Latest Program: PLN perluas infrastruktur kendaraan listrik di Pulau Madura
PLN Perluas Infrastruktur Kendaraan Listrik di Pulau Madura untuk Mendukung Energi Bersih
Latest Program – Pulau Madura, Jawa Timur, menjadi fokus perluasan jaringan infrastruktur kendaraan listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Madura, sebagai bagian dari PLN, terus berupaya memperkuat ekosistem transportasi berbasis listrik di wilayah tersebut. Langkah ini bertujuan untuk mendorong penggunaan energi bersih dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Direktur PLN UP3 Madura, Fahmi Fahresi, menyatakan bahwa pengembangan ini adalah bentuk komitmen perusahaan dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau serta mendukung inisiatif pemerintah dalam efisiensi penggunaan energi.
Ekosistem Kendaraan Listrik Mulai Terbentuk
Dalam sebuah keterangan resmi, Fahmi menegaskan bahwa pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah berjalan di berbagai titik di empat kabupaten, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Fasilitas ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses pengisian daya kendaraan listrik. Selain itu, PLN juga memperluas jaringan SPKLU ke lingkungan Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep serta tempat umum seperti Taman Potre Koneng, yang menjadi pusat aktivitas Kota Sumenep.
“Pembangunan SPKLU ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang lebih luas dan terjangkau bagi masyarakat,” kata Fahmi Fahresi.
Pemilihan Taman Potre Koneng sebagai lokasi SPKLU pertama di ruang publik oleh PLN UP3 Madura disebut sebagai langkah strategis. Fasilitas ini melayani pengisian daya untuk kendaraan roda dua dan empat, serta dilengkapi teknologi fast charging dan ultra-fast charging. Dengan adanya SPKLU ini, masyarakat kini memiliki akses yang lebih mudah ke layanan pengisian energi, terutama di area strategis yang sering dikunjungi.
Kemitraan dengan Pemerintah dan Masyarakat
Pengoperasian SPKLU Taman Potre Koneng dilakukan secara serentak dengan kegiatan ‘Madura Electric Vehicle 2026’, yang sejak tahun 2022 melibatkan partisipasi dari berbagai elemen masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik secara bertahap, sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perpindahan ke energi terbarukan. Fahmi menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan kolaborasi antara PLN dan pihak terkait untuk menciptakan lingkungan yang mendukung transisi energi hijau.
“Kegiatan Madura EV-Day 2026 ini menjadi momentum penting untuk menyebarluaskan penggunaan kendaraan listrik ke masyarakat luas,” tambah Fahmi.
SPKLU yang diresmikan dalam acara tersebut memiliki kapasitas 40 kW, yang memungkinkan pengisian baterai kendaraan dalam waktu 30 hingga 90 menit. Fasilitas ini menjadi contoh nyata bagaimana PLN mengintegrasikan teknologi pengisian daya ke dalam kehidupan sehari-hari warga Madura. Dengan adanya SPKLU di pusat kota, harapan besar ditempatkan pada pengurangan emisi karbon dan perbaikan kualitas udara di wilayah tersebut.
Perbedaan Teknologi Pengisian Daya
PLN menggarisbawahi bahwa SPKLU berfungsi seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tetapi dengan keunggulan teknologi. Teknologi fast charging, yang beroperasi dengan daya 25 kW, memberikan kemudahan untuk pengisian baterai secara cepat, sementara ultra-fast charging dengan kapasitas 57 kW menghadirkan efisiensi lebih tinggi. Harga layanan berbeda sesuai dengan jenis teknologi tersebut, dengan tarif per kWh berkisar sekitar Rp2.466.
“Tarif Rp25 ribu per pengisian untuk fast charging, sementara Rp57 ribu untuk ultra-fast charging. Biaya ini telah dihitung agar bisa diakses oleh berbagai kalangan, baik untuk penggunaan sehari-hari maupun kebutuhan jangka panjang,” ujarnya.
Dengan dua opsi pengisian daya ini, PLN mencoba memenuhi kebutuhan beragam pengguna. Untuk kendaraan yang membutuhkan daya besar, ultra-fast charging menjadi pilihan yang efektif, sementara fast charging lebih cocok untuk kebutuhan biasa. Penggunaan teknologi ini juga disesuaikan dengan ketersediaan infrastruktur listrik di Madura, yang kini semakin memadai.
Langkah Strategis untuk Daerah Terpencil
Madura, sebagai pulau yang berbatasan langsung dengan laut, memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan. PLN menargetkan SPKLU sebagai salah satu elemen penting untuk meningkatkan akses energi listrik di daerah-daerah yang sebelumnya kurang dilayani. Fahmi mengatakan bahwa membangun infrastruktur ini tidak hanya mempercepat transisi ke kendaraan listrik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
“SPKLU ini menjadi simbol bahwa PLN berkomitmen untuk meratakan akses energi listrik ke seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil di Madura,” tuturnya.
Sebagai langkah lanjutan, PLN berharap SPKLU di Taman Potre Koneng dapat menjadi pusat pembelajaran bagi warga sekitar tentang manfaat dan penggunaan kendaraan listrik. Selain itu, fasilitas ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan bisnis yang terkait, seperti penjualan baterai atau layanan konsultasi teknis. Fahmi menekankan bahwa pengembangan infrastruktur ini akan terus dilakukan secara bertahap, dengan fokus pada lokasi strategis yang memiliki potensi adopsi tinggi.
Keberhasilan SPKLU di Madura juga dianggap sebagai langkah awal menuju visi PLN sebagai penyedia energi yang ramah lingkungan. Dengan mendorong penggunaan kendaraan listrik, PLN berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim. Selain itu, investasi dalam infrastruktur ini diharapkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pengurangan biaya transportasi dan penggunaan energi yang lebih efisien.
Dalam jangka panjang, PLN juga berencana memperluas jaringan SPKLU ke area lain di Jawa Timur, sebagai bagian dari perluasan ekosistem kendaraan listrik nasional. Namun, fokus utama saat ini tetap di Pulau Madura, sebagai daerah yang perlu diakselerasi dalam transisi energi bersih. Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, PLN optimis bahwa Madura akan menjadi salah satu daerah yang paling maju dalam penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.
