Key Strategy: Menhub minta penuhi aspek keselamatan Bandara Husein bila layani jet
Menteri Perhubungan Pastikan Keselamatan Bandara Husein Sebelum Operasional Jet Dimulai
Key Strategy – Jakarta, Sabtu — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan bahwa Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat, harus memenuhi berbagai aspek keselamatan sebelum melayani penerbangan menggunakan pesawat jet. Ia menekankan bahwa perbaikan pada landasan pacu (runway) serta fasilitas terminal menjadi kewajiban utama sebelum bandara tersebut siap digunakan kembali.
“Landasan pacu yang sudah lama tidak digunakan perlu diperbaiki agar mampu mendukung operasional pesawat-pesawat besar,” ujar Menhub dalam wawancara di Jakarta.
Menhub menegaskan bahwa Bandara Husein Sastranegara tidak pernah ditutup sepenuhnya, meski saat ini hanya melayani pesawat dengan mesin baling-baling. Namun, untuk mengembalikan fungsi bandara sebagai pusat penerbangan jet, pemerintah akan menunggu pemenuhan standar keselamatan yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
Dudy Purwagandhi menambahkan, pihaknya membuka peluang mengaktifkan kembali Bandara Husein, selama semua fasilitas teknis dan operasional telah sesuai dengan persyaratan. Ia menjelaskan bahwa prioritas utama adalah mengoptimalkan kualitas keselamatan, termasuk memastikan runway dapat menopang pesawat berbadan besar. “Kita perlu menjamin bahwa seluruh infrastruktur bandara sudah siap untuk memenuhi standar penerbangan modern,” kata Menhub.
Keterangan Direktur Jenderal Perhubungan Udara
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa, mengungkapkan bahwa tim telah melakukan pemeriksaan menyeluruh bersama Angkasa Pura terhadap kondisi Bandara Husein. Hasil evaluasi menunjukkan bandara tersebut saat ini masih melayani pesawat propeller, tetapi berpotensi dikembangkan untuk menerima pesawat jet setelah sejumlah peningkatan dilakukan.
“Peningkatan kategori Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) menjadi syarat utama, yakni dari kategori lima ke tujuh agar memenuhi standar operasional,” ujar Lukman.
Menurut Lukman, selain perbaikan runway, ada beberapa fasilitas lain yang perlu diperbaiki. Ini meliputi sistem pengangkutan bagasi, mesin pencitraan X-ray, serta pencahayaan di dalam bandara. Ia menjelaskan bahwa seluruh aspek ini akan dicek kembali untuk memastikan bandara layak digunakan secara optimal.
Adapun perbaikan pada runway dilakukan untuk menjamin kekuatan dan daya tahan terhadap pesawat jet. Proses overlay dan penguatan perkerasan akan diterapkan agar kondisi landasan pacu kembali sesuai standar keselamatan. “Dengan langkah ini, bandara bisa menjadi lebih efisien dalam melayani penerbangan internasional dan domestik,” katanya.
Proses Evaluasi dan Persiapan
Menhub menyatakan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan perbaikan di Bandara Husein. Evaluasi ini mencakup semua aspek teknis dan operasional, termasuk sistem darurat, pengelolaan penumpang, dan kualitas fasilitas pendukung. “Setelah semua standar terpenuhi, pemerintah akan mempertimbangkan kembali operasional pesawat jet di bandara tersebut,” tambah Menhub.
Pengoperasian kembali Bandara Husein Sastranegara akan melibatkan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk maskapai penerbangan dan lembaga terkait. Menurut rencana, rute penerbangan akan disesuaikan dengan permintaan maskapai setelah bandara dianggap siap. “Kami berharap peningkatan ini bisa memperkuat kemampuan bandara dalam melayani kebutuhan masyarakat dan industri penerbangan,” kata Menhub.
Menurut Lukman, penggunaan pesawat jet memerlukan peningkatan kapasitas terminal. Terminal yang selama ini hanya melayani jumlah penumpang terbatas perlu diubah agar mampu menampung volume yang lebih besar. “Ini adalah langkah penting untuk memastikan kenyamanan dan keamanan seluruh penumpang,” ujarnya.
Kesiapan Infrastruktur Bandara
Sebagai bandara yang kembali aktif, Bandara Husein Sastranegara harus menyesuaikan diri dengan standar keselamatan internasional. Pemerintah akan memastikan bahwa semua sistem pendukung, seperti perangkat navigasi dan jaringan komunikasi, sudah dalam kondisi terbaik. “Kami tidak ingin ada risiko keselamatan yang bisa mengganggu operasional penerbangan,” jelas Lukman.
Selain itu, Menhub menekankan bahwa Bandara Husein harus menjadi contoh keberhasilan dalam pemeliharaan infrastruktur penerbangan. Ia berharap dengan perbaikan ini, bandara bisa menjadi alternatif strategis untuk meningkatkan kapasitas penerbangan di wilayah Jawa Barat. “Peningkatan keselamatan menjadi prioritas utama, karena nyawa penumpang adalah yang utama,” kata Menhub.
Proses evaluasi juga mencakup aspek keamanan, seperti kesiapan staf dan protokol darurat. Dudy Purwagandhi memastikan bahwa seluruh persyaratan teknis akan dipenuhi sebelum bandara resmi kembali melayani pesawat jet. “Kami akan mengawasi setiap langkah agar tidak ada kelalaian dalam penerapan standar keselamatan,” ujarnya.
Menhub menambahkan bahwa pengoperasian kembali Bandara Husein Sastranegara akan memerlukan waktu yang cukup. Ia menilai bahwa pembangunan infrastruktur yang memadai membutuhkan keseriusan dan kolaborasi antara pemerintah dengan pihak terkait. “Seluruh perbaikan akan dilakukan secara bertahap, agar tidak mengganggu operasional yang sedang berjalan,” katanya.
Sebagai bandara kelas dua, Bandara Husein Sastranegara memiliki potensi besar untuk menjadi pusat penerbangan penting di Indonesia. Dengan diperbaikinya runway dan fasilitas terminal, bandara ini bisa menjadi pilihan untuk melayani rute yang sebelumnya tidak tersentuh. “Kami yakin, setelah semua persyaratan terpenuhi, Bandara Husein bisa menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan akses penerbangan,” ujar Menhub.
