional.

Koordinasi antara pemerintah daerah, pengelola taman nasional, pelaku usaha wisata, dan desa-desa di sekitar kawasan dinilai perlu diperkuat. Langkah bersama tersebut dibutuhkan agar aktivitas wisata dapat tetap dijaga tanpa mengabaikan prioritas utama berupa keselamatan dan perlindungan ekosistem.

Penanganan kebakaran, kata Chusnunia, tidak boleh berhenti setelah api padam. Area yang terbakar membutuhkan proses pemulihan agar fungsi konservasi dan nilai wisata alam Way Kambas dapat kembali secara bertahap. Pemulihan itu mencakup penilaian tingkat kerusakan, pemeriksaan vegetasi, serta pengawasan terhadap keberadaan dan pergerakan satwa liar.

“Setelah api padam, jangan sampai kawasan yang terbakar dibiarkan begitu saja. Harus ada pemetaan kerusakan, pemantauan satwa, dan program pemulihan habitat yang terukur. Kita perlu memastikan ekosistem dapat pulih dan satwa liar tetap memiliki ruang hidup yang aman,” ucapnya.

Pencegahan dan Penegakan Hukum

Selain mempercepat pemadaman, pemerintah didorong untuk mengevaluasi penyebab kebakaran dan meningkatkan kesiapsiagaan petugas. Penguatan sarana pemadaman diperlukan untuk menghadapi potensi titik api, terutama ketika kebakaran berisiko berkembang menjadi lebih luas.

Chusnunia juga meminta tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan secara melawan hukum. Pencegahan, kesiapan personel, penanganan di lapangan, pemulihan habitat, dan penegakan hukum dipandang sebagai rangkaian yang tidak dapat dipisahkan.

Way Kambas memegang peran ganda sebagai kawasan perlindungan alam dan tujuan wisata Lampung. Karena itu, pemulihan pascakarhutla bukan semata pekerjaan memperbaiki lahan yang terdampak, melainkan juga menjaga ruang hidup satwa, kualitas lingkungan, serta keberlangsungan mata pencaharian warga sekitar.

“Way Kambas memiliki nilai penting bagi konservasi sekaligus pariwisata Lampung. Menjaga kawasan ini berarti menjaga habitat satwa, melindungi lingkungan, dan mempertahankan sumber penghidupan masyarakat,” ucapnya.

Frequently Asked Questions

What is Komisi VII dorong pemerintah maksimalkan pemadaman?

Komisi VII dorong pemerintah maksimalkan pemadaman is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Komisi VII dorong pemerintah maksimalkan pemadaman matter?

Komisi VII dorong pemerintah maksimalkan pemadaman matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

John Jackson - indocrowdfunding.com

John Jackson - indocrowdfunding.com

John Jackson adalah konsultan nonprofit dan advisor untuk berbagai organisasi sosial di Asia Tenggara. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun, ia berfokus pada pengembangan strategi organisasi, penggalangan dana, dan kolaborasi lintas sektor. Tulisan John membantu pembaca memahami ekosistem crowdfunding dan peluang kolaborasi.